Jum'at, 28 November 2014
  Mulai 1 Desember, Singkong Wajib Disajikan di Semua Instansi Pemerintahan | Presiden Jokowi Tampung Keluhan Masyarakat Meranti | Ahok Tolak Calon Wakil Gubernur dari Partai | Polsek Tualang Musnahkan 1,8 Kilogram Ganja Kering | Humas Sekdakab Siak Juarai Futsal Championship 2014 | ''Sekolah Cendana Terima Dana BOS''
 
 
Jumat, 28/11/2014 - 09:41:44 WIB
Mulai 1 Desember, Singkong Wajib Disajikan di Semua Instansi Pemerintahan
Jumat, 28/11/2014 - 09:28:46 WIB
Blusukan Meranti
Presiden Jokowi Tampung Keluhan Masyarakat Meranti
Jumat, 28/11/2014 - 09:15:09 WIB
Ahok Tolak Calon Wakil Gubernur dari Partai
Jumat, 28/11/2014 - 09:01:16 WIB
Polsek Tualang Musnahkan 1,8 Kilogram Ganja Kering
Kamis, 27/11/2014 - 16:18:06 WIB
Piala Bergilir Sekda Cup
Humas Sekdakab Siak Juarai Futsal Championship 2014
Kamis, 27/11/2014 - 16:13:39 WIB
Anggota Komisi E DPRD Kaget
''Sekolah Cendana Terima Dana BOS''
Kamis, 27/11/2014 - 15:53:16 WIB
Penemuan Mayat Tanpa Identitas
Jasad Wanita Bugil Mengambang di Sungai Ciliwung
Sabtu, 21/04/2012 - 09:10:11 WIB
Ibu Sejati dan Harum Namanya
Biografi R.A Kartini, Riwayat dan Perjuangannya
Rabu, 07/05/2014 - 12:01:59 WIB
Pasca Dilantik Beberapa Waktu Lalu
Ketua DPRD Siak Terima Audiensi GWI Siak
Rabu, 28/05/2014 - 00:33:01 WIB
Menuju Pilpres 2014
Berikut Nomor Rekening Sumbangan untuk Jokowi-JK
Minggu, 01/04/2012 - 21:21:09 WIB
Diduga berawal dari dana Agunan 4 Milyar
Suruhan Bupati Inhil, Teror Rumah Sulastri
Sabtu, 30/11/2013 - 06:48:52 WIB
Cahaya di Langit Eropa
Nonton Bareng, Presiden Puji Film 99
Jumat, 24/02/2012 - 22:09:55 WIB
Berawal dari Kue Ultah, Wetty mendapat SP III
LSM Nilai Perusahaan GH Arogan dan Otoriter
Rabu, 13/02/2013 - 09:25:12 WIB
Ketentuan dan Persyaratan
Penerimaan Brigadir Polisi Tahun 2013
Sabtu, 15/11/2014 - 13:54:52 WIB
Mendagri: Jokowi Akan Lantik Ahok di Istana
Kamis, 23/10/2014 - 08:15:29 WIB
Siak, Raih 3 Emas Cabang Olah Raga Karate
Sabtu, 08/03/2014 - 09:54:13 WIB
Seandainya Jokowi Presiden, Saya Ahok Jadi Mendagri
Jumat, 11/04/2014 - 19:07:56 WIB
Helmi: Untuk Tingkat SMA Sederajat Dimulai 14 April 2014
Kamis, 06/11/2014 - 07:16:32 WIB
3 Bulan Speed Boat "Nginap" di Kantor Satpol PP
Rabu, 02/10/2013 - 08:39:59 WIB
JPU Tuntut Terdakwa Seumur Hidup
Selasa, 04/03/2014 - 15:57:33 WIB
Gubri: APBD 2014 Diprioritaskan untuk Pedesaan
 
Pemko Gunung Sitoli
Ka. Pelindo Nias Bersama Gadis Belia
Polres Nias Terkesan Pilih Kasih, Warga Nias Mengecam

Pemko Gunung Sitoli - Laporan: Siswanto Laoli - Selasa, 04/06/2013 - 11:40:48 WIB
Ka PT Pelindo Nias Mangiring T. P. Simarmata bersama Gadis Belia WZ berumur 16 tahun, sesaat setelah sampai di Polres Nias dan Mangiring T. P. Simarmata saat diintai keterangan oleh penyidik (kanan). [Foto. Siswanto Laoli]
TERKAIT:
Gunungsitoli, Riausidik.com - Sebuah peristiwa memalukan kembali menghebohkan Pulau Nias, tidak tanggung-tanggung seorang pimpinan sebuah perusahaan milik BUMN yakni Mangiring Tua Pandapotan Simarmata selaku Kepala PT. Pelindo (Pelabuhan Indonesia)  Perwakilan Cabang Nias ditangkap Aparat Kepolisian bersama seorang gadis belia di rumah dinasnya di Jalan Sirao nomor 49 Gunungsitoli.

"Benar bahwa kami telah menangkap salah seorang Pria berumur  40 Tahun yang diketahui bernama  Mangiring Tua Pandapotan Simarmata berprofesi  sebagai Pimpinan PT. PELINDO Cabang Nias dan bersama seorang gadis belia berumur  16 Tahun diketahui bernama Wisdariang Zebua (WZ) berasal dari Kecamatan Lahusa Nias Selatan," ucap Kasat Reskrim Polres Nias AKP Arifeli Zega, SH. MM. kepada Riausidik.com di ruangannya, Senin (03/6/2013).

Kasat Reskrim  menambahkan, penangkapan tersebut berlangsung pada tanggal 02 Juni 2013 Kemarin pukul 01.30 Wib di rumah dinas (Rumdis) milik PT. PELINDO Jalan Sirao No. 49 Kelurahan Pasar Kota Gunungsitoli, imbuhnya.

Namun ketika ditanyai media media ini terkait hukuman apa yang akan dijatuhkan kepada Kepala PT Pelindo Cabang Nias tersebut. Kasat Reskrim mengatakan "Masih dalam penyelidikan".

Menurut  pengamatan Wartawan media ini, pada saat penyidikan sedang berlangsung terlihat  dua orang utusan dari PT Pelindo Sumatera Utara datang mendampingi Kepala PT Pelindo Cabang Nias Mangiring Tua Pandapotan Simarmata di ruang penyidikan Sat Reskrim.

Usai penyidikan, sesuai hasil wawancara Riausidik.com kepada kedua utusan tersebut, mengakui kedatangan mereka terkait penangkapan diatas. "Kami di utus oleh Pimpinan hanya ntuk mengetahui sejauh mana kebenaran atas penangkapan rekan kami (Mangiring Tua Pandapotan Simarmata) pada minggu kemarin," ucap utusan itu singkat

Ketika ditanya secara mendalam atas tujuan dan sikap PT Pelindo pusat atas kasus yang menimpa jajarannya. Kedua orang tersebut terkesan menutup-nutup informasi kepada wartawan, bahkan mereka pun enggan untuk menyebutkan namanya kepada wartawan.

Dari informasi yang berhasil dihimpun media ini, kronoligis penangkapan terjadi ketika Kepala PT Pelindo Cabang Nias Mangiring Tua Pandapotan Simarmata sedang berada dirumah dinasnya dalam keadaan setengah bugil bersama seorang Gadis Belia WZ berumur 16 tahun sedang bermain kartu judi.

Sementara itu informasi dari pihak keluarga WZ bernama LZ ketika dijumpai wartawan di Mapolres Nias menyebutkan, selama ini WZ (16)  telah beberapa kali bertemu dan melakukan hubungan badan bersama Kepala PT Pelindo Cabang Nias Mangiring Tua Pandapotan Simarmata dengan iming-iming diberi pekerjaan dan sejumlah uang, terang keluarga WZ.

Ironisnya dan yang membuat warga Nias di Gunungsitoli bertanya-tanya, sejauh ini pihak Polres Nias hanya menetapkan WZ (16) sebagai tersangka dengan pasal 303 Ayat 1 ke 1e, 2e, 3e Subs 303 bis ayat 1 dan ayat 2 dari KUHPidana Yo Pasal 2 Ayat 3 dari UU. No 7 tahun 1974 tentang penertiban perjudian, Sebagaimana telah tertuang pada surat penahanan No. SP-Han /78/VI/2013/Reskrim.

Sementara secara Yuridis, jelas penangkapan dilakukan ditempat yang sama dan dua-duanya dalam kondisi setengah bugil yakni Kepala PT Pelindo Cabang Nias Mangiring Tua Pandapotan Simarmata bersama seorang Gadis Belia WZ berumur 16 tahun sedang bermain kartu judi, ada apa dengan Polres Nias,?.

Lebih anehnya lagi, semakin terindikasi adanya pilih kasih Polres Nias dalam penangan kasus ini dengan belum adanya penangkapan Kepala PT Pelindo Cabang Nias tersebut. "Untuk sementara belum ada surat penahanan yang diberikan kepadanya dan mereka hanya dikenai pasal terkait perjudian saja," sebut Kasat.

Mananggapi indikasi pilih kasih dalam penanganan kasus ini, Wasekjend. Ikatan Keluarga Nias Riau (IKNR) Amponiman Bate'e mengecam pihak polres Nias untuk segera menangkap Kepala PT Pelindo Cabang Nias Mangiring Tua Pandapotan Simarmata. "Ini keterlaluan, pihak polres Nias semestinya punya hati, terlebih-lebih amanat Undang-undang selaku Polisi memiliki kewenangan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu," tegas Poniman panggilan akrab sehari-hari ini.

Terkait status Mangiring Tua Pandapotan Simarmata yang belum ditetapkan tersangka, Poniman kembali menegaskan mengatakan, kita minta jawaban kongkrit dari Polres Nias dengan belum adanya penetapan tersangka kepada yang bersangkutan (Mangiring Tua Pandapotan Simarmata). Jika tidak, dalam waktu dekat ini kita akan konfirmasi langsung kepada Kadiv. Humas Mabes Polri, Irjen Suhardi Alius dijakarta, janji Poniman yang juga Ketua DPD Gabungan Wartawan Indonesi (GWI) Riau ini. ***
(18393) Dibaca - (6) Komentar

@ Yasafati Gulö, 08/06/2013 | 13:42:59 WIB

Kita Suku Nias mari bersatu mendesak Polres Nias untuk mengantar kasus ini ke pengadilan. PAK POLISI !Jangan ditutup2i Kasus ini !



@ kris Zebua., 13/06/2013 | 22:24:50 WIB

Kalau memang bukan istrinya dan jelas juga tertangkap tangan dengan kondisi setengah bugil, perihal itu jelas dapat di dakwa secara hukum menyangkut pelecehan seksual dibawah umur yang jelas merusak generasi bangsa. Dan apalagi mengajari korban bermain judi. Jadi harus ditindak tegas pemimpin yqng merusak citra lembaga mereka bekerja.



@ manto, 16/06/2013 | 23:18:15 WIB

ya itu hrus di tindak tegas



@ WELLY ANDY HABIBIE, 05/11/2013 | 16:59:31 WIB

tidak tegas dan jangan buat citra polri semakin buruk dimata masyarakat ..



@ gabriel siahaan, 01/01/2014 | 16:12:33 WIB

Semua salah : 1. Yg nangkap"ada apa dgn MU". anda yg buat LP sebagai pelapor dan saksi. (Jgn krn sesuatu, gagal 70 kan) 2. JPU "aku gak terhipnotis" jgn hanya sekedar baca resume dan pasal, tp baca semua kronologis penangkapan,BAP, penahanan,buatlah rentut dengan menggunakan hati bukan pikiran, 3. " Hakim Fao" kalau hanya 2 bulan bukan vonis, krn ancaman hukuman diatas 5 tahun bukan pasal pengecualian



@ gab, 01/01/2014 | 15:47:07 WIB

Logika kasus: 1. Yg melakukan penangkapan pasti anggota polri, jadi yg membuat LP adalah yg melakukan penangkapan itu sendiri krn merupakan pidana murni. Personil itu sendiri yg menerangkan kasus tersebu yg mana sebagai pelapor dan juga sebagai saksi. Dalam hal ini personil yg melakukan penangkapan (pelapor) lalai atau sengaja dengan berbagai alasan (kepentingan). Berawal dari LP tersebut penyidik pembantu melaksanakan sidik berdasarkan bukti permulaan yg cukup. 2. Penyidik pembantu (juper) tidak mengembangkan masalah ke pencabulan 3. Jaksa sebagai JPU tidak membaca resume kasus akan tetapi hanya liat pasal karna ada kepentingan. Dan melakukan penuntutan minimal sementar dalam KUHAP berbunyi aparatur negara yg melakukan tindak pidana diberikan sangsi maksimal tuntutan, dalam hal ini pasal 303 ancaman maks D5 tahun dan 303 bis ancaman 2,8 tahun. 3. Vonis menurut uu, tidak boleh di bawah 2/3 dari tuntutan.apabila vonis tidak sesuai, JPU bisa melakukan kasasi. Tapi ini semua tergantung kepada pembaca, menilai opini ini. Melihat titik kesalahan dimana dan dari sudut pandang mengamati suatu permasalah. Didalam roum ini apabila ada yg salah mohon dikoreksi untuk suatu kebenaran



[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved