Minggu, 23 09 2018
  Mundurnya Alex Noerdin, Menunggu Sesneg hingga Jadi Timses Jokowi | Jokowi: Pilpres Tanpa Fitnah dan Hinaan, PDI-P Buat Aturan Internal | Bupati Bengkalis Amril Dicegah KPK ke Luar Negeri | Syahrini Mengaku Pipis di Celana Saat Buka Konser Ari Lasso dan Padi | Merasa Sudah Coret 2 Caleg Eks Koruptor, Nasdem Minta KPU Klarifikasi | DPW Riau Siap Hadiri Munas I IMO indonesia
 
 
Sabtu, 22/09/2018 - 12:57:27 WIB
Mundurnya Alex Noerdin, Menunggu Sesneg hingga Jadi Timses Jokowi
Sabtu, 22/09/2018 - 12:36:00 WIB
Jokowi: Pilpres Tanpa Fitnah dan Hinaan, PDI-P Buat Aturan Internal
Jumat, 21/09/2018 - 23:12:55 WIB
Dianggap Mengetahui Kasus Korupsi Proyek
Bupati Bengkalis Amril Dicegah KPK ke Luar Negeri
Jumat, 21/09/2018 - 14:06:19 WIB
Syahrini Mengaku Pipis di Celana Saat Buka Konser Ari Lasso dan Padi
Jumat, 21/09/2018 - 13:41:26 WIB
Merasa Sudah Coret 2 Caleg Eks Koruptor, Nasdem Minta KPU Klarifikasi
Jumat, 21/09/2018 - 13:17:25 WIB
Rencananya Digelar di Gedung Dewan Pers
DPW Riau Siap Hadiri Munas I IMO indonesia
Jumat, 21/09/2018 - 12:40:46 WIB
13 Parpol yang Usung Caleg Eks Koruptor
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Sabtu, 04/03/2017 - 09:05:49 WIB
Tidak Ada di Hatchback Lain
Fitur Baru Hyundai i20 Sport
Kamis, 09/11/2017 - 20:41:12 WIB
Rating EODB Melonjak ke-72
Bank Dunia: Indonesia Lakukan 7 Reformasi
Sabtu, 25/03/2017 - 20:00:28 WIB
Siapkan Motor Baru Lagi
Suzuki Kian Bergairah
Minggu, 26/02/2017 - 18:38:18 WIB
Hindari Barang Palsu
Berikut Tips Memilih GPS Mobil Terbaik
Minggu, 26/02/2017 - 18:30:08 WIB
Maret, Kawasaki Luncurkan Model Baru
Senin, 16/10/2017 - 21:14:05 WIB
Resmi Jabat Gubernur DKI
Anies: Saatnya Tunaikan Janji
 
Internasional
Presiden Venezuela Berikan Bonus untuk Ibu Hamil Rp 73 Ribu

Internasional - lc/hv - Rabu, 17/01/2018 - 11:52:05 WIB
Presiden Nicola Maduro di hadapan rakyat Venezuela.
Caracas, Riausidik.com - Dalam pidato kenegaraan tahunan Venezuela, Presiden Nicolas Maduro mengumumkan pemberian insentif bulanan sebesar 700 ribu bolivar kepada setiap ibu hamil dan menyusui. Selain itu, ketika seorang ibu melahirkan, pemerintah akan menambah insentif hingga satu juta bolivar.

Presiden Maduro sendiri tidak menjelaskan alasan di balik pemberian insentif tersebut. Namun, banyak pengamat politik setempat mengatakan hal itu berkaitan erat dengan kian memburuknya kondisi ekonomi Venezuela.

"Akses kesehatan di beberapa tempat masih buruk, dan kemungkinan insentif merupakan cara untuk menutupi kebobrokan itu," jelas Alejandro Saleas, pengamat politik dari Central University of Venezuela.

Kebijakan yang terkesan tiba-tiba ini bukan kali pertama dilakukan oleh Presiden Maduro. Dalam jangka tiga tahun terakhir, para buruh di Venezuela mendapat kenaikan upah minimum sebanyak dua kali dengan besaran masing-masing 7 persen dan 11 persen.

Pada November 2017, Presiden Maduro tiba-tiba memberi hadiah uang tunai kepada empat juta keluarga miskin sebesar masing-masing Rp 160.000. 

Kondisi hiperinflasi yang terjadi di Venezuela membuat Presiden Maduro melakukan berbagai kebijakan tidak biasa untuk mengendalikan harga.

Awal Januari ini, Presiden Maduro meminta seluruh toserba swasta untuk memangkas harga produk pangan. Namun, hal itu justru membuat bingung produsen dan distributor dalam menentukan harga. Akibatnya, konsumen justru merasa kebijakan terkait kian menyulitkan mereka dalam mengatur pengeluaran harian.

Saat ini, Venezuela tengah menghadapi sanksi ekonomi dari AS dan beberapa negara sekutunya. Kondisi tersebut membuat Venezuela mengalami kelangkaan obat-obatan, bahan pangan, dan beberapa komoditi penting lainnya.

Menurut Steve Hanke, Guru Besar Ilmu Ekonomi Terapan dari John Hopkins University, Venezuela tengah menghadapi hiper-inflais hingga 4.000 persen dalam lima tahun terakhir. Kondisi tersebut disebabkan oleh tidak tepatnya penerapan kebijakan pemerintah, dan mengakibatkan eksekusi kebijakan terkait tidak berlanjut.

Selain itu, Venezuela juga belum terlepas dari jeratan korupsi yang terus mengerogoti pemerintahannya sejak puluhan tahun lalu.

"Kekayaan sumber migas tidak cukup membantu Venezuela keluar dari lingkaran setan. Apalagi saat ini, sanksi internasional di bidang ekonomi masih berlaku, sehingga membuatnya hampir tidak ada harapan untuk bangkit," jelas Steve Hanke. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved
replica handbags replica watches uk