Kamis, 21 Juni 2018
  Plt Gubri Cek Lima Menit Sebelum Apel Perdana Pasca Libur Idul Fitri Dimulai | Penerimaan CPNS, BKD Riau Masih Tunggu Kabar Dari Pusat | Sudah Masuk Usia ke 53 Tahun, Pulau Balai Cup Terus Meriah | Kamis Pagi, Pemkab Bengkalis Gelar Apel Bersama di Halaman Kantor Bupati | Ke GAS, Sekdakab Inhil Takjub Penampilan Pemuda dalam Kreasi Anak Negeri | Mendagri Prediksi Hasil Pilkada Tidak Jauh Dari Survei
 
 
Senin, 16/10/2017 - 21:14:05 WIB
Resmi Jabat Gubernur DKI
Anies: Saatnya Tunaikan Janji
Sabtu, 13/08/2016 - 06:43:25 WIB
Olimpiade 2016
Hendra-Ahsan Ditaklukan Endo-Hayakawa
Kamis, 21/09/2017 - 23:18:23 WIB
Ruhut Kritik Prabowo
Netizen Tagih Janji Potong Kuping
Minggu, 26/02/2017 - 18:38:18 WIB
Hindari Barang Palsu
Berikut Tips Memilih GPS Mobil Terbaik
Minggu, 26/02/2017 - 18:30:08 WIB
Maret, Kawasaki Luncurkan Model Baru
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Kamis, 02/11/2017 - 18:52:08 WIB
Melompat 19 Tingkat
Kemudahan Berusaha di Indonesia Kini Nomor 72
 
Internasional
Presiden Venezuela Berikan Bonus untuk Ibu Hamil Rp 73 Ribu

Internasional - lc/hv - Rabu, 17/01/2018 - 11:52:05 WIB
Presiden Nicola Maduro di hadapan rakyat Venezuela.
Caracas, Riausidik.com - Dalam pidato kenegaraan tahunan Venezuela, Presiden Nicolas Maduro mengumumkan pemberian insentif bulanan sebesar 700 ribu bolivar kepada setiap ibu hamil dan menyusui. Selain itu, ketika seorang ibu melahirkan, pemerintah akan menambah insentif hingga satu juta bolivar.

Presiden Maduro sendiri tidak menjelaskan alasan di balik pemberian insentif tersebut. Namun, banyak pengamat politik setempat mengatakan hal itu berkaitan erat dengan kian memburuknya kondisi ekonomi Venezuela.

"Akses kesehatan di beberapa tempat masih buruk, dan kemungkinan insentif merupakan cara untuk menutupi kebobrokan itu," jelas Alejandro Saleas, pengamat politik dari Central University of Venezuela.

Kebijakan yang terkesan tiba-tiba ini bukan kali pertama dilakukan oleh Presiden Maduro. Dalam jangka tiga tahun terakhir, para buruh di Venezuela mendapat kenaikan upah minimum sebanyak dua kali dengan besaran masing-masing 7 persen dan 11 persen.

Pada November 2017, Presiden Maduro tiba-tiba memberi hadiah uang tunai kepada empat juta keluarga miskin sebesar masing-masing Rp 160.000. 

Kondisi hiperinflasi yang terjadi di Venezuela membuat Presiden Maduro melakukan berbagai kebijakan tidak biasa untuk mengendalikan harga.

Awal Januari ini, Presiden Maduro meminta seluruh toserba swasta untuk memangkas harga produk pangan. Namun, hal itu justru membuat bingung produsen dan distributor dalam menentukan harga. Akibatnya, konsumen justru merasa kebijakan terkait kian menyulitkan mereka dalam mengatur pengeluaran harian.

Saat ini, Venezuela tengah menghadapi sanksi ekonomi dari AS dan beberapa negara sekutunya. Kondisi tersebut membuat Venezuela mengalami kelangkaan obat-obatan, bahan pangan, dan beberapa komoditi penting lainnya.

Menurut Steve Hanke, Guru Besar Ilmu Ekonomi Terapan dari John Hopkins University, Venezuela tengah menghadapi hiper-inflais hingga 4.000 persen dalam lima tahun terakhir. Kondisi tersebut disebabkan oleh tidak tepatnya penerapan kebijakan pemerintah, dan mengakibatkan eksekusi kebijakan terkait tidak berlanjut.

Selain itu, Venezuela juga belum terlepas dari jeratan korupsi yang terus mengerogoti pemerintahannya sejak puluhan tahun lalu.

"Kekayaan sumber migas tidak cukup membantu Venezuela keluar dari lingkaran setan. Apalagi saat ini, sanksi internasional di bidang ekonomi masih berlaku, sehingga membuatnya hampir tidak ada harapan untuk bangkit," jelas Steve Hanke. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved
replica handbags replica watches uk