Minggu, 25 Februari 2018
  Bupati Meranti Buka Festival Perang Air Meranti | Launching Web GIS Kampar Bersamaan dengan Musrenbang Kabupaten | Satu Tujuan Pembangunan Bersama Pemerintah Daerah Oleh Bapeda Siak. | Pj Bupati Inhil Minta Peserta Jadi Pelopor di Lingkungan Gugus Depan | JM Tak Terbukti Melakukan Pungli, YE Cs Minta Maaf | KPK: Pembentukan TGPF Teror Novel Sudah di Tangan Jokowi
 
 
Senin, 16/10/2017 - 21:14:05 WIB
Resmi Jabat Gubernur DKI
Anies: Saatnya Tunaikan Janji
Sabtu, 13/08/2016 - 06:43:25 WIB
Olimpiade 2016
Hendra-Ahsan Ditaklukan Endo-Hayakawa
Kamis, 21/09/2017 - 23:18:23 WIB
Ruhut Kritik Prabowo
Netizen Tagih Janji Potong Kuping
Jumat, 12/08/2016 - 12:31:46 WIB
HEBOH! Atlet Korsel Foto Panas Bareng Pesenam Korut
Sabtu, 16/09/2017 - 19:47:47 WIB
Nasdem Resmi Dukung Khofifah
Ini yang Dilakukan Pihak DPW
Senin, 08/08/2016 - 09:24:00 WIB
Dihujat di Negeri Sendiri
Indonesia Raih Emas untuk Seragam Terbaik Rio 2016
Jumat, 05/08/2016 - 14:09:52 WIB
Jelang Olimpiade
Pemain Bulutangkis Dunia Lee Chong Wei Merasa Tertekan
 
Internasional
Presiden Venezuela Berikan Bonus untuk Ibu Hamil Rp 73 Ribu

Internasional - lc/hv - Rabu, 17/01/2018 - 11:52:05 WIB
Presiden Nicola Maduro di hadapan rakyat Venezuela.
Caracas, Riausidik.com - Dalam pidato kenegaraan tahunan Venezuela, Presiden Nicolas Maduro mengumumkan pemberian insentif bulanan sebesar 700 ribu bolivar kepada setiap ibu hamil dan menyusui. Selain itu, ketika seorang ibu melahirkan, pemerintah akan menambah insentif hingga satu juta bolivar.

Presiden Maduro sendiri tidak menjelaskan alasan di balik pemberian insentif tersebut. Namun, banyak pengamat politik setempat mengatakan hal itu berkaitan erat dengan kian memburuknya kondisi ekonomi Venezuela.

"Akses kesehatan di beberapa tempat masih buruk, dan kemungkinan insentif merupakan cara untuk menutupi kebobrokan itu," jelas Alejandro Saleas, pengamat politik dari Central University of Venezuela.

Kebijakan yang terkesan tiba-tiba ini bukan kali pertama dilakukan oleh Presiden Maduro. Dalam jangka tiga tahun terakhir, para buruh di Venezuela mendapat kenaikan upah minimum sebanyak dua kali dengan besaran masing-masing 7 persen dan 11 persen.

Pada November 2017, Presiden Maduro tiba-tiba memberi hadiah uang tunai kepada empat juta keluarga miskin sebesar masing-masing Rp 160.000. 

Kondisi hiperinflasi yang terjadi di Venezuela membuat Presiden Maduro melakukan berbagai kebijakan tidak biasa untuk mengendalikan harga.

Awal Januari ini, Presiden Maduro meminta seluruh toserba swasta untuk memangkas harga produk pangan. Namun, hal itu justru membuat bingung produsen dan distributor dalam menentukan harga. Akibatnya, konsumen justru merasa kebijakan terkait kian menyulitkan mereka dalam mengatur pengeluaran harian.

Saat ini, Venezuela tengah menghadapi sanksi ekonomi dari AS dan beberapa negara sekutunya. Kondisi tersebut membuat Venezuela mengalami kelangkaan obat-obatan, bahan pangan, dan beberapa komoditi penting lainnya.

Menurut Steve Hanke, Guru Besar Ilmu Ekonomi Terapan dari John Hopkins University, Venezuela tengah menghadapi hiper-inflais hingga 4.000 persen dalam lima tahun terakhir. Kondisi tersebut disebabkan oleh tidak tepatnya penerapan kebijakan pemerintah, dan mengakibatkan eksekusi kebijakan terkait tidak berlanjut.

Selain itu, Venezuela juga belum terlepas dari jeratan korupsi yang terus mengerogoti pemerintahannya sejak puluhan tahun lalu.

"Kekayaan sumber migas tidak cukup membantu Venezuela keluar dari lingkaran setan. Apalagi saat ini, sanksi internasional di bidang ekonomi masih berlaku, sehingga membuatnya hampir tidak ada harapan untuk bangkit," jelas Steve Hanke. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved
replica handbags replica watches uk