Senin, 22 Oktober 2018
  Penahanan Tersangka Suap DPRD Sumut Diperpanjang KPK | Polri: Penyelundup Gunakan Jalur Dumai | Polisi Surati Imigrasi Cekal Ahmad Dhani | The Minions Melaju ke Final | Jokowi: Saya Akan Terus Bekerja | Presiden Minta Aparatur Pemerintah Turun ke Lapangan
 
 
Sabtu, 20/10/2018 - 21:57:25 WIB
Penahanan Tersangka Suap DPRD Sumut Diperpanjang KPK
Sabtu, 20/10/2018 - 21:51:57 WIB
Bawa Sabu Malaysia ke Indonesia
Polri: Penyelundup Gunakan Jalur Dumai
Sabtu, 20/10/2018 - 21:43:13 WIB
Polisi Surati Imigrasi Cekal Ahmad Dhani
Sabtu, 20/10/2018 - 21:36:24 WIB
Menang Perang Saudara
The Minions Melaju ke Final
Sabtu, 20/10/2018 - 21:28:01 WIB
Presiden Masuk Daftar Tokoh Muslim Berpengaruh di Dunia
Jokowi: Saya Akan Terus Bekerja
Sabtu, 20/10/2018 - 21:23:02 WIB
Agar Miliki Sudut Pandang Berbeda
Presiden Minta Aparatur Pemerintah Turun ke Lapangan
Jumat, 19/10/2018 - 11:31:42 WIB
Sosialisasi UU Pemilu
Wabup Zardewan: Semoga Partisipasi Pemilih Meningkat
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Sabtu, 04/03/2017 - 09:05:49 WIB
Tidak Ada di Hatchback Lain
Fitur Baru Hyundai i20 Sport
Sabtu, 25/03/2017 - 20:00:28 WIB
Siapkan Motor Baru Lagi
Suzuki Kian Bergairah
Kamis, 09/11/2017 - 20:41:12 WIB
Rating EODB Melonjak ke-72
Bank Dunia: Indonesia Lakukan 7 Reformasi
Minggu, 26/02/2017 - 18:38:18 WIB
Hindari Barang Palsu
Berikut Tips Memilih GPS Mobil Terbaik
Minggu, 26/02/2017 - 18:30:08 WIB
Maret, Kawasaki Luncurkan Model Baru
Senin, 16/10/2017 - 21:14:05 WIB
Resmi Jabat Gubernur DKI
Anies: Saatnya Tunaikan Janji
 
Hukum
Setya Novanto Akan Melunasi Uang Pengganti Melalui Cicilan

Hukum - kc/bg - Sabtu, 26/05/2018 - 11:52:12 WIB
Terpidana kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto melambaikan tangan ke arah awak media saat keluar dari Rutan KPK untuk dieksekusi menuju Rumah Tahanan (Rutan) Sukamiskin Bandung oleh Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jakarta, Jum
Jakarta, Riausidik.com - Juru Bicara Komisi Kemberantasan Korupsi ( KPK) Febri Diansyah mengungkapkan, terpidana kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto akan melunasi uang pengganti sebesar Rp 7,3 juta dollar AS dikurangi uang titipan Rp 5 miliar melalui pencicilan.

"Uang pengganti SN (Setya Novanto) belum lunas sampai dengan saat ini. Namun yang bersangkutan telah menyatakan kesanggupan membayar dengan cara mencicil" kata Febri dalam keterangan tertulis, Kamis (24/5/2018).

Febri menuturkan, KPK menghargai niat Novanto untuk mengembalikan aset negara. Internal KPK hingga saat ini masih mendiskusikan lebih lanjut terkait bagaimana mekanisme cicilan ini akan dilakukan.

"Kami sedang bahas hal ini teknisnya bagaimana tapi pada prinsipnya upaya asset recovery melalui uang pengganti akan dilakukan semaksimal mungkin" ucap dia.

Meski demikian, kata Febri, pihak Novanto telah menyerahkan surat kesanggupan membayar uang pengganti tersebut. "Sedangkan untuk pembayaran uang pengganti belum dilakukan, selain uang titipan Rp 5 miliar sebelumnya. Namun, pihak SN telah menyerahkan surat kesanggupan membayar (uang pengganti)," ujar Febri dalam keterangan tertulis, Jumat (4/5/2018).

Febri sebelumnya menyebutkan, Novanto belum membayar sisa uang pengganti 7,3 juta dollar AS dikurangi uang titipan Rp 5 miliar.

Novanto terbukti melakukan korupsi proyek e-KTP tahun anggaran 2011-2013. Mantan Ketua DPR ini divonis 15 tahun penjara dan membayar denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan. Ia juga diwajibkan membayar uang pengganti 7,3 juta dollar AS dikurangi Rp 5 miliar yang telah dititipkan kepada penyidik. Jika menggunakan kurs rupiah tahun 2010, totalnya sekitar Rp 66 miliar. Apabila uang tersebut tidak dibayar setelah berkekuatan hukum tetap, harta bendanya akan disita atau dilelang. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved
replica handbags replica watches uk