Selasa, 20 08 2019
  Bupati Nias Barat Hadiri Penempatan Kantor Baru DWP | Nawal Harapkan Ubah Paradigma Masyarakat Terhadap Sampah | Prof. Yasonna Laoly: Jokowi akan diberi Gelar Kebangsawanan Nias di Desa Bawomataluo | Gubernur Sumut Kukuhkan 66 Anggota Paskibraka 2019 | KPK Respons Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi | 30 Pengunjuk Rasa di Gedung DPRD Cianjur Ditahan
 
 
Selasa, 20/08/2019 - 16:19:04 WIB
Bupati Nias Barat Hadiri Penempatan Kantor Baru DWP
Selasa, 20/08/2019 - 15:01:28 WIB
Apresiasi Peresmian Bank Sampah Nusa-3 Hijau
Nawal Harapkan Ubah Paradigma Masyarakat Terhadap Sampah
Senin, 19/08/2019 - 14:10:08 WIB
Prof. Yasonna Laoly: Jokowi akan diberi Gelar Kebangsawanan Nias di Desa Bawomataluo
Jumat, 16/08/2019 - 20:04:26 WIB
Gubernur Sumut Kukuhkan 66 Anggota Paskibraka 2019
Jumat, 16/08/2019 - 16:01:42 WIB
Soal Pemberantasan Korupsi
KPK Respons Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi
Jumat, 16/08/2019 - 15:52:26 WIB
Kasus Pembakaran Polisi
30 Pengunjuk Rasa di Gedung DPRD Cianjur Ditahan
Jumat, 16/08/2019 - 15:29:28 WIB
Minta Turun Hujan
Bupati Inhil Bersama Ribuan Masyarakat Ikuti Shalat Istisqa
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Sabtu, 25/03/2017 - 20:00:28 WIB
Siapkan Motor Baru Lagi
Suzuki Kian Bergairah
Selasa, 23/10/2018 - 14:31:38 WIB
Keputusan Nafa Urbach jadi Caleg, Ini Respon Zack Lee
Jumat, 05/10/2018 - 13:26:48 WIB
KPK: Wali Kota Pasuruan Dapat Jatah 10 Persen dari Proyek Rp 2,2 M
Sabtu, 04/03/2017 - 09:05:49 WIB
Tidak Ada di Hatchback Lain
Fitur Baru Hyundai i20 Sport
Kamis, 18/10/2018 - 18:49:33 WIB
Trump Minta Bukti Rekaman Jurnalis Arab Saudi yang Hilang kepada Turk
Minggu, 26/02/2017 - 18:38:18 WIB
Hindari Barang Palsu
Berikut Tips Memilih GPS Mobil Terbaik
 
Pendidikan
Presiden Sebut Ada Pendidikan Karakter
Jokowi: Masuknya Budaya Asing Tidak Perlu Dikhawatirkan

Pendidikan - GUN/AGG/ES - Senin, 04/03/2019 - 19:54:55 WIB
Presiden Jokowi berfoto bersama siswa SMA Taruna Nusantara 2019, di halaman Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Senin (4/3) siang. [Foto: AGUNG/Humas]
Jakarta, Riausidik.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, bahwa di sekolah-sekolah sekarang ini sudah dilakukan pendidikan karakter, sudah dilakukan yang namanya pendidikan budi pekerti. Karena itu, Presiden menilai, tidak perlu dikhawatirkan masuknya budaya-budaya luar ke negara kita.

“Kalau kita sadar akan budaya kita sendiri, sadar akan karakter-karakter keindonesiaan yang kita miliki, ya enggak perlu khawatir masuknya budaya-budaya luar ke negara kita ini, tak perlu khawatir,” kata Presiden Jokowi menjawab seorang siswa SMA Taruna Nusantara 2019 saat berkunjung ke Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (4/3) siang.

Menurut Kepala Negara, kita boleh saja lihat K-Pop, tapi kita sendiri kan punya musik yang lebih bagus, keroncong, musik dangdut, musik-musik di Ambon yang sangat bagus, lagu-lagu daerah dari seluruh penjuru tanah air kita juga memiliki.

Untuk itu, Kepala Negara mempersilakan kalau mau untuk pembanding, mau lihat juga silakan sebagai komparasi, tidak ada masalah. Tetapi pendidikan-pendidikan karakter, pendidikan budi pekerti, pendidikan mengenai kesopansantunan, pendidikan mengenai tata krama, baik ke guru, ke orang tua, ke rekan yang lebih senior, senioritas, hal seperti ini yang harus terus ditumbuhkan sejak anak di usia dini sehingga karakter-karakter itu tidak hilang di negara kita Indonesia.

“Saya yakin kita memiliki kekuatan yang baik dari infiltrasi budaya-budaya asing,” ucap Presiden Jokowi seraya menunjuk adanya  kekuatan ideologi Pancasila juga sangat mempengaruhi sehingga kekuatan itu betul-betul sulit ditembus oleh budaya-budaya asing yang ingin masuk.

“Sekali lagi enggak ada masalah. Ada K-Pop ke sini, mungkin para siswa mau lihat ya silakan lihat saja, oh bagus, ya sudah bagus. Tapi kita tidak terpengaruh oleh hal-hal seperti itu,” sambung Presiden.

Kepala Negara menuturkan, kita harus memiliki keyakinan bahwa negara ini akan menjadi negara besar, negara yang kuat ekonominya, karena dari hitung-hitungan baik dari McKinsey Global Institute, Bank Dunia, Bappenas pada 2040, 2045 Indonesia akan menjadi negara ekonomi kuat 4 besar, masuk kelompok 4 besar terbesar di dunia.

Artinya , lanjut Presiden, ini nanti adalah  para siswa yang akan memetik hasil perjuangan-perjuangan para pendahulu kita, nanti umur-umur 37-40 , saatmereka sudah memegang kunci-kunci di semua lini, di semua bidang yang ada, semua sektor yang ada. “Saat itulah negara kita bisa menjadi 3 besar atau 4 besar ekonomi terkuat di dunia,” ujar Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi juga menyampaikan, bahwa dirinya sudah menyampaikan

kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), bahwa contoh yang ada di SMA Taruna Nusantara bisa dipakai sebagai contoh bagi SMA/SMK yang lainnya di seluruh tanah air. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved