Senin, 27 Januari 2020
  Bupati Sukiman Hadiri Acara BUMDesa Luberti | PERADI Pekanbaru Minta DPN Beri Sanksi Tegas | Bupati: Pengelola Harus Transparan dan Tertib Administrasi | Kadis PUPR Rohul Anton Beda Pendapat dengan Rekanan | Polri Gagalkan Penyelundupan Seperempat Ton Ganja | Polisi Tangkap Dua Warga Pemilik Sabu-sabu di Abepura
 
 
Sabtu, 25/01/2020 - 21:37:00 WIB
Bupati Sukiman Hadiri Acara BUMDesa Luberti
Sabtu, 25/01/2020 - 21:32:29 WIB
MA Diduga Melanggar Kode Etik Advokat
PERADI Pekanbaru Minta DPN Beri Sanksi Tegas
Kamis, 23/01/2020 - 10:56:14 WIB
Dana BUMdes Harus Dievaluasi
Bupati: Pengelola Harus Transparan dan Tertib Administrasi
Kamis, 23/01/2020 - 10:51:28 WIB
Kasus Proyek Jembatan Jembatan Sei. Pelanduk
Kadis PUPR Rohul Anton Beda Pendapat dengan Rekanan
Kamis, 23/01/2020 - 10:08:09 WIB
Lewat dengan Menggunakan Truk Durian
Polri Gagalkan Penyelundupan Seperempat Ton Ganja
Kamis, 23/01/2020 - 10:04:57 WIB
Polisi Tangkap Dua Warga Pemilik Sabu-sabu di Abepura
Kamis, 23/01/2020 - 10:02:03 WIB
Ajukan Grasi kepada Presiden
Berikut Alasan Mantan Gubernur Riau Annas Maamun
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Sabtu, 25/03/2017 - 20:00:28 WIB
Siapkan Motor Baru Lagi
Suzuki Kian Bergairah
Selasa, 23/10/2018 - 14:31:38 WIB
Keputusan Nafa Urbach jadi Caleg, Ini Respon Zack Lee
Jumat, 05/10/2018 - 13:26:48 WIB
KPK: Wali Kota Pasuruan Dapat Jatah 10 Persen dari Proyek Rp 2,2 M
Sabtu, 04/03/2017 - 09:05:49 WIB
Tidak Ada di Hatchback Lain
Fitur Baru Hyundai i20 Sport
Rabu, 24/10/2018 - 10:45:09 WIB
Selamat dari Gempa Palu
Atlet Paralayang Singapura Tewas di India saat Beraksi
Kamis, 18/10/2018 - 18:49:33 WIB
Trump Minta Bukti Rekaman Jurnalis Arab Saudi yang Hilang kepada Turk
 
Hukum
Kasus Pembakaran Polisi
30 Pengunjuk Rasa di Gedung DPRD Cianjur Ditahan

Hukum - Ant/DDA - Jumat, 16/08/2019 - 15:52:26 WIB
Sejumlah mahasiswa diamankan usai aksi unjuk rasa yang berujung polisi terbakar di Cianjur, Jawa barat, Kamis (15/8/2019). [Foto: ANTARA]
Jakarta, Riausidik.com - Tim gabungan Polres Cianjur dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Krimum) Polda Jabar memeriksa dan menahan 30 pengunjuk rasa di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur yang berbuntut terbakarnya empat anggota polres setempat.

"Saat ini sudah 30 orang peserta unjuk rasa yang sudah diamankan oleh kepolisian. Mereka dari beberapa elemen," tutur Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Jumat.

Sebanyak 30 peserta unjuk rasa yang diperiksa itu dari organisasi DPC GMNI Cianjur, PC PMII Cianjur, HMI Cianjur, HIMAT, CIF, DPC IMM Cianjur, dan PD Hima Persis Cianjur.

Selain pemeriksaan terhadap saksi, kata dia, juga gelar perkara dengan beberapa alat bukti yang sudah diamankan.

Dedi Prasetyo menyebutkan barang bukti yang disita, antara lain, sepatu dalam kondisi tidak terbakar, ban bekas, jaket almamater, 24 telepon genggam peserta unjuk rasa, beberapa spanduk, beberapa bendera, dan sisa barang yang diduga digunakan untuk membakar ban.

Peserta unjuk rasa yang melempar bensin sehingga empat anggota Polres Cianjur terbakar, menurut dia, masih didalami.

Apabila oknum peserta unjuk rasa terbukti mengakibatkan anggota polisi luka berat, dapat dijerat Pasal 213 Ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 8 tahun. Jika  mengakibatkan polisi meninggal dunia, ancaman hukuman maksimal 12 tahun.

Selain itu, apabila dilakukan secara terencana, pelaku dapat dikenai Pasal 338 atau Pasal 340 dengan ancaman hukuman lebih berat.

Polisi yang mengalami luka bakar adalah Aiptu Erwin, Bripda Yudi Muslim, Bripda F.A. Simbolon, dan Bripda Anif yang masing-masing masih dirawat di rumah sakit. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved