Jum'at, 10 April 2020
  Pimpinan DPRD Riau Sepakat Anggaran Keluar Negeri dan Mobdis Dialihkan | Polda Riau OTT Sejumlah Kepala Desa di Kampar | Polda Riau Bongkar Sindikat Pencurian Minyak Mentah | Polda Sumbar Tangkap Lima Pelaku Tambang Emas Ilegal | Pasien Sembuh COVID-19, Ajak Masyarakat Patuhi Imbauan Pemerintah | Sri Mulyani Paparkan Skema Penyaluran Stimulus Rp150 Triliun
 
 
Selasa, 24/03/2020 - 16:35:57 WIB
Untuk Penanganan Virus Corona
Pimpinan DPRD Riau Sepakat Anggaran Keluar Negeri dan Mobdis Dialihkan
Rabu, 08/04/2020 - 21:06:01 WIB
Diduga Peras Pengusaha
Polda Riau OTT Sejumlah Kepala Desa di Kampar
Rabu, 08/04/2020 - 21:01:55 WIB
Polda Riau Bongkar Sindikat Pencurian Minyak Mentah
Rabu, 08/04/2020 - 20:57:58 WIB
Polda Sumbar Tangkap Lima Pelaku Tambang Emas Ilegal
Rabu, 08/04/2020 - 19:27:11 WIB
Pasien Sembuh COVID-19, Ajak Masyarakat Patuhi Imbauan Pemerintah
Senin, 06/04/2020 - 18:56:51 WIB
Sri Mulyani Paparkan Skema Penyaluran Stimulus Rp150 Triliun
Senin, 06/04/2020 - 18:51:03 WIB
Gubri Bagikan Sembako Dan Masker Ke ITMI Riau
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Sabtu, 25/03/2017 - 20:00:28 WIB
Siapkan Motor Baru Lagi
Suzuki Kian Bergairah
Selasa, 23/10/2018 - 14:31:38 WIB
Keputusan Nafa Urbach jadi Caleg, Ini Respon Zack Lee
Jumat, 05/10/2018 - 13:26:48 WIB
KPK: Wali Kota Pasuruan Dapat Jatah 10 Persen dari Proyek Rp 2,2 M
Rabu, 24/10/2018 - 10:45:09 WIB
Selamat dari Gempa Palu
Atlet Paralayang Singapura Tewas di India saat Beraksi
Sabtu, 04/03/2017 - 09:05:49 WIB
Tidak Ada di Hatchback Lain
Fitur Baru Hyundai i20 Sport
Kamis, 18/10/2018 - 18:49:33 WIB
Trump Minta Bukti Rekaman Jurnalis Arab Saudi yang Hilang kepada Turk
 
Pemprov Riau
Kadisnaker Sebut YKKI Kalam Kudus Harus Penuhi Hak Tenaga Kerja
Lsm: Kalam Kudus Sandang Akreditasi A, Tidak Layak

Pemprov Riau - Laporan: Man/rls - Senin, 17/02/2020 - 15:31:34 WIB

Pekanbaru, Riausidik.com - Yayasan Kalam Kudus Indonesia Cabang Pekanbaru, yang diduga abaikan hak tenaga kerja sesuai Undang-undang ketenagakerjaan mulai terkuak. Bahkan Lsm Gerhana sebut sekolah swasta itu tidak layak sandang Akreditasi A.

Fakta hasil mediasi antara Manajemen Yayasan Kalam Kudus dengan Feni Lestari di Disnaker Pekanbaru,Senin 17/02/2020.

Dalam mediasi Tripartit yang dimediasi Disnaker Pekanbaru terungkap bahwa selama bekerja Feni Lestari di beri upah jauh dibawah UMR.

Feni yang ditemui di disnaker kota Pekanbaru mengatakan bahwa tuntutan kekurangan upah yang di ajukan ke Yayasan saat Bipartit akhirnya di setujui oleh mediator.
"Saya senang, karena pada saat mediasi tadi mediator menyetujui bahwa upah yang saya terima selama ini benar belum memenuhi upah minimum ," ucapnya sungkat

Sefianus Zai,SH yang mendampingi Feni mengatakan bahwa dalam sidang mediasi tadi membuktikan bahwa selama ini YKKI tidak menjalankan Undang - Undang No.13 tentang Ketenagakerjaan.

"Kami berharap pihak YKKI segera memenuhi kewajibannya dan membayar kekurangan kekurangan upah dan pesangon mantan kawryawannya, dan berharap agar karyawan yang masih bekerja di YKKI juga dipenuhi hak-hak normatifnya," ucap Zai.

Beberapa sumber dari pekerja yang tidak bersedia disebutkan namanya bahwa perlakuan manajemen YKKI rada2 tidak manusiawi, upah rata-rata hanya 1,5 juta perbulan, tidak mendaftarakan BPJS ketenagakerjaan dan Kesehatan, sehingga jika ada yang sakit harus membayar sendiri.

Media ini yang meminta klarifikasi kepada pihak Yayasan Kalam Kudus Indonesia Pekanbaru, ibu Tuti (kepala kerohanian kalam kudus dan ibu Ria (HRD) Kalam Kudus, yang di utus pihak YKKI  untuk mediasi antara Feni lestari Gea (Korban PHK) antara pihak YKKI di Disnaker kota pekanbaru. Pada hari senin 17 februari 2020. Namun Saat di konfirmasi, satu katapun tak ada jawaban dari pihak YKKI alias Diam seribu bahasa.

Informasi yang dihimpun media ini, bahwa banyaknya pekerja di YKKI Pekanbaru ini, yang mempekerjakan tenaga kerja tidak dengan gaji UMR Pekanbaru, tidak mendafarkan di BPJS dan masih ada hak-hak lainya nya yang tidak di patuhi YKKI sesuai aturan dan tenaga kerja sesuai UU ketenaga kerjaan.

Menindak lanjuti hal tersebut diatas, media ini yang berhasil mengkonfirmasikan kepada Jhonny S, Kadisnaker Kota pekanbaru, di ruang kerjanya. Jawab kadisnaker mengatakan kepada madia ini, "YKKI Kalam Kudus Harus Penuhi dan penuhi Hak Tenaga Kerja," singkat Jhonny S tegas.

Kalam Kudus Tidak Layak Sandang Akreditasi A
Ketua Lsm Gerhana Pekanbaru, Ir. Tommy FM, SH, menyayangkan pihak Yayasan Kalam Kudus Indonesia Cabang Pekanbaru belum bisa memenuhi hak-hak tenaga kerja.

"Kita sayangkan ya, ini hak prinsip seorang tenaga kerja sebagai salah satu syarat meraih Akreditasi A," kata Tommy menjawab konfirmasi Riausidik.com, Senin (20/2/2020) siang.

Dikatakannya, Yayasan Kalam Kudus Indonesia Cabang Pekanbaru diketahui menyandang Akreditasi A perlu dipertanyakan. "Tidak layak, dan patut dipertanyakan akreditasi ini," ajak Tommy ke media. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved