Rabu, 03 09 2014
  Hendry: Pengalaman Menjadi Modal Utama | Bupati Yopi Arianto Buka MTQ ke-44 INHU | Hendry: SK Sudah Diterima Pemkab dari Gubri | Dispora Pekanbaru Ingin Kelola Venue Sky Air | Rp260 M Untuk Pembebasan Lahan Rumbai | Sukatma: Klien Kami Akan Pikir-pikir
 
 
Selasa, 02/09/2014 - 06:50:03 WIB
Panitia Porprov Utamakan LO PON
Hendry: Pengalaman Menjadi Modal Utama
Selasa, 02/09/2014 - 06:46:42 WIB
Berlangsung di Desa Batu Gajah Kecamatan Pasir Penyu
Bupati Yopi Arianto Buka MTQ ke-44 INHU
Selasa, 02/09/2014 - 06:41:34 WIB
Jelang Pelantikan DPRD INHU
Hendry: SK Sudah Diterima Pemkab dari Gubri
Selasa, 02/09/2014 - 06:20:20 WIB
Terbengkalai Pasca PON 2012 Lalu
Dispora Pekanbaru Ingin Kelola Venue Sky Air
Selasa, 02/09/2014 - 06:13:02 WIB
Perluasan Kawasan Ekonomi
Rp260 M Untuk Pembebasan Lahan Rumbai
Senin, 01/09/2014 - 18:45:13 WIB
Ratu Atut Menangis saat Divonis 4 Tahun Penjara
Sukatma: Klien Kami Akan Pikir-pikir
Senin, 01/09/2014 - 14:03:59 WIB
Dugaan Korupsi di Disdik Rohul Milyaran Rupiah
Ditreskrimsus Turun ke Rohul Bersama BPKP
Sabtu, 21/04/2012 - 09:10:11 WIB
Ibu Sejati dan Harum Namanya
Biografi R.A Kartini, Riwayat dan Perjuangannya
Sabtu, 30/11/2013 - 06:48:52 WIB
Cahaya di Langit Eropa
Nonton Bareng, Presiden Puji Film 99
Jumat, 24/02/2012 - 22:09:55 WIB
Berawal dari Kue Ultah, Wetty mendapat SP III
LSM Nilai Perusahaan GH Arogan dan Otoriter
Rabu, 07/05/2014 - 12:01:59 WIB
Pasca Dilantik Beberapa Waktu Lalu
Ketua DPRD Siak Terima Audiensi GWI Siak
Minggu, 01/04/2012 - 21:21:09 WIB
Diduga berawal dari dana Agunan 4 Milyar
Suruhan Bupati Inhil, Teror Rumah Sulastri
Rabu, 28/05/2014 - 00:33:01 WIB
Menuju Pilpres 2014
Berikut Nomor Rekening Sumbangan untuk Jokowi-JK
Rabu, 13/02/2013 - 09:25:12 WIB
Ketentuan dan Persyaratan
Penerimaan Brigadir Polisi Tahun 2013
Selasa, 03/06/2014 - 09:38:55 WIB
Menkes: Dirut RSUD Harus Berlatarbelakang Dokter
Jumat, 25/07/2014 - 00:11:50 WIB
LSM FPPI: Diduga PTPN V Gelapkan Dana Rekanan
Jumat, 25/07/2014 - 00:11:50 WIB
LSM FPPI: Diduga PTPN V Gelapkan Dana Rekanan
Jumat, 25/07/2014 - 00:11:50 WIB
LSM FPPI: Diduga PTPN V Gelapkan Dana Rekanan
Jumat, 21/03/2014 - 12:48:01 WIB
Dewan Pers Putuskan SKU Berantas Langgar Kode Etik
Senin, 02/06/2014 - 09:09:28 WIB
Husni Kamil: Itukan Diberi 3 Menit Untuk Bicara
Selasa, 03/06/2014 - 09:38:55 WIB
Menkes: Dirut RSUD Harus Berlatarbelakang Dokter
 
Siak
Dibuka Asisten I Setda Siak
BPMP-KB Gelar Pelataihan Bagi UED SP

Siak - Ramli - Rabu, 25/04/2012 - 14:12:29 WIB
Asisten I Setda Siak H sadikin S.Sos, saat memasangkan tanda peserta pelatihan pengelola UED SP PPD Kabupaten Siak di hotel Winaria,  hari ini Rabu (25/4)
TERKAIT:
Siak, Riausidik.com - Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMP-KB) kabupaten Siak menggelar pelatihan bagi pengelola UED SP di kabupaten Siak, yang dibuka secara resmi oleh Asisten I Setda Siak H sadikin S.Sos di hotel Winaria, Siak Sri Indrapura, hari ini Rabu (25/4).
 
Para peserta pelatihan terdiri dari para pengelola UED SP yang pernah dilatih di provinsi Riau dan yang belum pernah dilatih. Sarjana pendamping desa serta para Kepala Desa dengan mengambil tema peningkatan keberdayaan masyarakat perdesaan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Peserta pelatihan berjumlah 150 orang, dengan rincian Kepala Desa 52 orang, TU/Sekretariat Bumdes sebanyak 35 orang, kasir/bendaharawan bumdes 35 orang, pendamping desa local sebanyak 26 orang dan asisten SKM 2 orang. Sedangkan narasumber berasal dari BPM Bangdes provinsi Riau, fasilitator program PPD Riau, BAPPEDA Siak dan DPPKAD Siak. Pelaksanaannya akan dilakukan selama 4 hari dengan mendatangkan instruktur.
 
Kepala BPMPKB kabupaten Siak Ir Hj Rubiati mengatakan, Program Pemberdayaan Desa (PPD) merupakan salah satu program andalan pemerintah kabupaten Siak yang bertujuan untuk menanggulangi kemiskinan. Program ini meliputi Bantuan Dana Usaha Desa, Usaha Ekonomi Simpan Pinjam (UED SP) berupa bantuan permodalan yang meliputi 7 kegiatan, yakni perdagangan, pertanian, peternakan, perikanan, jasa. Perkebunan dan industri. Bantuan permodalan itu sendiri merupakan sharing dana pemerintah kabupaten Siak dengan pemerintah provinsi Riau.
 
Diterangkan Rubiati, maksud dan tujuan kegiatan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan pengelola UED-SP tentang dasar-dasar kebijaksanaan dalam pengembangan UED SP pada program pemberdayaan desa di kabupaten Siak. Hal ini dinilai karena Pengelola UED SP salah satu oaring terdepan dalam meningkatkan keberhasilan PPD, oleh karenanya dipandang perlu untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan manajerialnya, khusus nya yang berkaitan dengan system pelaporan yang sistematik dan terkini serta dapat dipertanggungjawabkan serta prosedur kerja yang tepat.
 
Sementara itu dalam sambutan Bupati Siak yang dibacakan Asisten I Setda Siak H Sadikin S.Sos mengungkapkan, penanggulangan kemiskinan dengan menitiberatkan pada pemberdayaan masyarakat sebagai pendekatan operasional, merupakan wujud komitmen pemerintah dalam merealisasikan kesejahteraan bagi masyarakat dan sesuai pula dengan Visi Siak 2011-2016 yang kemudian diterapkan pada misi Siak ke tiga. Program pemberdayaan bertujuan untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan berbasis pengembangan ekonomi masyarakat melalui pemberian Dana Usaha Desa (DUD).
 
Diterangkan Sadikin, Desa penerima UED SP kabupaten Siak tahun 2005 s/d 2012 berjumlah 102 desa/kelurahan dengan dana awal sebesar 47.000.000.000,-. Trediri dari sumber dana APBD SIak sebanyak 72 desa dengan dana awal 32.000.000.000 dan sumber dana APBD Riau sebanyak 30 desa dengan dana awal 15.000.000.000,-. Dengan dana awal tersebut jelas Sadikin telah berkembang menjadi 139.723.059.000, atau meningkat sebesar 297,28% dengan jumlah pemanfaat sebanyak 17.134 orang.
 
Karena program UED SP bertujuan untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan, maka Bupati melalui Asisten I menekankan kepada pengelola agar pinjaman yang diberikan khusus mengutamakan masyarakat miskin yang memiliki usaha ekonomi mikro atau masyarakat yang berkeinginan membuka usaha ekonomi mikro.
 
Namun sejauh ini papar sadikin masih terlihat beberapa kekurangan seperti penyimpangan penyaluran dana dibeberapa desa yang tidak tepat sasaran pinjaman yang tidak melalui prosedur yang telah ditetapkan, mekanisme kegiatan tidak berjalan dengan baik, adanya pengelola yang tidak aktif terutama pada desa yang sudah dilepaskan, kurangnya dukungan aparat desa, dan kurang nya koordinasi antara pengelola UED SP dengan aparat desa. Disamping itu lemahnya ketegasan aparat desa terhadap masyarakat yang menunggak serta lemahnya kesadaran masyarakat tentang pengguliran dana bahkan sengaja tidak mau membayar. ***
(2045) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2013 CV. ELANG NUSA PERS, All Rights Reserved