Minggu, 13 Juli 2014
  Mutasi 17 Staf Dinas PU Riau Pengaruhi Kinerja | Kapolda Riau Pantau Kotak Suara | Gubri Annas Lantik Wabup Rohil | Bupati Imbau Masyarakat Gemarkan Maghrib Mengaji | Andry Wibowo Terima Pengahrgaan dari Bupati | Warga Foto Bersama Wako dan Gubri
 
 
Minggu, 13/07/2014 - 21:34:23 WIB
Mutasi 4 Kabid Sebelumnya Belum Terisi
Mutasi 17 Staf Dinas PU Riau Pengaruhi Kinerja
Minggu, 13/07/2014 - 21:21:52 WIB
Di Malam Hari di PPK
Kapolda Riau Pantau Kotak Suara
Minggu, 13/07/2014 - 21:11:24 WIB
Tiada Lain Anak Kandungnya Sendiri
Gubri Annas Lantik Wabup Rohil
Jumat, 11/07/2014 - 21:28:19 WIB
Safari Ramadhan
Bupati Imbau Masyarakat Gemarkan Maghrib Mengaji
Jumat, 11/07/2014 - 21:25:21 WIB
HUT Bhayangkara ke-68 Polres Bengkalis
Andry Wibowo Terima Pengahrgaan dari Bupati
Jumat, 11/07/2014 - 21:02:19 WIB
Tinjau Sejumlah TPS di Pekanbaru
Warga Foto Bersama Wako dan Gubri
Jumat, 11/07/2014 - 19:54:54 WIB
Rampungkan RPJMD 2013 dan RPJMD 2011-2016
Setelah Ditetapkan, DPRD Siak Serahkan ke Eksekutif
Jumat, 24/02/2012 - 22:09:55 WIB
Berawal dari Kue Ultah, Wetty mendapat SP III
LSM Nilai Perusahaan GH Arogan dan Otoriter
Sabtu, 30/11/2013 - 06:48:52 WIB
Cahaya di Langit Eropa
Nonton Bareng, Presiden Puji Film 99
Sabtu, 21/04/2012 - 09:10:11 WIB
Ibu Sejati dan Harum Namanya
Biografi R.A Kartini, Riwayat dan Perjuangannya
Minggu, 01/04/2012 - 21:21:09 WIB
Diduga berawal dari dana Agunan 4 Milyar
Suruhan Bupati Inhil, Teror Rumah Sulastri
Rabu, 13/02/2013 - 09:25:12 WIB
Ketentuan dan Persyaratan
Penerimaan Brigadir Polisi Tahun 2013
Selasa, 16/07/2013 - 14:00:11 WIB
Rumdis RSUD Dijadikan Ajang Mesum
Sepasang Dokter Kepergok Security
Kamis, 23/02/2012 - 19:28:35 WIB
Diduga Terima Gratifikasi dari PT. RAPP
IPSPK3-RI Laporkan Bupati Meranti ke KPK
Minggu, 06/07/2014 - 12:24:00 WIB
Miing: Ironis, Hatta Tak Bisa bedakan Kalpataru dan Adipura
Jumat, 04/07/2014 - 00:09:00 WIB
Presiden Sampaikan 7 Intruksi Amanan Pilpres
Kamis, 14/11/2013 - 00:01:37 WIB
Disbudparpora Bengkalis Gelar Pesta Pantai
Jumat, 04/10/2013 - 18:24:52 WIB
SBU, SKA dan SKTK Siap dalam 7 Hari
Selasa, 17/06/2014 - 18:07:18 WIB
Baydura Tampil di Akademia Suhur Indoensia
Jumat, 21/03/2014 - 12:48:01 WIB
Dewan Pers Putuskan SKU Berantas Langgar Kode Etik
Senin, 02/06/2014 - 09:09:28 WIB
Husni Kamil: Itukan Diberi 3 Menit Untuk Bicara
 
Siak
Dibuka Asisten I Setda Siak
BPMP-KB Gelar Pelataihan Bagi UED SP

Siak - Ramli - Rabu, 25/04/2012 - 14:12:29 WIB
Asisten I Setda Siak H sadikin S.Sos, saat memasangkan tanda peserta pelatihan pengelola UED SP PPD Kabupaten Siak di hotel Winaria,  hari ini Rabu (25/4)
TERKAIT:
Siak, Riausidik.com - Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMP-KB) kabupaten Siak menggelar pelatihan bagi pengelola UED SP di kabupaten Siak, yang dibuka secara resmi oleh Asisten I Setda Siak H sadikin S.Sos di hotel Winaria, Siak Sri Indrapura, hari ini Rabu (25/4).
 
Para peserta pelatihan terdiri dari para pengelola UED SP yang pernah dilatih di provinsi Riau dan yang belum pernah dilatih. Sarjana pendamping desa serta para Kepala Desa dengan mengambil tema peningkatan keberdayaan masyarakat perdesaan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Peserta pelatihan berjumlah 150 orang, dengan rincian Kepala Desa 52 orang, TU/Sekretariat Bumdes sebanyak 35 orang, kasir/bendaharawan bumdes 35 orang, pendamping desa local sebanyak 26 orang dan asisten SKM 2 orang. Sedangkan narasumber berasal dari BPM Bangdes provinsi Riau, fasilitator program PPD Riau, BAPPEDA Siak dan DPPKAD Siak. Pelaksanaannya akan dilakukan selama 4 hari dengan mendatangkan instruktur.
 
Kepala BPMPKB kabupaten Siak Ir Hj Rubiati mengatakan, Program Pemberdayaan Desa (PPD) merupakan salah satu program andalan pemerintah kabupaten Siak yang bertujuan untuk menanggulangi kemiskinan. Program ini meliputi Bantuan Dana Usaha Desa, Usaha Ekonomi Simpan Pinjam (UED SP) berupa bantuan permodalan yang meliputi 7 kegiatan, yakni perdagangan, pertanian, peternakan, perikanan, jasa. Perkebunan dan industri. Bantuan permodalan itu sendiri merupakan sharing dana pemerintah kabupaten Siak dengan pemerintah provinsi Riau.
 
Diterangkan Rubiati, maksud dan tujuan kegiatan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan pengelola UED-SP tentang dasar-dasar kebijaksanaan dalam pengembangan UED SP pada program pemberdayaan desa di kabupaten Siak. Hal ini dinilai karena Pengelola UED SP salah satu oaring terdepan dalam meningkatkan keberhasilan PPD, oleh karenanya dipandang perlu untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan manajerialnya, khusus nya yang berkaitan dengan system pelaporan yang sistematik dan terkini serta dapat dipertanggungjawabkan serta prosedur kerja yang tepat.
 
Sementara itu dalam sambutan Bupati Siak yang dibacakan Asisten I Setda Siak H Sadikin S.Sos mengungkapkan, penanggulangan kemiskinan dengan menitiberatkan pada pemberdayaan masyarakat sebagai pendekatan operasional, merupakan wujud komitmen pemerintah dalam merealisasikan kesejahteraan bagi masyarakat dan sesuai pula dengan Visi Siak 2011-2016 yang kemudian diterapkan pada misi Siak ke tiga. Program pemberdayaan bertujuan untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan berbasis pengembangan ekonomi masyarakat melalui pemberian Dana Usaha Desa (DUD).
 
Diterangkan Sadikin, Desa penerima UED SP kabupaten Siak tahun 2005 s/d 2012 berjumlah 102 desa/kelurahan dengan dana awal sebesar 47.000.000.000,-. Trediri dari sumber dana APBD SIak sebanyak 72 desa dengan dana awal 32.000.000.000 dan sumber dana APBD Riau sebanyak 30 desa dengan dana awal 15.000.000.000,-. Dengan dana awal tersebut jelas Sadikin telah berkembang menjadi 139.723.059.000, atau meningkat sebesar 297,28% dengan jumlah pemanfaat sebanyak 17.134 orang.
 
Karena program UED SP bertujuan untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan, maka Bupati melalui Asisten I menekankan kepada pengelola agar pinjaman yang diberikan khusus mengutamakan masyarakat miskin yang memiliki usaha ekonomi mikro atau masyarakat yang berkeinginan membuka usaha ekonomi mikro.
 
Namun sejauh ini papar sadikin masih terlihat beberapa kekurangan seperti penyimpangan penyaluran dana dibeberapa desa yang tidak tepat sasaran pinjaman yang tidak melalui prosedur yang telah ditetapkan, mekanisme kegiatan tidak berjalan dengan baik, adanya pengelola yang tidak aktif terutama pada desa yang sudah dilepaskan, kurangnya dukungan aparat desa, dan kurang nya koordinasi antara pengelola UED SP dengan aparat desa. Disamping itu lemahnya ketegasan aparat desa terhadap masyarakat yang menunggak serta lemahnya kesadaran masyarakat tentang pengguliran dana bahkan sengaja tidak mau membayar. ***
(1735) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2013 CV. ELANG NUSA PERS, All Rights Reserved