Pemerintah Kabupaten Nias Barat
 
Turut Mengejar Maling
Anak Wabup Nias Barat Dituduh Menganiaya

Dibaca sebanyak 13521 kali
Kabupaten Nias Barat | Laporan: Adi/Sis | Senin, 14/08/2017 | 11:22:41 WIB
 
Wakil Bupati Nias Barat, Khenoki Waruwu saat diwawancarai Riausidik.com, di rumahnya, Jalan Tirta Umbu, Kota Gunungsitoli. [Foto: Adi Eli Laoly]
Nias Barat, Riausidik.com - Terkait kejadian di Kota Gunungsitoli tepatnya di Jalan Sirao beberapa hari lalu, saat Kevin putra dari Khenoki Waruwu (Wakil Bupati Nias Barat), bersama puluhan massa mengejar Oralit Darman Ndruru terduga maling disalah satu rumah di Jalan Sirao, berbuntut panjang, setelah keluarga terduga maling itu beberapa hari lalu mengadukan Kevin ke Polres Nias dengan tuduhan penganiayaan.

Wakil Bupati Nias Barat, Khenoki Waruwu kepada Riausidik.com(Minggu, 13/8) di  rumahnya, Jalan Tirta Umbu, KBN Kota Gunungsitoli, membantah kalau anaknya Kevin terlibat penganiayaan terhadap terduga maling Oralit Darman Ndruru.

"Saat itu sekitar pukul 03.00 Wib dini hari Selasa (8/8), anak saya bersama teman-temannya sedang duduk, disalah satu warung di Kota Gunungsitoli, namun tiba-tiba salah seorang menelfon minta bantuan, karena di rumah yang dijaganya ada orang mencurigakan diduga maling sedang memanjat pipa di rumah itu, dan karena rasa solidaritas kepada teman-temannya, sehingga anak saya, ikut mengejar maling itu," beber Khenoki.

Khenoki mengaku kejadian itu baru diketahuinya setelah seseorang menelfonnya mengaku dari salah satu LSM pada hari Kamis (10/8), ingin jumpa membicarakan terkait pengeroyokan yang melibatkan anaknya Kevin, dua hari lalu di Pasar Yaahowu. Karena merasa kaget mendengar anaknya terlibat pengeroyokan, akhirnya Khenoki Waruwu mempersilahkan penelfon itu untuk datang ke rumahnya.

"Beberapa orang datang ke rumah ini mengaku keluarga Oralit Darman Ndruru (terduga maling), dan beberapa orang lagi mengaku anggota LSM, mereka membicarakan perdamaian dengan meminta dua puluh juta rupiah, waktu itu saya tidak ladeni permintaan mereka, saya hanya sampaikan kalau memang ada korban luka, agar dibawa ke Rumah Sakit berobat, nanti berapa biaya perobatannya di Rumah Sakit sebagai rasa kemanusiaan saya bantu," ulas Khenoki.

Khenoki Waruwu mengaku kecewa terhadap issu yang beredar di medsos akhir-akhir ini, maupun pemberitaan dibeberapa media online, yang dianggapnya sepihak karena belum pernah dilakukan konfirmasi kepada anaknya. Dia juga mengingatkan para wartawan semestinya selalu menjaga kode etik jurnalistik, sehingga pemberitaan yang dipublikasikan selalu berimbang tidak menyudutkan salah satu pihak. 

“Memang sejauh ini belum ada rencana menempuh jalur hukum terkait pemberitaan yang menyudutkan anak saya serta mengait - ngaitkan jabatan saya sebagai Wakil Bupati Nias Barat. Saya pantau aja dulu, kalau mereka terus melakukan hal yang sama, tidak tertutup kemungkinan bukan hanya saya yang akan menempuh jalur hukum, namun bisa saja nanti masyarakat Nias Barat akan menuntut yang bersangkutan”, Kata Khenoki.

Senada dengan itu Dedy Tanjung yang ikut mengejar terduga maling itu kepada Riausidik.com Minggu (13/8) menceritakan yakni sekitar pukul 03.00 Wib dini hari Selasa (8/8), dia bersama Kevin dan temannya yang lain duduk sambil ngobrol disalah satu warung di Jalan Kelapa, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli.

Sedang asyik ngobrol salah seorang teman mereka bernama Anda Tanjung menerima telfon dari seseorang meminta bantuan untuk datang ke rumahnya karena ada orang mencurigakan sedang memanjat pipa. Mendengar ada maling, ketiga pemuda ini yakni, Anda Tanjung, Dedy Tanjung dan Kevin dengan menggunakan sepeda motor masing – masing, menuju lokasi.

"Setiba dilokasi, kami melihat ada tiga orang, dua sedang manjat pipa dan satu orang lagi dibawah memantau. Mungkin takut karena ada orang datang, satu orang yang manjat di pipa lompat kebawah dan langsung lari bersama kawannya yang sudah menunggu dibawah, sementara yang satunya masih diatas pipa," ucap Dedy.

Pengakuan Dedy, mereka mengejar kedua terduga maling itu karena lari, dan sesampai di Pasar Yaahowu, Oralit Darma Ndruru (terduga maling) jatuh dari sepeda motornya, lalu dia ditangkap massa.

"Karena yang dua orang itu lari, kami langsung mengejar sambil berteriak maling, sehingga ada sekitar 20 orang massa ikut mngejar, dan sesampai dipasar Ya’ahowu dia (Oralit Darman Ndruru) terjatuh dari sepeda motornya, kemudian ditangkap massa," kata Dedy.

Dedy juga membantah bahwa dirinya dan Kevin, memukuli Oralit Darman Ndruru, seperti yang dituduhkan. "Saya hanya ikut nangkap bang, Kevin juga saya lihat tidak ada memukul, kalau yang lain saya kurang tau, karena saat itu posisi ramai," kata Dedy.

Menurut Dedy, malam itu Oralit Darman Ndruru terduga maling itu, berencana mau dibawa ke kantor Polisi, namun salah seorang yang mengaku penjaga alat – alat berat di taman Ya’ahowu mengaku kenal dengan Oralit Darma Ndruru, dia meminta agar dilepas aja karena merasa kasihan, Ucapnya.

Sementara itu Ade Putra Tanjung penjaga rumah milik abangnya itu, mengaku melihat dari jendela rumah lantai II, satu orang sedang memanjat pipa dan dua orang lagi berdiri disamping sepeda motor yang mereka tumpangi. Dan karena merasa takut Ade Putra Tanjung langsung menelfon Anda Tanjung abang sepupunya, yang saat itu sedang berada di salah satu warung di Jalan Kelapa, Kota Gunungsitoli.

"Kejadiannya pada hari Selasa (8/8) sekitar pukul 03.00 Wib dini hari, saat itu saya berada di Lantai II rumah sedang main HP, kemudian saya mendengar suara mencurigakan diluar rumah, dan waktu saya lihat melalui jendela, ada tiga orang di luar rumah, satu orang sedang memanjat pipa pembuangan, dua orang lagi berdiri dekat sepeda motor," kata Ade Putra Tanjung kepada wartawan Riausidik.com melalui telfon selularnya (Minggu, 13/8).

Ade yang mengaku takut, setelah melihat tiga orang mencurigakan itu, langsung menelfon abang sepupunya Anda Tanjung. Dan tak lama kemudian Anda Tanjung bersama teman-temannya tiba lokasi, dan benar saja para maling itu melarikan diri. Namun kejadian selanjutnya Ade mengaku tidak tahu.

"Setelah saya lihat ketiga orang itu, saya telfon abang sepupu, saya gak berani ngecek keluar rumah bang, saya takut mereka bawa benda tajam. Dan sesampainya Anda bersama teman- temannya, ketiga orang itu lari, mereka langsung dikejar, dan kejadian selanjutnya saya gak tahu lagi bang," ucap Ade.

Terpisah, saat wartawan Riausidik.com mendatangi rumah Oralit Darman Ndruru pada hari Minggu (13/8), bermaksud melakukan konfirmasi, Taliwaauri Ndruru ayah dari Oralit Darman Ndruru mengatakan anaknya tidak bisa dikonfirmasi. “ Kami sudah laporkan ke Polisi, anak saya malam itu dianiaya," ucapnya singkat.

Namun saat wartawan Riausidik.com menanyakan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) terkait pengaduannya di Polres Nias, Taliwaauri Ndruru mengaku hingga saat ini belum menerima STPL dari kepolisian, namun dia meyakinkan bahwa dia sudah melapor.

"Saya belum menerima STPL, besok saya ambil ke Polres, saya juga kurang mengerti apa itu STPL itu," katanya Taliwaauri Ndruru yang tampak bingung. ***
 

Selasa, 20/08/2019 - 16:19:04 WIB
Bupati Nias Barat Hadiri Penempatan Kantor Baru DWP

Sabtu, 09/12/2017 - 21:34:33 WIB
Bupati Nias Barat Terima Penghargaan

Senin, 20/11/2017 - 07:55:47 WIB
Pilkades se-Nias Barat Berlangsung Sukses

Minggu, 19/11/2017 - 19:52:40 WIB
Wabup dan Kapolres Nias Turun Lapangan

Minggu, 05/11/2017 - 21:16:30 WIB
Dari Nias, Lulus dengan Hasil Memuaskan

Rabu, 18/10/2017 - 19:57:25 WIB
KPU Nias Barat Terima Pendaftaran, Partai Berikut Ini

Minggu, 24/09/2017 - 21:29:47 WIB
Faduhusi: Pelayanan Prima Kewajiban Mutlak ASN

Senin, 14/08/2017 - 11:22:41 WIB
Anak Wabup Nias Barat Dituduh Menganiaya

Rabu, 02/08/2017 - 21:31:01 WIB
Bupati Nias Barat Lantik Panitia Pilkades Serentak

Jumat, 28/07/2017 - 22:32:37 WIB
PAW Pengurus Dharma Wanita berlangsung Hikmad

Sabtu, 27/05/2017 - 19:32:42 WIB
Bupati Nias Barat Temui Keluarga Korban

Sabtu, 27/05/2017 - 19:16:20 WIB
Bupati Nias Barat Saksikan Vinal Sepak Bola

Kamis, 25/05/2017 - 21:58:18 WIB
Pemkab Bias Barat Peringati Harkitnas

Minggu, 21/05/2017 - 09:45:49 WIB
16 Eselon III, Berikut Nama-namanya

Sabtu, 20/05/2017 - 08:53:20 WIB
Bupati Nias Barat Geram, Kasek Tidak Dilokasi

Sabtu, 20/05/2017 - 08:39:06 WIB
Pendaftaran Putri Pariwisatan Nias Barat 2017 Ditutup

Sabtu, 20/05/2017 - 08:21:25 WIB
Bupati dan Wabup Pantau UN di Sejumlah SD

Jumat, 19/05/2017 - 23:03:11 WIB
Bupati Buka Pelatihan LP3 PKK

Jumat, 19/05/2017 - 22:51:32 WIB
Wabup Nias Barat Tinjau 2 SD

Senin, 15/05/2017 - 20:58:32 WIB
Wabup Nias Barat Hadiri HUT ke-25 Komunitas Waruwu

Senin, 15/05/2017 - 20:49:15 WIB
Sekda Lepas Atlet Pensak Silat

Jumat, 12/05/2017 - 15:17:33 WIB
Berikut Nama-nama Peserta OSN yang Diberangkatkan

Selasa, 09/05/2017 - 23:14:42 WIB
Rektor IKIP Gunungsitoli Meninggal Dunia

Selasa, 09/05/2017 - 23:02:55 WIB
Wabup Nias Barat Hadiri Puncak Perayaan Paskah

Sabtu, 06/05/2017 - 12:14:36 WIB
Sekdakab Nias Barat Bahas Draf RIPARKAB

 
HOME | UTAMA
Pemerintah Kabupaten Nias Barat © 2013