Pemerintah Kota Gunungsitoli
 
Dugaan Korupsi DD Namohalu
JPKP Desak Polres Nias Usut Kasus Bazaro Harefa

Dibaca sebanyak 1947 kali
Pemko Gunung Sitoli | Laporan: Adi Eli Laoly | Senin, 13/11/2017 | 20:39:47 WIB
 
Mantan Kepala Desa Namohalu, Bazaro Harefa. [dok.]
Nias Utara, Riausidik.com - Wakil Ketua DPC Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Nasional, Kabupaten Nias Utara, Sinemaaro Hulu mendesak Kepolisian Resort Nias agar secepatnya memproses kasus dugaan korupsi yang melibatkan Mantan Kepala Desa Namohalu, Bazaro Harefa.

Desakan ini terkait pelaksanaan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2016 lalu dengan pagu dana berkisar Rp800 juta. Hal itu diungkapkan Sinemaaro kepada wartawan saat dihubungi via seluler, Sabtu (11/11/2017).

Menurutnya, kasus dugaan korupsi pada pelaksanaan DD Tahun Anggaran 2016 itu sangat fatal dan banyak didapatkan pelanggaran.

Hal itu semakin menguat setelah keluarnya hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Provinsi Sumatera Utara pada bulan Juli 2017 lalu dimana ditemukan bahwa Kepala Desa Namohalu atas nama Bazaro Harefa belum menyampaikan hasil laporan realisasi penggunaan Dana Desa tahun 2016 sebesar Rp267 juta.

"Kasus dugaan korupsi pada pelaksanaan DD Tahun 2016 di Desa Namohalu ini jelas-jelas sangat fatal. Temuan BPK sudah ada. Kita berharap Kepolisian Resort Nias dapat menelusuri kasus ini sehingga terang benderang," harap Hulu.

Sebelumnya diberitakan, Bazaro Harefa, Mantan Kepala Desa Namohalu, Kecamatan Namohalu Esiwa Kabupaten Nias Utara, telah dilaporkan ke Polres Nias atas dugaan korupsi pada pelaksanaan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2016 lalu pagu dana berkisar 800 juta rupiah.

Bezaro dilaporkan ke Polres Nias karena diduga melakukan tindakan koorporasi dengan TPK dalam pengelolaan DD Tahun 2016, berupa penggelembungan harga (mark-Up) dan manipulasi SPJ.

"Kita telah melaporkan Kepala Desa Namohalu atas nama Bazaro Harefa dan tim TPK, atas dugaan korupsi pada pelaksanaan DD Tahun Anggaran 2016 lalu, dengan pagu dana berkisar 800 juta rupiah lebih. Dari hasil investigasi kita dilapangan ditemukan terjadi penggelembungan harga material, memanipulasi SPJ, serta penggelapan sisa material, ditambah lagi hasil temuan BPKP Rp267 juta hingga batas waktu enam puluh hari sejak keluarnya hasil audit BPKP itu sampai sekarang ini belum ada pertanggungjawaban," ujar Sinemaaro Hulu.

Ada beberapa kejanggalan pada pelaksanaan Dana Desa itu, kata Hulu, yakni salah satu item pekerjaan Pengaspalan Jalan Dari Kecamatan Menuju Gereja Namohalu sepanjang 425 meter adalah kuat dugaan kekurangan aspal, hal itu terbukti dari kondisi jalan yang sudah mulai rusak dan berlobang dibeberapa titik, juga terdapat kelebihan aspal sebanyak 10 drum namun aspal tersebut diduga telah digelapkan oleh Kades.

Kemudian pengadaan aspal, dalam SPJ dibeli disalah satu Toko/UD di Kecamatan Namohalu Esiwa, namun setelah ditelusuri tidak ditemukan Toko/UD penjual aspal di wilayah Kecamatan Namohalu Esiwa. Bahkan SPJ yang diduga fiktif itu dikerjakan sendiri oleh Kades, dan juga tidak pernah dipublikasikan kepada masyarakat Desa.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang didapatkan wartawan media ini, terkait dengan laporan JPKP Nasional tersebut, Mantan Kepala Desa Namohalu, Bazaro Harefa bersama TPK telah dipanggil ke Polres Nias beberapa waktu lalu. Namun hasilnya hingga saat ini masih belum disampaikan secara resmi kepada pelapor. ***
 

Selasa, 23/10/2018 - 11:19:36 WIB
Gubsu Terima Kunjungan FORKADA Nias

Rabu, 13/12/2017 - 13:43:11 WIB
Pemilu 2019 Mendatang, KPU Kota Gunungsitoli Lakukan Penataan Dapil

Rabu, 06/12/2017 - 10:54:17 WIB
Dianggap Ilegal Raja HP Cafe Rajanya Koki di Demo

Rabu, 29/11/2017 - 20:53:41 WIB
Juara I Diraih Pemahat dari Nias Selatan

Rabu, 29/11/2017 - 10:17:17 WIB
Datangkan Artis Ibu Kota PESTA YAAHOWU Resmi Di Tutup

Senin, 27/11/2017 - 17:32:28 WIB
Lomba Dayung PerahuTradisional Nias Ramaikan PESTA YAAHOWU.

Jumat, 24/11/2017 - 21:18:33 WIB
Lsm Penjara Demo Kantor Walikota

Jumat, 24/11/2017 - 21:02:08 WIB
Fatiwaso Optimis Majukan Desa Namohalu

Jumat, 24/11/2017 - 20:58:31 WIB
Sekjend Kemenkes RI Kunjungi RSUD Gunungsitoli

Jumat, 24/11/2017 - 08:00:08 WIB
Mayjen Pur. Christian Zebua Tinjau Stand Pameran

Rabu, 22/11/2017 - 08:01:22 WIB
Berpotensi Tsunami, Ini Kata BMKG

Jumat, 17/11/2017 - 06:59:17 WIB
Bupati Nias Ajukan Dua Ranperda ke DPRD

Jumat, 17/11/2017 - 06:47:52 WIB
Kasat: Tilang Naik, Laka Nihil

Senin, 13/11/2017 - 20:39:47 WIB
JPKP Desak Polres Nias Usut Kasus Bazaro Harefa

Jumat, 10/11/2017 - 22:45:30 WIB
Magiao Satwa Langka Kini Terancam Punah

Jumat, 10/11/2017 - 22:10:08 WIB
Yusman Tewas Terseret Arus Sungai Oyo

Minggu, 05/11/2017 - 21:11:56 WIB
Kapolres Nias Pimpin Rakor Lintas Sektoral

Jumat, 03/11/2017 - 18:48:47 WIB
Puluhan Sekolah Menjadi Binaan Kejari Nisel

Jumat, 03/11/2017 - 18:32:26 WIB
Pemko Bangun Patung Yesus di Soarowiga

Rabu, 01/11/2017 - 19:04:26 WIB
Kapolres Nias Pimpin Apel Pasukan

Selasa, 31/10/2017 - 18:57:41 WIB
DPR RI Tinjau RSUD Gunungsitoli

Selasa, 31/10/2017 - 18:38:07 WIB
Wawako Gunungsitoli Tutup MTQ

Selasa, 24/10/2017 - 16:27:05 WIB
Tiga Perwira di Polres Nias Disertijab

Senin, 16/10/2017 - 08:12:32 WIB
Mesin Setor Tunai Macet, Nasabah BRI Kesal

Kamis, 12/10/2017 - 16:27:48 WIB
Petani Padi dan Peternak Sapi Dapat Asuransi

 
HOME | UTAMA
PEMERINTAH KOTA GUNUNGSITOLI © 2013