Selain Dana Proyek Osaka Rohul Seakakan Tak Kenal Kovid-19
Aktifis Lsm Pertanyakan Realisasi Program Jokowi Soal Padat Karya di Riau

Dibaca sebanyak 15677 kali
Pemprov Riau | Laporan: Tim | Selasa, 03/08/2021 | 12:18:08 WIB
 
Inilah proyek Osaka Jaringan Sekunder dan Tersier D.I. OSAKA, Kabupaten Rokan Hulu, terlihat menggunakan tanah hitam bukan tanah merah. {Foto: Tim]
PPK Beni Terkesan Melindungi Rekanan

Pekanbaru, Riausidik.com - Proyek padat karya yang didengungkan Presiden Jokowi dimasa dampak Pendemi Covid-19, yang merupakan kegiatan pembangunan yang lebih banyak menggunakan tenaga manusia jika dibandingkan dengan tenaga mesin. Sepertinya masih menjadi tanda tanya besar di daerah.

"Proyek Osaka Rokan Hulu tahun 2021 ini melalui Kementerian PUPR Pusat yang menelan dana 22 Milyar lebih, justru dominan menggunakan tenaga mesin bukan tenaga manusia, Ironisnya ketika dalam pelaksanaan dilapangan justru diduga kuat menjadi ajang lahan korupsi segelintir elit di negeri ini. Lantas program padat karya sebagai Tameng Jakowi kah,?" kata Ir. Tommy FM, SH. S.Kom selaku Ketua Harian DPN-GERHANA (Dewan Pimpinan Nasional - Gerakan Himpunan Anak Nusantara) kepada Riausidik.com, Senin (2/8/21) sore di Pekanbaru.

Diketahui proyek diatas sedang berjalan, tahapan pekerjaan pembuatan tanggul Jaringan Sekunder. Untuk pekerjaan ini membutuhkan tanah timbun yang tidak sedikit. untuk panjang efektif belum mendapat keterangan resmi dari Beni selaku PPK, bahkan barubah-ubah, serta membantah tanah timbun yang digunakan bukan jenis warna hitam, melainkan tanah merah, padahal sangat terlihat pada gambar (berwarna hitam).

Terlihat jelas penimbunan menggunakan tanah hitam, bukan tanah pilihan atau merah.

Menjawab konfirmasi Riausidik.com beberapa waktu lalu, Beni selaku PPK Proyek Pembangunan Jaringan Sekunder dan Tersier D.I. OSAKA, Kabupaten Rokan Hulu, justru terlihat melindungi pihak rekanan. "Kita sudah kroscek dilapangan pak, tidak ada tanah hitam yang dipakai, melainkan tanah pilihan yakni tanah merah," jawab Beni.

Media ini saat menunjukan foto diatas, Beni justru tetap bersikukuh. Kendati mengakui lokasi pekerjaan. "Ia, itu lokasi pekerjaan kita. Tapi, tidak ada warna hitam seperti yang difoto bapak," kilahnya, tanpa memberikan foto perbandingan yang dimilikinya sebagai pendukung yang dibantah.

Saat disinggung soal apa saja pekerjaan berapa panjang, Beni menjawab datar. "Pembukaan jalur irigasi, panjangnya untuk tahun 2021 ini sepajang 3 Km lebih pak," jawabnya.

Sementara itu, dilapangan tim mendapat informasi tidak sesuai apa yang disampaikan Beni. Sesuai keterangan Rozi yang disebut-sebut pelaksana kegiatan mengaku tidak sesuai apa yang disampaikan Beni. "Panjangnya hanya 2.4 Krm pak, jawab Rozi kepada media ini via telepon.

Proyek OSAKA Rohul Masuk Kategori Padat Karya-kah,?
Menyikapi skema Padat Karya Tunai (PKT/cash for work). Alokasi anggaran PKT Kementerian PUPR tahun 2021 mengalami refocusing anggaran dari semula Rp 12,18 triliun menjadi Rp 23,24 triliun. Hal ini sesuai arahan Presiden Jokowi untuk memperluas anggaran program padat karya dalam rangka mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dampak Pandemi COVID-19.

Salah satu program PKT yang telah dimulai di Kementerian PUPR adalah pada bidang jalan dan jembatan. Pekerjaan yang dilaksanakan secara padat karya tersebut dilakukan di seluruh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional/Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Ditjen Bina Marga yang mencakup penanganan ruas jalan nasional di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Hedy Rahadian mengatakan, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR pada TA 2021 mendapat alokasi sebesar Rp6,69 triliun untuk program PKT yang direncanakan dapat menyerap 274.137 tenaga kerja. "Tercatat hingga saat ini realisasi padat karya yang sudah dilaksanakan sebesar 0,55 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebesar 109.047 orang," kata Hedy dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI, Selasa (30/3/2021) seperti dilansir sejumlah media nasional.

Hedy menyatakan, program PKT Bidang Jalan dan Jembatan diarahkan pada lokasi-lokasi yang berpotensi mengalami penambahan jumlah pengangguran akibat dampak Pandemi. "Jadi kami fokus di daerah-daerah padat penduduk terutama Pulau Jawa, Bali, NTB, dan Sumatera," ujarnya.

Padat karya rutin ini dikatakan Hedy akan berjalan linier menerus selama satu tahun anggaran 2021, dengan salah satu fokusnya penyerapan yang tinggi di Padat Karya Jalan dan Jembatan yakni pada kegiatan revitalisasi drainase jalan. "Oleh karena itu progres di Padat Karya ini cukup tinggi yakni sebesar 23 persen, " tuturnya.

Papan Plang Proyek Osaka Roul.

Menurut pengamatan Tommy, Proyek Osaka Rohul dengan dananya yang sangat fantastis, sangat terlihat dan dirasakan bukanlah salah satu upaya menampung tenaga kerja dimasa pendemi. "Jadi proyek tersebut layak dihentikan dan dananya dialihkan kepada kegiatan yang benar sejalan yang disampaikan Hedy Rahadian diatas (res)," kata Tommy.

Lsm Minta Hentikan Pekerjaan dan Evaluasi Pejabat Kementerian di Daerah
Atas dasar pemikiran diatas dan berbagai pertimbangan ril, serta untuk benar-benar menjalankan program Presiden Jokowi dalam penanggulangan dampak Pendemi covid-19 ini, dalam waktu dekat segera menyurati Presiden.

"Kita segera surat, Lsm Gerhana kita meminta kepada Presiden Jokowi untuk menegur Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan agar Kementerian PUPR menunda proyek yang jauh dari jabaran program jokowi saat ini, terlebih-lebih jika justru diduga kuat jadi ajang lahan "upeti" elit dilingkungan Kementerian PUPR itu sendiri," tegas Tommy.

Sebagaimana berita media ini sebelumnya, proyek yang berlokasi tepat di Desa Pasir Makmur Kecamatan Rambah Samo - Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) itu. Pada pekerjaan penimbunan tidak dilakukan pembersihan dengan optimal, kemudian jenis tanah timbun yang digunakan juga tidak sesuai sebagaimana yang tertuang didalam dokumen kontrak kerja.

Untuk diketahui, pada proses lelang pada Desember 2020 itu, peserta yang memasukan dokumen penawaran sebanyak 131 peserta, pada seleksi administrasi lulus 16 peserta, pada seleksi harga muncul tinggal 2 peserta lagi dan pemenang akhirnya ditetapkan perusahaan berbendera PT. Loeh Raya Perkasa,  dengan NPWP : 02.168.616.7-101.000 dengan nilai kontrak Rp Rp 22.802.123.391, selanjutnya penandatanganan Kontrak pada Maret 2021 lalu.

Upaya konfirmsi Riausidik.com pada Selasa (3/8/21) pagi kepada Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera III, Ir, Sahril, SP. namun telepon yang dihubungi dalam keadan sibuk, demikian halnya Satker SNVT bernama Suharianto telepon saat dihubungi tidak tersambung. ***

Editor: Wenny
 

Sabtu, 16/10/2021 - 08:16:06 WIB
Disdik Pekanbaru Segera Perbaiki Gedung SD Negeri 118 yang Terbakar

Selasa, 12/10/2021 - 07:12:52 WIB
Kasatpol PP: Jangan Langgar Regulasi PPKM Level 2

Selasa, 12/10/2021 - 07:09:04 WIB
Wali Kota Pekanbaru Dorong Percepatan Vaksinasi Bagi Lansia

Sabtu, 09/10/2021 - 10:13:11 WIB
Wali Kota Pastikan Tim Patroli Prokes Terus Awasi Masyarakat

Sabtu, 09/10/2021 - 10:10:53 WIB
Wali Kota: Pemko Siap Berinovasi untuk Kelola Keuangan Daerah Secara Digital

Senin, 04/10/2021 - 21:52:23 WIB
Kasus Covid-19 di Pekanbaru Mengalami Menurunan Tajam

Senin, 04/10/2021 - 21:49:59 WIB
Sekda Minta Dinsos Pekanbaru Segera Selesaikan Data Calon Penerima BLT

Selasa, 21/09/2021 - 14:55:32 WIB
29 Tempat Usaha dan 17 Warga Disanksi Selama PPKM Level III

Selasa, 21/09/2021 - 14:53:29 WIB
Wali Kota Pekanbaru Ajak Semua Pihak Waspadai Bahaya Narkoba

Selasa, 14/09/2021 - 13:42:50 WIB
Pemko Pekanbaru Segera Bahas Kelanjutan Pembangunan Pasar Induk

Selasa, 14/09/2021 - 13:39:44 WIB
Walikota Pekanbaru Raih TOP Pembina BUMD Award 2021

Rabu, 08/09/2021 - 14:39:34 WIB
Ketua Mabiran Bukit Raya Dikukuhkan

Senin, 06/09/2021 - 11:47:30 WIB
Pekanbaru Sudah Keluar dari Daftar Kota Zona Merah

Rabu, 01/09/2021 - 08:45:37 WIB
Sekda: Ingin Ada Inovasi di Masa Pandemi

Rabu, 01/09/2021 - 08:43:18 WIB
Belajar Tatap Muka Tetap Mengacu Kebijakan Kemendikbud

Selasa, 24/08/2021 - 08:03:50 WIB
Lurah Hingga RT Diminta Petakan Sumber Sampah

Selasa, 24/08/2021 - 08:00:54 WIB
Evaluasi Sementara, Pekanbaru Berada di PPKM Level IV

Senin, 16/08/2021 - 19:49:57 WIB
Walikota Firdaus Ikuti Sidang Paripurna HUT RI ke-76 secara Virtual

Jumat, 06/08/2021 - 08:20:20 WIB
12 Warga Pendatang Reaktif Covid-19

Jumat, 06/08/2021 - 08:17:34 WIB
Ingot: Pemko Akan Tata Jalan Agus Salim Menjadi Tiga Zona

Kamis, 05/08/2021 - 08:30:47 WIB
Tim Gugus Tugas Covid-19 Pekanbaru Tinjau Posko PPKM di Tuah Madani

Kamis, 05/08/2021 - 08:28:53 WIB
DLHK Pekanbaru Pastikan Mayoritas Sampah Diangkut Angkutan Resmi

Kamis, 05/08/2021 - 08:26:32 WIB
Banyak Anggaran Kegiatan Digeser Untuk Tangani Covid-19

Kamis, 29/07/2021 - 19:27:52 WIB
Walikota Ingatkan OPD Berkoordinasi Tangani Stunting

Kamis, 29/07/2021 - 19:25:46 WIB
Pekanbaru Kembali Raih Penghargaan Kota Layak Anak Kategori Nindya

 
HOME | UTAMA
PEMERINTAH PROVINSI RIAU © 2015