Selasa, 29 09 2020
  DPW MOI Riau Potong Tumpeng di HUT ke-II MOI | Kapolsek Tegal Selatan Dicopot Buntut Konser Dangdut | Ketua Ombudsman RI Harap Terciptanya Pelayanan Publik Non Diskriminatif | Gubri Harapkan Riau Science Techno Park Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Riau | Wali Kota Berencana Perpanjang PSBM di Kecamatan Tampan | 6 Proyek PL di DPMPTSP dan Diskes Kota Dilaporkan Minggu Ini ke Polda Riau
 
 
Senin, 28/09/2020 - 20:39:00 WIB
Usai Membuka RAKERWIL
DPW MOI Riau Potong Tumpeng di HUT ke-II MOI
Senin, 28/09/2020 - 09:34:21 WIB
Kapolsek Tegal Selatan Dicopot Buntut Konser Dangdut
Senin, 28/09/2020 - 09:29:24 WIB
Ketua Ombudsman RI Harap Terciptanya Pelayanan Publik Non Diskriminatif
Senin, 28/09/2020 - 09:27:07 WIB
Gubri Harapkan Riau Science Techno Park Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Riau
Senin, 28/09/2020 - 09:20:30 WIB
Wali Kota Berencana Perpanjang PSBM di Kecamatan Tampan
Senin, 28/09/2020 - 09:16:33 WIB
Tidak Transparan dan Indikasi Kerugian Negara
6 Proyek PL di DPMPTSP dan Diskes Kota Dilaporkan Minggu Ini ke Polda Riau
Selasa, 22/09/2020 - 16:44:17 WIB
Pemantapan Persiapan Rakerwil MOI Riau
DPW Gelar Zoom Meeting Turut Hadir Ketum MOI
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Sabtu, 25/03/2017 - 20:00:28 WIB
Siapkan Motor Baru Lagi
Suzuki Kian Bergairah
Rabu, 24/10/2018 - 10:45:09 WIB
Selamat dari Gempa Palu
Atlet Paralayang Singapura Tewas di India saat Beraksi
Selasa, 23/10/2018 - 14:31:38 WIB
Keputusan Nafa Urbach jadi Caleg, Ini Respon Zack Lee
Jumat, 05/10/2018 - 13:26:48 WIB
KPK: Wali Kota Pasuruan Dapat Jatah 10 Persen dari Proyek Rp 2,2 M
Sabtu, 04/03/2017 - 09:05:49 WIB
Tidak Ada di Hatchback Lain
Fitur Baru Hyundai i20 Sport
Senin, 22/10/2018 - 11:45:32 WIB
Bahaya Anak Terjebak Dalam Mobil Dengan Cuaca Panas
 
Olahraga
Selamat dari Gempa Palu
Atlet Paralayang Singapura Tewas di India saat Beraksi

Olahraga - rs/kc - Rabu, 24/10/2018 - 10:45:09 WIB
Atlet paralayang Singapura Ng Kok Choong (53) ditemukan tewas pada Selasa (23/10/2018), sehari setelah dia dinyatakan hilang.
Nel Delhi, Riausidik.com - Atlet paralayang asal Singapura, Ng Kok Choong, tewas saat beraksi di India. Jasadnya ditemukan pada Selasa (23/10/2018), sehari setelah dia dinyatakan hilang.

Diwartakan Straits Times, pria berusia 53 tahun itu sebelumnya selamat dari gempa berkekuatan 7,4 magnitudo di Palu, Sulawesi Tengah.

Situs resmi Federasi Olahraga Udara Singapura, Ng beraksi sekitar pukul 11.00 pada Senin (22/10/2018) di Bir-Billing, Himachal Pradesh. Ternyata, cuaca saat itu berubah menjadi buruk dan dia tidak kembali ke hotelnya usai beraksi.

Kemudian, pihak berwenang di India menemukan jenazah Ng, yang diambil dengan bantuan helikopter. "Warga Singapura itu terdaftar sebagai atlet paralayang dan hilang usai lepas landas dari Bir-Billing pada Senin lalu," ujar pejabat pemerintah setempat, Baijnath Vikas Shukla, seperti dikutip dari Hindustan Times.

Dia menambahkan, Ng kemungkinan tewas karena kehilangan kendali akibat angin kencang dan mengalami kecelakaan di sisi lain pegunungan.

"Kami berdoa untuk jiwamu, sahabat kami. Kami akan merindukanmu. Beristirahatlah dengan tenang," demikian ucapan duka dari Federasi Olahraga Udara Singapura.

Menurut laporan media lokal, Ng berada di Bir-Billing untuk mengikuti kompetisi Paragliding World Cup, yang dimulai pada Sabtu mendatang.

Ng merupakan pensiunan agen real estate. Dia berada di Palu karena berpartisipasi dalam kompetisi paralayang bulan lalu. Namun, gempa mengguncang daerah tersebut. Dia dan rekannya dari Belgia, Francois de Neuville meninggalkan hotel untuk mengunjungi festival di pantai terdekat saat gempa melanda.

Kembali ke hotel untuk mencari perlindungan, mereka malah mendapati seorang gadis kecil dan ibunya terjebak di bawah reruntuhan. Pada awalnya, mereka berhasil menyelamatkan gadis, lalu baru ibunya keluar dari reruntuhan beberapa jam kemudian.

"Mereka menangis dan kami berlari menghampiri mereka, mencoba untuk menarik guna membantu mereka keluar," katanya.
"Kami berhasil mengeluarkan gadis kecil, tapi ibunya masih terjebak," kenang Ng. Dia mengaku dapat melihat tsunami cepat mendekat, sebelum menyelamatkan ibu gadis tersebut. Ng termasuk di antara 60 warga asing yang dievakuasi oleh transportasi militer Indonesia dan kembali ke Singapura pada 30 September 2018. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved