Minggu, 25 Juli 2021
  Bupati Kampar ; Jadikan Padi Kuning Kampar Varietas Unggul Nasional | Bupati Kampar Resmi Luncurkan Mobil Vaksin Keliling | Bupati Kampar Terima Rp 2,3 Milyar dari Pajak Tol Pekanbaru-Dumai | Catur Sugeng : Tingkatkan Pelayanan dan Jadi Tauladan bagi Masyarkat | Bupati Kampar: Pemanfaatan Gas Bumi Untuk Daerah dan Kesejahteraan Masyarakat | Bupati Kampar dampingi Kunjungan Wamen ATR/BPN RI
 
 
Kamis, 12/07/2021 - 17:53:16 WIB
Bupati Kampar ; Jadikan Padi Kuning Kampar Varietas Unggul Nasional
Senin, 09/07/2021 - 17:53:12 WIB
Bupati Kampar Resmi Luncurkan Mobil Vaksin Keliling
Jumat, 06/07/2021 - 17:53:11 WIB
Bupati Kampar Terima Rp 2,3 Milyar dari Pajak Tol Pekanbaru-Dumai
Senin, 02/07/2021 - 17:53:10 WIB
Lantik 21 Pejabat Pengawas dilingkungan Pemkab Kampar
Catur Sugeng : Tingkatkan Pelayanan dan Jadi Tauladan bagi Masyarkat
Sabtu, 22/06/2021 - 17:53:21 WIB
Saksikan Penandatangan MOU Antara PT. BKSE dengan PT .BBG
Bupati Kampar: Pemanfaatan Gas Bumi Untuk Daerah dan Kesejahteraan Masyarakat
Jumat, 21/06/2021 - 17:53:28 WIB
Percepatan Perubahan Fungsi Kawasan HPK Menjadi APK
Bupati Kampar dampingi Kunjungan Wamen ATR/BPN RI
Selasa, 18/06/2021 - 17:53:26 WIB
Bupati Kampar Hadiri RUPS Bank Riau Kepri
 
Pendidikan
Presiden Sebut Ada Pendidikan Karakter
Jokowi: Masuknya Budaya Asing Tidak Perlu Dikhawatirkan

Pendidikan - GUN/AGG/ES - Senin, 04/03/2019 - 19:54:55 WIB
Presiden Jokowi berfoto bersama siswa SMA Taruna Nusantara 2019, di halaman Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Senin (4/3) siang. [Foto: AGUNG/Humas]
Jakarta, Riausidik.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, bahwa di sekolah-sekolah sekarang ini sudah dilakukan pendidikan karakter, sudah dilakukan yang namanya pendidikan budi pekerti. Karena itu, Presiden menilai, tidak perlu dikhawatirkan masuknya budaya-budaya luar ke negara kita.

“Kalau kita sadar akan budaya kita sendiri, sadar akan karakter-karakter keindonesiaan yang kita miliki, ya enggak perlu khawatir masuknya budaya-budaya luar ke negara kita ini, tak perlu khawatir,” kata Presiden Jokowi menjawab seorang siswa SMA Taruna Nusantara 2019 saat berkunjung ke Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (4/3) siang.

Menurut Kepala Negara, kita boleh saja lihat K-Pop, tapi kita sendiri kan punya musik yang lebih bagus, keroncong, musik dangdut, musik-musik di Ambon yang sangat bagus, lagu-lagu daerah dari seluruh penjuru tanah air kita juga memiliki.

Untuk itu, Kepala Negara mempersilakan kalau mau untuk pembanding, mau lihat juga silakan sebagai komparasi, tidak ada masalah. Tetapi pendidikan-pendidikan karakter, pendidikan budi pekerti, pendidikan mengenai kesopansantunan, pendidikan mengenai tata krama, baik ke guru, ke orang tua, ke rekan yang lebih senior, senioritas, hal seperti ini yang harus terus ditumbuhkan sejak anak di usia dini sehingga karakter-karakter itu tidak hilang di negara kita Indonesia.

“Saya yakin kita memiliki kekuatan yang baik dari infiltrasi budaya-budaya asing,” ucap Presiden Jokowi seraya menunjuk adanya  kekuatan ideologi Pancasila juga sangat mempengaruhi sehingga kekuatan itu betul-betul sulit ditembus oleh budaya-budaya asing yang ingin masuk.

“Sekali lagi enggak ada masalah. Ada K-Pop ke sini, mungkin para siswa mau lihat ya silakan lihat saja, oh bagus, ya sudah bagus. Tapi kita tidak terpengaruh oleh hal-hal seperti itu,” sambung Presiden.

Kepala Negara menuturkan, kita harus memiliki keyakinan bahwa negara ini akan menjadi negara besar, negara yang kuat ekonominya, karena dari hitung-hitungan baik dari McKinsey Global Institute, Bank Dunia, Bappenas pada 2040, 2045 Indonesia akan menjadi negara ekonomi kuat 4 besar, masuk kelompok 4 besar terbesar di dunia.

Artinya , lanjut Presiden, ini nanti adalah  para siswa yang akan memetik hasil perjuangan-perjuangan para pendahulu kita, nanti umur-umur 37-40 , saatmereka sudah memegang kunci-kunci di semua lini, di semua bidang yang ada, semua sektor yang ada. “Saat itulah negara kita bisa menjadi 3 besar atau 4 besar ekonomi terkuat di dunia,” ujar Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi juga menyampaikan, bahwa dirinya sudah menyampaikan

kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), bahwa contoh yang ada di SMA Taruna Nusantara bisa dipakai sebagai contoh bagi SMA/SMK yang lainnya di seluruh tanah air. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved