Jum'at, 05 Juni 2020
  KPK Didesak Sita Aset Miliaran Rupiah Milik Nurhadi dan Menantunya | Berprestasi, Ipda Esafati Daeli, SH Terima Penghargaan | Korban Ditemukan Tewas Tergeletak Didepan Teras | Sadis..! Siswa SMP di Rohul Tega Sayat Leher Gadis Cilik, Lalu Dibuang ke Parit | Managemant PTPN V Sro Tega Seret Warga Miskin ke Pengadilan | Tersangka Suap Izin Alih Fungsi Hutan di Riau Segera Disidangkan
 
 
Kamis, 04/06/2020 - 22:57:03 WIB
KPK Didesak Sita Aset Miliaran Rupiah Milik Nurhadi dan Menantunya
Kamis, 04/06/2020 - 22:39:44 WIB
Diserahkan Langsung oleh Kapolres Pelalawan
Berprestasi, Ipda Esafati Daeli, SH Terima Penghargaan
Kamis, 04/06/2020 - 09:24:42 WIB
Pembunuhan Tragis!!
Korban Ditemukan Tewas Tergeletak Didepan Teras
Kamis, 04/06/2020 - 09:20:33 WIB
Sadis..! Siswa SMP di Rohul Tega Sayat Leher Gadis Cilik, Lalu Dibuang ke Parit
Kamis, 04/06/2020 - 09:06:25 WIB
Diduga Mencuri 3 Tandan Sawit Buat Beli Beras
Managemant PTPN V Sro Tega Seret Warga Miskin ke Pengadilan
Rabu, 03/06/2020 - 21:26:45 WIB
Tersangka Suap Izin Alih Fungsi Hutan di Riau Segera Disidangkan
Rabu, 03/06/2020 - 21:21:30 WIB
New Normal di Pekanbaru, Tempat Hiburan Wajib Mengikuti Aturan Ini
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Sabtu, 25/03/2017 - 20:00:28 WIB
Siapkan Motor Baru Lagi
Suzuki Kian Bergairah
Rabu, 24/10/2018 - 10:45:09 WIB
Selamat dari Gempa Palu
Atlet Paralayang Singapura Tewas di India saat Beraksi
Selasa, 23/10/2018 - 14:31:38 WIB
Keputusan Nafa Urbach jadi Caleg, Ini Respon Zack Lee
Jumat, 05/10/2018 - 13:26:48 WIB
KPK: Wali Kota Pasuruan Dapat Jatah 10 Persen dari Proyek Rp 2,2 M
Sabtu, 04/03/2017 - 09:05:49 WIB
Tidak Ada di Hatchback Lain
Fitur Baru Hyundai i20 Sport
Senin, 22/10/2018 - 11:45:32 WIB
Bahaya Anak Terjebak Dalam Mobil Dengan Cuaca Panas
 
Nasional
Mengulang Narasi 2014
Prabowo Klaim Menang Pilpres 2019

Nasional - rs - Kamis, 18/04/2019 - 14:15:27 WIB
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto bersiap menyampaikan konferensi pers terkait perolehan hitung cepat pemilihan presiden 2019 di Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (17/4/2019).
Jakarta, Riausidik.com - Dengan nada berapi-api, Prabowo Subianto, Calon Presiden nomor urut 02, menyatakan kemenangannya berdasar hasil hitung cepat internal.

Ia memberikan pidato, setelah hampir seluruh hasil hitung cepat lembaga survei publik mengeluarkan angka bahwa ia kalah dalam Pemilu Presiden 2019.

Seolah mengimbangi narasi lembaga survei yang memenangkan Joko Widodo, Prabowo mengklaim ia menang 55,4 persen berdasar hasil hitung internal "Hasil quick count kita menang 55,4 persen," ujar Prabowo di Rumah Pemenangan Kertanegara, Rabu (17/4/2019).

Saat berpidato, Prabowo tak ditemani Sandiaga Salahuddin Uno, calon wakil presiden pendampingnya. Namun, ia tetap bersemangat mengingatkan para pendukungnya atas klaim yang ia sebut.

Mantan Danjen Kopassus ini juga mewanti-wanti dengan menyebut narasi lembaga survei publik yang berusaha menggiring opini, bahwa ia benar-benar kalah.

Ia pun meminta para pendukungnya tidak berhenti mengawasi jalannya Pilpres 2019. "Jangan terpancing [oleh hasil lembaga survei]." Prabowo menutup pidatonya dan mengimbau para pendukungnya tidak terprovokasi melakukan kekerasan dalam segala bentuk.

"Saya mengimbau pendukung-pendukung saya semuanya agar tetap tenang dan tidak terprovokasi," kata Prabowo. Malam hari, Prabowo kembali berpidato dan masih tak didampingi Sandiaga.

Kali ini, ia makin bersemangat berpidato untuk kembali menegaskan dirinya menang dan akan jadi presiden bagi seluruh rakyat.

"Ini kemenangan bagi rakyat Indonesia, seluruh rakyat indonesia, dan saya katakan di sini, saya akan jadi presiden seluruh rakyat Indonesia, dan bagi saudara sekalian yang membela 01, tetap kau akan saya bela," kata Prabowo.

"Saya akan dan sudah menjadi presidennya seluruh rakyat Indonesia. Kita akan membangun Indonesia yang menang, Indonesia yang adil makmur, yang damai, dan disegani seluruh dunia," imbuhnya.

Saat memberikan pidato kemenangan, ia didampingi Ketua Dewan Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, Sekjen PKS Mustafa Kemal, Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif, Jurkamnas BPN Idrus Sambo, Wakil Ketua BPN Tedjo Edy, dan Wakil Ketua Dewan Penasihat Partai Gerindra Yunus Yosfiah.

Prabowo kemudian menutup pidatonya dengan takbir dan bersujud. Keok di Quick Count Mengklaim Kemenangan Seperti Pilpres 2014 Pidato dan sujud serupa, sejatinya pernah juga dilakukan Prabowo saat pertarungan Pilpres 2014.

Prabowo yang saat itu didampingi Hatta Rajasa, calon wakilnya dalam Pilpres 2014, juga membuat narasi serupa seperti sekarang. Ia mengklaim kemenangan itu berdasarkan hasil hitung cepat lembaga survei yang ia gunakan untuk internal pemenangan Prabowo-Hatta.

"Dari quick count berbagai lembaga survei, dan dari lembaga survei-lembaga survei yang kami gunakan sebagai rujukan, kita bersyukur bahwa dari semua keterangan yang masuk, menunjukkan bahwa kami, pasangan nomor satu Prabowo-Hatta, mendapatkan dukungan dan mandat dari rakyat Indonesia, kami dari koalisi merah-putih," kata Prabowo saat itu.

"Kami dari koalisi merah-putih, menyampaikan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kami, pasangan nomor satu, Prabowo-Hatta, dari koalisi merah-putih," ia menegaskan.

Saat Prabowo menyatakan pidato kemenangan atas hasil perhitungan internal, lembaga-lembaga survei publik saat itu juga mengunggulkan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla. Populi Center misalnya, merilis hasil hitung cepat Prabowo-Hatta dengan perolehan suara 49,05 persen, sedangkan Jokowi-JK sebesar 50,95 persen. Sementara itu, hasil hitung cepat CSIS menyebut Prabowo-Hatta mendapat perolehan suara sebesar 48,1 persen dan Jokowi-JK 51,9 persen. Pun demikian dengan SMRC yang merilis hasil serupa dengan kemenangan Jokowi sebesar 52,91 persen, lebih unggul dibanding Prabowo yang mendapatkan hasil 47,09 persen.

Hasil hitung cepat itu pun kemudian dikuatkan dengan hasil hitung resmi (real count) KPU yang merilis pasangan Jokowi-JK unggul dengan perolehan suara sebesar 53,15 persen.

Sementara Prabowo-Hatta Rajasa hanya memperoleh suara sebesar 46,85 persen.

Sandiaga Uno Kalah di Kandang Sendiri Hasil Lembaga Survei Tak Jauh Berbeda Dengan KPU Philips Jusario Vermonte, Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS), mengatakan hasil hitung cepat pasangan calon 01 (Jokowi-Maruf), sejauh ini memang mengungguli pasangan calon 02 (Prabowo-Sandi) dengan selisih lebih dari 10 persen. Prabowo memperoleh suara 44,2 persen, sementara Jokowi memperoleh suara sebesar 55,8 persen.

"Dengan selisih dua digit yang lebih dari 10 persen, sepertinya data ini tidak akan jauh berbeda dibanding dengan hitungan KPU nantinya," ujar Philips saat menggelar keterangan pers di Kantor CSIS, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2019).

Philips menjelaskan, selisih suara pada Pilpres 2019 lebih besar ketimbang 2014 yang hasil perolehan suaranya hanya terpaut 6 persen. Dengan demikian, kata Philips, berdasarkan hasil hitung cepat lembaganya, ia mengatakan pasangan Joko Widodo dan Maruf Amin mendapatkan suara lebih besar dibandingkan dengan tahun 2014.

Pernyataan serupa disampaikan Djayadi Hanan, Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menyebut hasil hitung cepat lembaga survei nantinya tak akan jauh berbeda dengan hasil yang diumumkan KPU. Selisihnya, kata dia hanya terpaut 1 persen dari hasil yang akan dirilis secara resmi oleh KPU. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved