Jum'at, 14 08 2020
  Telkom Percepat Pemulihan Layanan di STO Pekanbaru | KPK Konfirmasi Usaha yang Dikerjakan Keluarga Wali Kota Banjar | Jaksa Agung: Perbanyak Ungkap Kasus Korupsi | Usai Razia Wisma dan Tempat Hiburan, Satpol PP Sasar Kos-kosan | KPK Panggil Tiga Anggota DPRD Muara Enim Kasus Proyek PUPR | Gubri Syamsuar Tanggapapi Kasus Proyek Embung Sangsang Kampar
 
 
Kamis, 13/08/2020 - 08:52:55 WIB
Pasca Kebakaran
Telkom Percepat Pemulihan Layanan di STO Pekanbaru
Kamis, 13/08/2020 - 08:49:28 WIB
KPK Konfirmasi Usaha yang Dikerjakan Keluarga Wali Kota Banjar
Kamis, 13/08/2020 - 08:45:06 WIB
Jaksa Agung: Perbanyak Ungkap Kasus Korupsi
Kamis, 13/08/2020 - 08:41:50 WIB
Usai Razia Wisma dan Tempat Hiburan, Satpol PP Sasar Kos-kosan
Senin, 10/08/2020 - 11:54:42 WIB
KPK Panggil Tiga Anggota DPRD Muara Enim Kasus Proyek PUPR
Senin, 10/08/2020 - 11:07:16 WIB
BWSS III Riau Bungkam
Gubri Syamsuar Tanggapapi Kasus Proyek Embung Sangsang Kampar
Sabtu, 08/08/2020 - 11:55:17 WIB
Selain Protokol Kesehatan
Ini 4 Arahan Presiden Soal Pilkada Serentak
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Sabtu, 25/03/2017 - 20:00:28 WIB
Siapkan Motor Baru Lagi
Suzuki Kian Bergairah
Rabu, 24/10/2018 - 10:45:09 WIB
Selamat dari Gempa Palu
Atlet Paralayang Singapura Tewas di India saat Beraksi
Selasa, 23/10/2018 - 14:31:38 WIB
Keputusan Nafa Urbach jadi Caleg, Ini Respon Zack Lee
Jumat, 05/10/2018 - 13:26:48 WIB
KPK: Wali Kota Pasuruan Dapat Jatah 10 Persen dari Proyek Rp 2,2 M
Sabtu, 04/03/2017 - 09:05:49 WIB
Tidak Ada di Hatchback Lain
Fitur Baru Hyundai i20 Sport
Senin, 22/10/2018 - 11:45:32 WIB
Bahaya Anak Terjebak Dalam Mobil Dengan Cuaca Panas
 
Internasional
Perdagangan Orang ke Suriah
Terdakwa Divonis Lima Tahun Penjara

Internasional - rfn/ant - Rabu, 02/10/2019 - 22:28:40 WIB
Ilustrasi. [nt]
Mataram, Riausidik.com - Terdakwa kasus perdagangan orang ke Suriah, Baiq Hafizara dan Baiq Asmini  divonis lima tahun penjara dan dua tahun dua bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat.

"Pengadilan Negeri Mataram dengan ini menjatuhkan hukuman masing-masing terdakwa 2 tahun 2 bulan penjara dan 5 tahun penjara, serta denda masing-masing, Rp120 juta," kata ketua majelis hakim, I Nyoman Ayu Wulandari di PN Mataram, Rabu.

Kedua terdakwa tersebut terbukti melakukan tindak pidana penjualan terhadap terhadap korban yang masih di bawah umur, yakni, UH (13). Modus yang dilakukan terdakwa itu, membuat paspor dan kartu tanda penduduk (KTP) palsu. serta membuat data catatan medis palsu.

Selain itu, kedua terdakwa juga merekrut kakak kandung korban, SH (20) dengan iming-iming akan diberangkatkan ke Abu Dhabi dengan gaji Rp6 juta per bulan. Namun kenyataannya SH diberangkatkan ke Suriah sebagai asisten rumah tangga.

"Selama berada di Suriah, kedua korban mengalami kekerasan fisik dan hanya digaji sebesar Rp2,6 juta," kata hakim dalam pembacaan putusan.

Kejadian tersebut baru terungkap pada 2019, setelah belasan korban melaporkan kasus tersebut.

Saat ditanyakan oleh majelis hakim atas vonis tersebut, terdakwa Baiq Hafizara dan Baiq Asmini menerima putusan tersebut dan menyesali atas perbuatan itu.

"Saya menyesal atas perbuatan mengirim orang secara ilegal ke Suriah," kata Baiq Hafizara. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved