Rabu, 08 Juli 2020
  Amril Mukminin Bupati Nonaktif Dipindahkan ke Rutan Klas IIB Pekanbaru | KPK Panggil Dirut PT PAL Budiman Saleh | Wagubri Akan Berdayakan Tim Satgas Penertiban Perkebunan Ilegal Riau | Gubri Tekankan Tingkatkan Pengawasan | Lsm Gerhana Minggu Ini Laporkan Pihak Terkait ke KPK | Kalangan Remaja dan Danramil 01/Bengkalis Sosialisasi Bahaya Narkoba
 
 
Rabu, 08/07/2020 - 13:49:57 WIB
Amril Mukminin Bupati Nonaktif Dipindahkan ke Rutan Klas IIB Pekanbaru
Rabu, 08/07/2020 - 13:46:05 WIB
KPK Panggil Dirut PT PAL Budiman Saleh
Rabu, 08/07/2020 - 13:42:52 WIB
Atasi Karhutla
Wagubri Akan Berdayakan Tim Satgas Penertiban Perkebunan Ilegal Riau
Rabu, 08/07/2020 - 13:38:49 WIB
Karhutla Masih Sekitar Lokasi Yang Lama
Gubri Tekankan Tingkatkan Pengawasan
Rabu, 08/07/2020 - 13:26:35 WIB
Kemelud Proyek TPA Kuansing 17 Milyar, Sarang Korupsi?
Lsm Gerhana Minggu Ini Laporkan Pihak Terkait ke KPK
Rabu, 08/07/2020 - 09:58:50 WIB
Ditaja TMMD 108 Kodim 0303/Bengkalis
Kalangan Remaja dan Danramil 01/Bengkalis Sosialisasi Bahaya Narkoba
Rabu, 08/07/2020 - 09:56:32 WIB
Oleh Satgas TMMD
Kegembiraan Warga Desa Api-api dengan Pembangunan Jalan
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Sabtu, 25/03/2017 - 20:00:28 WIB
Siapkan Motor Baru Lagi
Suzuki Kian Bergairah
Rabu, 24/10/2018 - 10:45:09 WIB
Selamat dari Gempa Palu
Atlet Paralayang Singapura Tewas di India saat Beraksi
Selasa, 23/10/2018 - 14:31:38 WIB
Keputusan Nafa Urbach jadi Caleg, Ini Respon Zack Lee
Jumat, 05/10/2018 - 13:26:48 WIB
KPK: Wali Kota Pasuruan Dapat Jatah 10 Persen dari Proyek Rp 2,2 M
Sabtu, 04/03/2017 - 09:05:49 WIB
Tidak Ada di Hatchback Lain
Fitur Baru Hyundai i20 Sport
Senin, 22/10/2018 - 11:45:32 WIB
Bahaya Anak Terjebak Dalam Mobil Dengan Cuaca Panas
 
Ekonomi
Antisipasi Resesi Global
Kemenperin Hapus Regulasi Penghambat Ekspor

Ekonomi - spg/ant/mn - Sabtu, 12/10/2019 - 11:20:04 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar saat konferensi pers kinerja akhir tahun (Foto: Kemenperin)
Jakarta, Riausidik.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berencana menghapus beberapa regulasi yang menghambat investasi dan ekspor sebagai salah satu upaya mengantisipasi resesi global yang diprediksi banyak pihak bakal datang dalam waktu dekat.

"Urgensi penghapusan beberapa regulasi tersebut untuk meningkatkan efisiensi produksi dan meningkatkan ekspor yang pada akhirnya akan menarik investasi," kata Sekretaris Jenderal Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono lewat pesan aplikasi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Sigit menyampaikan, terdapat berbagai macam rekomendasi teknis dari 12 komoditas yang rencananya akan dihapus, meskipun ia belum menyebutkan secara rinci.

"Kebanyakan komoditas logam. Dibahas dengan Kementerian Perdagangan karena terkait beberapa Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag)," ungkap Sigit.

Menurut data Kemenperin, kuartal I tahun 2019 diwarnai dengan perlambatan sektor manufaktur di beberapa belahan dunia.

Disebutkan dalam laporan yang dirilis United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), ini terjadi karena dampak perang dagang Amerika Serikat dan China serta pemberlakuan tarif dari Uni Eropa.

“Saat ini perekonomian global sedang melambat, karena ada faktor-faktor internasional. Kondisi ini berimbas pada produksi sektor industri di sejumlah negara dunia,” kata Sigit.

Berdasarkan data UNIDO, pada kuartal I-2019, tingkat pertumbuhan manufaktur dari negara-negara industri hanya sekitar 0,4 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi secara konsisten di setiap triwulan, yang sebelumnya mencapai 3,5 persen pada akhir 2017.

Contohnya, Amerika Utara mencatat tingkat pertumbuhannya secara tahunan hanya 1,8 persen. Ini menunjukkan penurunan 2,5 persen dari capaian pada kuartal IV-2018.

Berikutnya, tingkat pertumbuhan negatif dialami oleh Amerika Latin pada kuartal pertama tahun ini. Kontraksi terjadi 1,2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, terutama disebabkan oleh resesi yang berkelanjutan dari Argentina dan penurunan angka manufaktur Brasil.

Sementara itu, menurut data Kemenperin, PDB dari sektor manufaktur di Indonesia mencapai Rp565 triliun pada kuartal II tahun 2019, meningkat dibanding perolehan di kuartal I-2019 sebesar Rp555 triliun.

Capaian kuartal kedua tersebut tertinggi, karena rata-rata PDB manufaktur Indonesia per kuartal sekitar Rp468 triliun dari periode 2010-2019. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved