Minggu, 20 09 2020
  Riau Biayai Sewa Hotel untuk Perawatan Pasien COVID-19 | KPK Konfirmasi Saksi Soal Mobil Milik Tersangka Nurhadi | Kejagung Jadwalkan Pemeriksaan Tersangka Andi Irfan Pekan Depan | Sekda: Pelanggar Dikenai Sanksi Hingga Denda Administatif | Gubri Tanam Perdana Jagung di Kampar | Gubri Bentuk Satgas Penanganan Covid-19 Di Riau
 
 
Kamis, 17/09/2020 - 11:08:26 WIB
Riau Biayai Sewa Hotel untuk Perawatan Pasien COVID-19
Kamis, 17/09/2020 - 11:04:58 WIB
KPK Konfirmasi Saksi Soal Mobil Milik Tersangka Nurhadi
Kamis, 17/09/2020 - 11:02:13 WIB
Kejagung Jadwalkan Pemeriksaan Tersangka Andi Irfan Pekan Depan
Kamis, 17/09/2020 - 10:56:41 WIB
Zona Merah Kabupaten Kampar Siap Lakukan PSBM
Sekda: Pelanggar Dikenai Sanksi Hingga Denda Administatif
Kamis, 17/09/2020 - 10:53:38 WIB
Kelompok Tani Hutan Sendang Berkah Aryastya
Gubri Tanam Perdana Jagung di Kampar
Kamis, 17/09/2020 - 10:51:16 WIB
Gubri Bentuk Satgas Penanganan Covid-19 Di Riau
Kamis, 17/09/2020 - 10:47:01 WIB
Tinjau TPA Muara Fajar
Wali Kota Minta Benahi Sistem Sanitary Sampah
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Sabtu, 25/03/2017 - 20:00:28 WIB
Siapkan Motor Baru Lagi
Suzuki Kian Bergairah
Rabu, 24/10/2018 - 10:45:09 WIB
Selamat dari Gempa Palu
Atlet Paralayang Singapura Tewas di India saat Beraksi
Selasa, 23/10/2018 - 14:31:38 WIB
Keputusan Nafa Urbach jadi Caleg, Ini Respon Zack Lee
Jumat, 05/10/2018 - 13:26:48 WIB
KPK: Wali Kota Pasuruan Dapat Jatah 10 Persen dari Proyek Rp 2,2 M
Sabtu, 04/03/2017 - 09:05:49 WIB
Tidak Ada di Hatchback Lain
Fitur Baru Hyundai i20 Sport
Senin, 22/10/2018 - 11:45:32 WIB
Bahaya Anak Terjebak Dalam Mobil Dengan Cuaca Panas
 
Hukum
Polisi Ungkap Perdagangan Bayi di Palembang

Hukum - Ant/mn - Senin, 20/01/2020 - 16:33:45 WIB
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji menunjukan barang bukti penjualan bayi dari empat tersangka, Senin (20/1) (ANTARA/Aziz Munajar/20).
Palembang, Riausidik.com - Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Palembang berhasil mengungkap perdagangan bayi yang melibatkan empat orang perempuan dengan modus uang muka.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji, Senin, mengatakan keempat tersangka, yakni Dar (40), Mar (39), SN (44) dan Mar (62), masing-masing tersangka punya peran berbeda.

"Tersangka kami tangkap pada 13 Januari saat sedang transaksi dengan metode undercover personel berpura-pura sebagai pembeli," ujar Kombes Pol Anom saat memberi keterangan pers.

Menurut dia orang tua dari bayi yang dijual ialah tersangka Dar, tersangka Mar sebagai penerima bayi dari Dar, sedangkan SN dan Mar bertugas mencari pembeli bayi.

Berdasarkan kronologi pengungkapan, pada Desember 2019 Mar mengunjungi Dar yang tengah hamil delapan bulan, Dar menanyakan kepada Mar terkait orang yang mungkin ingin mengasuh anaknya jika sudah lahir.

Mar pun menyebut bahwa adiknya bersedia merawat anak Dar, sehingga Dar memberanikan diri meminjam uang senilai Rp1 juta kepada Mar sampai proses melahirkan.

Dar melahirkan seorang bayi berjenis kelamin perempuan pada 9 Januari 2020, Dar langsung menghubungi Mar untuk meminta pembiayaan proses persalinan sebesar Rp1.200.000.

Setelah melunasi persalinan Dar, Mar langsung membawa bayi Dar dan menemui tersangka SN, kemudian SN menitipkan bayi tersebut kepada tersangka Mar.

"Jadi modusnya si penjual mencari orang hamil lalu kalau sudah hamil baru ditawarkan ke orang yang mau membelinya," jelas Kombes Pol Anom.

Terkait harga bayi, kata dia, bayi laki-laki dihargai penjual Rp15 juta dan bayi perempuan Rp25 juta, pihaknya masih akan mengembangkan kasus tersebut, namun ia memastikan kejahatannya terorganisir

Kepada petugas, Dar mengaku hanya ingin memberikan bayinya itu kepada adik Mar karena ia sudah memiliki dua anak sementara suaminya sudah berpisah, ia juga mengaku tidak tahu jika bayinya dijual kembali oleh Mar.

"Dia (Mar) janji akan mengasuhnya dan memberikan uang kepada saya," kata Dar.

‚Äč‚Äč‚Äč‚Äč‚Äč‚ÄčSementara tersangka Mar menyebut calon pembeli bayi tersebut masih warga Kota Palembang, namun tidak jadi dengan alasan latar belakang si bayi dinilai kurang baik.

Dari keempatnya polisi mengamankan barang bukti uang sebesar Rp1 juta, tiga unit handphone dan perlengkapan bayi.

Keempatnya dijerat Pasal 76F Jo Pasal 83 UURI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun penjara dan dan denda minimal Rp60.000.000 serta maksimal Rp300.000.000. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved