Selasa, 26 Mei 2020
  Polda Riau Minta BBKSDA Serius Jaga Hutan Lindung | Kapolda Sumut Sebut 800 Kendaraan Mudik Putar Balik | Tiadakan Open House, Presiden Jokowi Minta Anggota Kabinet Lakukan Hal Sama | Idul Fitri 1441 Hijriah jatuh pada Minggu | Water Canon dan Mobil Damkar diturunkan Disinfektan Kota Pasir Pengaraian | Bahar Smith Baru akan Bebas November 2021
 
 
Sabtu, 23/05/2020 - 10:06:40 WIB
Masih Maraknya Pembalakan Liar
Polda Riau Minta BBKSDA Serius Jaga Hutan Lindung
Sabtu, 23/05/2020 - 09:58:31 WIB
Kapolda Sumut Sebut 800 Kendaraan Mudik Putar Balik
Sabtu, 23/05/2020 - 09:46:38 WIB
Tiadakan Open House, Presiden Jokowi Minta Anggota Kabinet Lakukan Hal Sama
Sabtu, 23/05/2020 - 09:39:58 WIB
Idul Fitri 1441 Hijriah jatuh pada Minggu
Selasa, 31/03/2020 - 19:55:23 WIB
Dilepas Bupati Sukiman
Water Canon dan Mobil Damkar diturunkan Disinfektan Kota Pasir Pengaraian
Rabu, 20/05/2020 - 22:10:22 WIB
Asimilasi Dicabut
Bahar Smith Baru akan Bebas November 2021
Senin, 18/05/2020 - 16:21:18 WIB
Masih Dalam Pengawasan
Bahar Smith Diingatkan Petugas, Massa Ramai Saat Berdakwah
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Sabtu, 25/03/2017 - 20:00:28 WIB
Siapkan Motor Baru Lagi
Suzuki Kian Bergairah
Rabu, 24/10/2018 - 10:45:09 WIB
Selamat dari Gempa Palu
Atlet Paralayang Singapura Tewas di India saat Beraksi
Selasa, 23/10/2018 - 14:31:38 WIB
Keputusan Nafa Urbach jadi Caleg, Ini Respon Zack Lee
Jumat, 05/10/2018 - 13:26:48 WIB
KPK: Wali Kota Pasuruan Dapat Jatah 10 Persen dari Proyek Rp 2,2 M
Sabtu, 04/03/2017 - 09:05:49 WIB
Tidak Ada di Hatchback Lain
Fitur Baru Hyundai i20 Sport
Senin, 22/10/2018 - 11:45:32 WIB
Bahaya Anak Terjebak Dalam Mobil Dengan Cuaca Panas
 
Hukum
KPK Dalami Penerimaan Suap yang Dinikmati Amril Mukminin

Hukum - ant/mn - Sabtu, 16/05/2020 - 19:42:58 WIB
Bupati Bengkalis nonaktif Amril Mukminin (rompi jingga), tersangka kasus suap terkait proyek multiyears pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis, Riau. [nt]
Jakarta, Riausidik.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami penerimaan uang suap yang dinikmati Bupati Bengkalis nonaktif Amril Mukminin (AM), tersangka kasus suap terkait proyek multiyears pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis, Riau.

Untuk mendalaminya, KPK pada Jumat memeriksa Amril dalam kapasitas sebagai tersangka kasus tersebut.

"Penyidik mengonfirmasi mengenai beberapa penerimaan uang yang dinikmati oleh tersangka (Amril Mukminin) saat masih menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Bengkalis," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangannya di Jakarta, Jumat.

Diketahui, KPK pada 16 Mei 2019 telah menetapkan Amril bersama Direktur PT Mitra Bungo Abadi Makmur alias AAN (MK) sebagai tersangka dalam pengembangan perkara dugaan tindak pidana korupsi peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis.

Proyek pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning (multiyears) adalah salah satu bagian dari enam paket pekerjaan Jalan di Kabupaten Bengkalis tahun 2012 dengan nilai anggaran Rp537,33 miliar.

Proyek pembangunan jalan itu sempat dimenangkan oleh PT Citra Gading Asritama (CGA), namun kemudian dibatalkan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkalis dengan alasan bahwa PT CGA diisukan masuk daftar hitam atau "blacklist" Bank Dunia.

PT CGA menerima Surat Pembatalan Penyedia Barang dan Jasa (SPPBJ). Namun, pada tingkat kasasi Juni 2015, Mahkamah Agung memutuskan PT CGA memenangkan gugatan terhadap Dinas PU Bengkalis dan berhak melanjutkan proyek tersebut.

Pada Februari 2016, sebelum Amril menjadi Bupati Bengkalis, diduga ia telah menerima Rp2,5 miliar untuk memuluskan anggaran proyek peningkatan Jalan Duri-Sei Pakning "multiyears" tahun 2017-2019.

Setelah Amril menjadi Bupati Bengkalis, diduga terjadi pertemuan antara perwakilan PT CGA dengan Amril. Dalam pertemuan tersebut, PT CGA diduga meminta tindak lanjut Amril terkait proyek agar bisa segera tanda tangan kontrak dan Amril menyanggupi untuk membantu.

Dalam rentang Juni dan Juli 2017, diduga tersangka Amril telah menerima Rp3,1 miliar dalam bentuk dolar Singapura dari pihak PT CGA. Penyerahan-penyerahan uang ini diduga untuk memuluskan proyek yang akan digarap oleh PT CGA, yakni proyek peningkatan Jalan Duri-Sei Pakning "multiyears" tahun 2017-2019.

Sehingga total tersangka Amril diduga menerima uang setidak-tidaknya Rp5,6 miliar baik sebelum ataupun saat menjadi Bupati Bengkalis.

Atas perbuatannya, Amril disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved