Jum'at, 22 Oktober 2021
  Luhut: Situasi COVID-19 Tetap Rendah dan Terkendali | Gubernur Riau Siapkan Uang Pembinaan bagi Kecamatan Berkinerja Baik | Sekdaprov Riau SF Haryanto Bahas WBS dengan KPK | Sebanyak 1.284 Masyarakat Akses Layanan Bus Vaksinasi Keliling di RSD Madani | Wako Bakal Buat Kebijakan Sementara PPKM | Literasi Digital, Kabupaten Bengkalis – Provinsi Riau
 
 
Selasa, 19/10/2021 - 14:42:16 WIB
Evaluasi PPKM Level 1 di Blitar
Luhut: Situasi COVID-19 Tetap Rendah dan Terkendali
Selasa, 19/10/2021 - 14:29:33 WIB
Gubernur Riau Siapkan Uang Pembinaan bagi Kecamatan Berkinerja Baik
Selasa, 19/10/2021 - 14:27:25 WIB
Sekdaprov Riau SF Haryanto Bahas WBS dengan KPK
Selasa, 19/10/2021 - 14:23:34 WIB
Sebanyak 1.284 Masyarakat Akses Layanan Bus Vaksinasi Keliling di RSD Madani
Selasa, 19/10/2021 - 14:21:21 WIB
Putusan Pusat Belum Diumumkan
Wako Bakal Buat Kebijakan Sementara PPKM
Sabtu, 16/10/2021 - 09:01:27 WIB
Literasi Digital, Kabupaten Bengkalis – Provinsi Riau
Sabtu, 16/10/2021 - 09:01:26 WIB
Literasi Digital, Kabupaten Pelalawan – Provinsi Riau
Kamis, 29/07/2021 - 20:02:47 WIB
Kepada Mahasiswa Dalam Menghadapi Zaman
Presiden: Siapkan Pengetahuan dan Keterampilan yang Relevan
Kamis, 29/04/2021 - 22:27:28 WIB
KPK Konfirmasi Anak Nurdin Abdullah Soal Pembelian Aset oleh Ayahnya
Selasa, 03/08/2021 - 12:46:26 WIB
Dengan Beberapa Penyesuaian
Presiden Jokowi Perpanjang PPKM Level 4
Kamis, 29/07/2021 - 20:25:01 WIB
Ke Rutan Bandarlampung
KPK Eksekusi Dua Mantan Pejabat Lampung Selatan
Kamis, 29/07/2021 - 20:28:34 WIB
Kejar Agar Level PPKM Turun
Kapolri Sigit Ingatkan Komunitas Pasar Patuhi Prokes
Rabu, 18/03/2020 - 09:52:22 WIB
Sesuai Jadwal
Menko Polhukam Pastikan Pelaksanaan Pilkada Tetap Berjalan
Senin, 21/09/2020 - 21:38:12 WIB
Dengan Penegakan Disiplin dan Sanksi Hukum Covid-19
KPU: Pilkada Tetap Dilangsungkan 9 Desember 2020
 
Internasional
Di Majelis Kesehatan Dunia
Australia Sambut Dukungan untuk Penyelidikan COVID-19

Internasional - Sumber: Reuters/ant/mn - Senin, 18/05/2020 - 16:08:13 WIB
Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne. [nt]
Jakarta, Riausidik.com - Sebuah rancangan resolusi yang diinisiasi oleh Uni Eropa (EU) dan Australia untuk peninjauan independen terhadap asal-usul dan penyebaran virus corona telah mendapat dukungan dari 116 negara di Majelis Kesehatan Dunia.

Negara yang mendukung resolusi tersebut, antara lain, India, Jepang, Korea Selatan, kelompok Afrika dari 47 negara anggota, Rusia, Indonesia, Malaysia, Arab Saudi, Inggris, dan Kanada.

Resolusi tersebut akan diajukan pada Selasa (19/5) jika didukung oleh dua pertiga dari 194 anggota majelis, badan yang mengatur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). China sangat menentang tuntutan Australia atas penyelidikan internasional terhadap pandemi COVID-19.

Nama-nama pada dokumen rancangan resolusi yang dilihat Reuters pada Senin menunjukkan dukungan dari 116 negara telah dikunci, meskipun Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne menyatakan negosiasi masih berlangsung dan dia tidak ingin mendahului hasilnya.

Resolusi itu adalah "bagian penting dari percakapan yang kita mulai, dan saya sangat berterima kasih atas upaya mereka di Uni Eropa dan banyak perancang yang telah menjadi bagian dari negosiasi selama beberapa minggu terakhir," kata dia kepada wartawan.

Resolusi itu komprehensif dan termasuk seruan untuk "pemeriksaan asal zoonosis dari virus corona", Payne menambahkan.

Lebih dari 4,64 juta orang dilaporkan telah terinfeksi secara global dan 310.236 telah meninggal karena virus mirip flu yang muncul di China akhir tahun lalu.

Australia, yang hanya melaporkan 99 kematian akibat virus corona baru, mengatakan keinginannya untuk mencegah terulangnya pandemi yang melumpuhkan kegiatan ekonomi di seluruh dunia, bukan ingin menyalahkan.

"Saya berharap China akan berpartisipasi," kata Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham pada Senin.

Resolusi tersebut menyeru "misi lapangan ilmiah dan kolaboratif" untuk melacak jalur penularan, dengan mengatakan upaya ini akan mengurangi risiko peristiwa serupa.

Ia juga mengatakan peninjauan harus dimulai pada "saat yang tepat". Beberapa negara masih menderita angka kematian harian yang tinggi akibat COVID-19, yang mengindikasikan terlalu dini untuk melakukan penyelidikan.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan dalam konferensi media bahwa "setelah peristiwa yang begitu penting, kita ingin melihat apa yang harus kita pelajari dari pengalaman ini". ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved