Minggu, 25 Juli 2021
  Bupati Kampar ; Jadikan Padi Kuning Kampar Varietas Unggul Nasional | Bupati Kampar Resmi Luncurkan Mobil Vaksin Keliling | Bupati Kampar Terima Rp 2,3 Milyar dari Pajak Tol Pekanbaru-Dumai | Catur Sugeng : Tingkatkan Pelayanan dan Jadi Tauladan bagi Masyarkat | Bupati Kampar: Pemanfaatan Gas Bumi Untuk Daerah dan Kesejahteraan Masyarakat | Bupati Kampar dampingi Kunjungan Wamen ATR/BPN RI
 
 
Kamis, 12/07/2021 - 17:53:16 WIB
Bupati Kampar ; Jadikan Padi Kuning Kampar Varietas Unggul Nasional
Senin, 09/07/2021 - 17:53:12 WIB
Bupati Kampar Resmi Luncurkan Mobil Vaksin Keliling
Jumat, 06/07/2021 - 17:53:11 WIB
Bupati Kampar Terima Rp 2,3 Milyar dari Pajak Tol Pekanbaru-Dumai
Senin, 02/07/2021 - 17:53:10 WIB
Lantik 21 Pejabat Pengawas dilingkungan Pemkab Kampar
Catur Sugeng : Tingkatkan Pelayanan dan Jadi Tauladan bagi Masyarkat
Sabtu, 22/06/2021 - 17:53:21 WIB
Saksikan Penandatangan MOU Antara PT. BKSE dengan PT .BBG
Bupati Kampar: Pemanfaatan Gas Bumi Untuk Daerah dan Kesejahteraan Masyarakat
Jumat, 21/06/2021 - 17:53:28 WIB
Percepatan Perubahan Fungsi Kawasan HPK Menjadi APK
Bupati Kampar dampingi Kunjungan Wamen ATR/BPN RI
Selasa, 18/06/2021 - 17:53:26 WIB
Bupati Kampar Hadiri RUPS Bank Riau Kepri
 
Internasional
Di Majelis Kesehatan Dunia
Australia Sambut Dukungan untuk Penyelidikan COVID-19

Internasional - Sumber: Reuters/ant/mn - Senin, 18/05/2020 - 16:08:13 WIB
Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne. [nt]
Jakarta, Riausidik.com - Sebuah rancangan resolusi yang diinisiasi oleh Uni Eropa (EU) dan Australia untuk peninjauan independen terhadap asal-usul dan penyebaran virus corona telah mendapat dukungan dari 116 negara di Majelis Kesehatan Dunia.

Negara yang mendukung resolusi tersebut, antara lain, India, Jepang, Korea Selatan, kelompok Afrika dari 47 negara anggota, Rusia, Indonesia, Malaysia, Arab Saudi, Inggris, dan Kanada.

Resolusi tersebut akan diajukan pada Selasa (19/5) jika didukung oleh dua pertiga dari 194 anggota majelis, badan yang mengatur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). China sangat menentang tuntutan Australia atas penyelidikan internasional terhadap pandemi COVID-19.

Nama-nama pada dokumen rancangan resolusi yang dilihat Reuters pada Senin menunjukkan dukungan dari 116 negara telah dikunci, meskipun Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne menyatakan negosiasi masih berlangsung dan dia tidak ingin mendahului hasilnya.

Resolusi itu adalah "bagian penting dari percakapan yang kita mulai, dan saya sangat berterima kasih atas upaya mereka di Uni Eropa dan banyak perancang yang telah menjadi bagian dari negosiasi selama beberapa minggu terakhir," kata dia kepada wartawan.

Resolusi itu komprehensif dan termasuk seruan untuk "pemeriksaan asal zoonosis dari virus corona", Payne menambahkan.

Lebih dari 4,64 juta orang dilaporkan telah terinfeksi secara global dan 310.236 telah meninggal karena virus mirip flu yang muncul di China akhir tahun lalu.

Australia, yang hanya melaporkan 99 kematian akibat virus corona baru, mengatakan keinginannya untuk mencegah terulangnya pandemi yang melumpuhkan kegiatan ekonomi di seluruh dunia, bukan ingin menyalahkan.

"Saya berharap China akan berpartisipasi," kata Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham pada Senin.

Resolusi tersebut menyeru "misi lapangan ilmiah dan kolaboratif" untuk melacak jalur penularan, dengan mengatakan upaya ini akan mengurangi risiko peristiwa serupa.

Ia juga mengatakan peninjauan harus dimulai pada "saat yang tepat". Beberapa negara masih menderita angka kematian harian yang tinggi akibat COVID-19, yang mengindikasikan terlalu dini untuk melakukan penyelidikan.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan dalam konferensi media bahwa "setelah peristiwa yang begitu penting, kita ingin melihat apa yang harus kita pelajari dari pengalaman ini". ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved