Jum'at, 07 08 2020
  Perempuan Pengusaha Mengaku Korban Penipuan WNA | Polrestabes Medan Musnahkan BB Sabu-sabu 67 Kg | Tol Pekanbaru-Dumai Jelang Diresmikan Jokowi | Gubri Harap Pandemi Tak Diperparah dengan Bencana Asap | MA Tolak Permohonan PK KPK | Wako: Tunggu Kesiapan Tim Lapangan
 
 
Rabu, 05/08/2020 - 20:38:57 WIB
Modus Akan Dinikahi
Perempuan Pengusaha Mengaku Korban Penipuan WNA
Rabu, 05/08/2020 - 20:32:58 WIB
Polrestabes Medan Musnahkan BB Sabu-sabu 67 Kg
Rabu, 05/08/2020 - 20:21:45 WIB
Pasang 248 Titik CCTV
Tol Pekanbaru-Dumai Jelang Diresmikan Jokowi
Rabu, 05/08/2020 - 20:16:15 WIB
Gubri Harap Pandemi Tak Diperparah dengan Bencana Asap
Senin, 03/08/2020 - 19:19:23 WIB
Perkara Syafruddin Temenggung
MA Tolak Permohonan PK KPK
Senin, 03/08/2020 - 19:10:03 WIB
Penerapan Denda Pelanggar Protokol Kesehatan
Wako: Tunggu Kesiapan Tim Lapangan
Senin, 03/08/2020 - 19:06:40 WIB
Satpol PP Segera Bangun 3 Pos Pemantau Lahan KIT
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Sabtu, 25/03/2017 - 20:00:28 WIB
Siapkan Motor Baru Lagi
Suzuki Kian Bergairah
Rabu, 24/10/2018 - 10:45:09 WIB
Selamat dari Gempa Palu
Atlet Paralayang Singapura Tewas di India saat Beraksi
Selasa, 23/10/2018 - 14:31:38 WIB
Keputusan Nafa Urbach jadi Caleg, Ini Respon Zack Lee
Jumat, 05/10/2018 - 13:26:48 WIB
KPK: Wali Kota Pasuruan Dapat Jatah 10 Persen dari Proyek Rp 2,2 M
Sabtu, 04/03/2017 - 09:05:49 WIB
Tidak Ada di Hatchback Lain
Fitur Baru Hyundai i20 Sport
Senin, 22/10/2018 - 11:45:32 WIB
Bahaya Anak Terjebak Dalam Mobil Dengan Cuaca Panas
 
Hukum
Ekstradisi di Serbia Berhasil
Ketua Komisi III DPR Apresiasi Menkumham Yasonna

Hukum - ant/mn - Kamis, 09/07/2020 - 11:41:08 WIB
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly (kanan) bersama buronan pembobol Bank BNI Maria Pauline Lumowa (kiri depan) di dalam pesawat dalam perjalanan dari Serbia menuju Indonesia, Rabu (8/7/2020). [nt]
Jakarta, Riausidik.com - Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry mengapresiasi Kementerian Hukum dan HAM atas penuntasan ekstradisi pelaku pembobolan kas BNI Maria Pauline Lumowa dari Serbia.

"Tentu kita harus mengapresiasi pendekatan yang dilakukan oleh Kementerian Hukum dan HAM dan Menteri Yasonna Laoly yang melakukan diplomasi hukum terhadap otoritas Serbia sehingga ekstradisi ini terwujud," ujar Herman dalam keterangan pers kepada wartawan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Herman menambahkan bahwa proses ekstradisi itu juga tak lepas dari sinergi yang baik antara sesama lembaga penegak hukum seperti kepolisian dan kejaksaan atas upaya terpadu dalam proses penegakan hukum kepada Maria Pauline Lumowa.

Padahal, menurut Herman, proses ekstradisi ini juga tidak mudah dan bahkan sempat ditolak oleh Belanda. Kabar ini dinilai angin segar bagi penegakan hukum di Indonesia.

"Keberhasilan mengekstradisi Maria Pauline Lumowa ini juga merupakan bukti komitmen dan kehadiran negara dalam penegakan hukum. Ini sekaligus memberi pesan bahwa negara tidak akan berhenti melakukan penindakan terhadap siapa pun yang melakukan tindak pidana di negeri ini," ujar kata lelaki asal Ende, Nusa Tenggara Timur tersebut.

Kini, Herman Herry berharap lembaga penegak hukum dapat menyelesaikan proses peradilan terhadap Maria Pauline Lumowa dan menuntaskan kasus ini secara menyeluruh.

Sebelumnya, delegasi Indonesia yang dipimpin Menkumham Yasonna Laoly tiba di Tanah Air pada Kamis (9/7/2020) dari Serbia dengan membawa Maria Pauline Lumowa yang telah buron 17 tahun.

Adapun Maria Pauline Lumowa disebut melarikan diri ke Singapura pada September 2003 atau sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka pembobolan kas BNI dengan dugaan menggondol uang senilai Rp 1,7 Triliun dari BNI dengan Letter of Credit fiktif. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved