Minggu, 27 09 2020
  DPW Gelar Zoom Meeting Turut Hadir Ketum MOI | Polri Kirim SPDP Kasus Kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung | Daftar 20 Koruptor Yang Menerima Pengurangan Hukuman dari MA | KPU: Pilkada Tetap Dilangsungkan 9 Desember 2020 | Bupati Kampar Serahkan Bantuan Beras | Tim Gabungan Kembali Jaring 60 Pelanggar PSBM Tampan
 
 
Selasa, 22/09/2020 - 16:44:17 WIB
Pemantapan Persiapan Rakerwil MOI Riau
DPW Gelar Zoom Meeting Turut Hadir Ketum MOI
Senin, 21/09/2020 - 22:02:36 WIB
Polri Kirim SPDP Kasus Kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung
Senin, 21/09/2020 - 21:59:18 WIB
Daftar 20 Koruptor Yang Menerima Pengurangan Hukuman dari MA
Senin, 21/09/2020 - 21:38:12 WIB
Dengan Penegakan Disiplin dan Sanksi Hukum Covid-19
KPU: Pilkada Tetap Dilangsungkan 9 Desember 2020
Senin, 21/09/2020 - 21:29:17 WIB
Di Dua Desa
Bupati Kampar Serahkan Bantuan Beras
Senin, 21/09/2020 - 21:26:06 WIB
Tim Gabungan Kembali Jaring 60 Pelanggar PSBM Tampan
Senin, 21/09/2020 - 21:23:44 WIB
Wali Kota Pekanbaru Dukung Kehadiran Tim Pemburu Teking Covid-19
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Sabtu, 25/03/2017 - 20:00:28 WIB
Siapkan Motor Baru Lagi
Suzuki Kian Bergairah
Rabu, 24/10/2018 - 10:45:09 WIB
Selamat dari Gempa Palu
Atlet Paralayang Singapura Tewas di India saat Beraksi
Selasa, 23/10/2018 - 14:31:38 WIB
Keputusan Nafa Urbach jadi Caleg, Ini Respon Zack Lee
Jumat, 05/10/2018 - 13:26:48 WIB
KPK: Wali Kota Pasuruan Dapat Jatah 10 Persen dari Proyek Rp 2,2 M
Sabtu, 04/03/2017 - 09:05:49 WIB
Tidak Ada di Hatchback Lain
Fitur Baru Hyundai i20 Sport
Senin, 22/10/2018 - 11:45:32 WIB
Bahaya Anak Terjebak Dalam Mobil Dengan Cuaca Panas
 
Hukum
Modus Akan Dinikahi
Perempuan Pengusaha Mengaku Korban Penipuan WNA

Hukum - Sumber: Antara/MH - Rabu, 05/08/2020 - 20:38:57 WIB
Korban penipuan oleh WNA asal Iran bersama imigran lainnya, Vivi Anna saat menggelar jumpa wartawan membahas kasusnya di kepolisian, Rabu (5/8/2020). [Foto: ANTARA]
Makassar, Riausidik.com - Perempuan pengusaha asal Makassar, Vivi Anna mengatakan menjadi korban sindikat penipuan yang dilakukan oleh oknum-oknum imigran asal Iran dengan menjanjikan akan dinikahi dan dibawa ke negaranya bertemu dengan keluarganya.

"Kejadiannya itu tahun 2018 dan saya laporkan perkaranya ke Polda Sulsel itu sekitar September 2019 dan sampai hari ini masih terus bergulir," ujar Vivi Anna di Makassar, Rabu.

Ia menjelaskan, awalnya dirinya mengenal terlapor Siavash melalui perantara imigran Jalal dan Baback Kazeri dengan memperkenalkan Siavash bersama kekasihnya Sharareh Kojasteh.

Jalal dan Baback membawa Siavash ke gereja bertemu dengan pendeta meminta untuk dibaptis karena akan menikah dengan pacarnya yang beragama Nasrani yakni Sharareh Kojasteh.

Sharareh Kojasteh juga menelepon dirinya dan meminta bantuan agar proses baptis terhadap Siavash secepatnya dilaksanakan karena sudah akan menikah.

Tetapi, kata Vivi Anna yang juga seorang psikolog itu, Siavash dan Sharareh justru mengaku telah putus sebulan kemudian atau sebelum proses pembabtisan digelar.

"Sharareh itu menelepon saya melalui video call dan meminta langsung kepada saya agar dibantu proses pembabtisannya. Anehnya, sebulan kemudian Sharareh mengaku sudah putus dan Siavash kemudian mulai mendekati saya hingga akhirnya kita berdua menjalin kasih," katanya.

Anna menerangkan, Siavash di akhir 2018 mendatangi orang tuanya dan mengutarakan niatnya untuk menikahi dirinya hingga akhirnya keduanya pun sepakat untuk menikah.

Namun, di tengah perjalanan, permintaan demi permintaan Siavash sebelum menikah semakin banyak kepada dirinya. Permintaan itu, mulai dari penyediaan tempat tinggal hingga akhirnya uang saku dan lainnya.

Terlapor Siavash di tempatkan di salah satu rumahnya di kawasan elit di Jalan AP Pettarani Makassar dan kekasihnya itu tinggal bersama adiknya Gangga dan seorang stafnya Christian.

Karena Siavash tidak bisa berbahasa Inggris, akhirnya meminta bantuan Baback Kazeri menjadi penerjemahnya karena sudah menjadi imigran di Indonesia selama lebih dari enam tahun lamanya.

Sejak Baback menjadi penerjemah, permintaan demi permintaan semakin meningkat dan bahkan anak dari Baback berusia enam tahun yang sedang sakit dan butuh operasi di Jakarta juga dibiayainya dengan mengeluarkan uang puluhan juta rupiah.

Anna sendiri mulai merasakan keanehan karena Siavash sangat temperamental dan kasar. Siavash hanya mau mendengar perkataan dari Baback Kazeri.

"Setelah berjalan beberapa bulan, baru saya mengetahui kalau ini adalah drama, play game dari Baback dan Sharareh itu," katanya.

Anna mengaku sejak menjalin kasih dengan Siavash mulai menyukai barang-barang mewah, pakaian, parfum dan liburan keluar negeri ditambah uang saku.

Permasalahan baru, kata dia, mulai muncul. Siavash mengaku jika mantan istri dan anaknya mengancam akan datang ke Indonesia jika tidak balik ke Iran.

Akhirnya, pada 1 Januari 2019, Siavash kembali ke negaranya. Rencana yang sudah disusun lama untuk menikah pada 12 Januari 2019 itu menyisakan beberapa hari lagi, namun Siavash belum gelisah akan rencananya tersebut. Justru Siavash terus-menerus meminta uang kepada dirinya.

"Sebelum ke Iran, dia terus-menerus mendesak saya supaya rencana pernikahan itu dipercepat. Tetapi, setelah dia pulang ke negaranya, saya meminta dia kembali ke Indonesia dan saya mau membiayai semua keperluannya. Tetapi, Siavash ini terus mencari alasan tidak mau kembali ke Indonesia. Akhirnya, saya memutuskan untuk ke Iran mencarinya tetapi dia menolak," terangnya

Vivi Anna mengaku dirinya melaporkan Siavash ke polisi pada September 2019 karena berbagai macam kebohongannya mulai terungkap, seperti pengakuannya yang katanya kembali ke Iran tetapi hanya menetap di apartemen di Jakarta dan sedang mendekati perempuan kaya lainnya.

"Kuasa Tuhan diperlihatkan kepada saya, satu persatu kebohongannya mulai terkuak. Mulai kebohongannya yang katanya pulang ke Iran tetapi ada di Indonesia dengan perempuan lainnya. Pokoknya banyak kebohongan yang terkuak hingga akhirnya saya rugi ratusan juta rupiah" ucapnya.

Mengenai laporannya di Polrestabes Makassar yang tidak ada perkembangan, akhirnya dirinya bersama pengacaranya dan LBH APIK yang mendampinginya melapor ke Mapolda Sulsel.

Kasus ini pun jalan di tempat, tidak ada perkembangan. Ia pun mulai mencari bantuan dan keadilan hingga ke Mabes Polri. Kasus ini ditingkatkan menjadi penyidikan dan sudah gelar perkara. Namun karena alasan keberadaan pelaku yang belum diketahui, kasusnya pun masih belum jalan.

"Semua upaya telah saya lalui. Saya dua kali masuk rumah sakit dan mengalami depresi. Saya ke kantor polisi, saya ke kantor Imigrasi, tetapi oleh pihak Imigrasi belum bisa mengambil keputusan karena posisi kasusnya yang belum jelas," ucapnya.

Vivi Anna pun mulai berserah dan berharap melalui pemberitaan media massa, tidak ada lagi perempuan lain yang diperdaya oleh Babac Kazeri bersama Siavash dan komplotannya sesuai dengan berkas pemeriksaan di kepolisian jika pelaku merupakan sindikat penipuan. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved