Selasa, 27 Oktober 2020
  KPK Cecar Empat Saksi Aliran Dana Kasus Proyek Fiktif Waskita Karya | MK: Pemeriksaan dengan tujuan tertentu oleh BPK konstitusional | Lsm Gerhana Minggu Ini Laporkan ke Polda Riau | Tiga Penambang Emas Ilegal di Nagan Raya Ditetapkan sebagai Tesangka | Polda Riau Dalam Dua Pekan Menyita 36 Kg Sabu-sabu | Kawasan Tugu Keris Dinilai Dapat Tambah PAD
 
 
Senin, 26/10/2020 - 21:36:28 WIB
KPK Cecar Empat Saksi Aliran Dana Kasus Proyek Fiktif Waskita Karya
Senin, 26/10/2020 - 21:33:47 WIB
MK: Pemeriksaan dengan tujuan tertentu oleh BPK konstitusional
Senin, 26/10/2020 - 21:22:28 WIB
Dugaan Korupsi Realisasi 8 Proyek PL di Diskes Pelalawan
Lsm Gerhana Minggu Ini Laporkan ke Polda Riau
Senin, 26/10/2020 - 08:55:30 WIB
Tiga Penambang Emas Ilegal di Nagan Raya Ditetapkan sebagai Tesangka
Senin, 26/10/2020 - 08:52:23 WIB
Polda Riau Dalam Dua Pekan Menyita 36 Kg Sabu-sabu
Senin, 26/10/2020 - 08:46:53 WIB
Ditata Kembali
Kawasan Tugu Keris Dinilai Dapat Tambah PAD
Senin, 26/10/2020 - 08:44:02 WIB
Wali Kota Panen Jagung di Kelurahan Agrowisata
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Sabtu, 25/03/2017 - 20:00:28 WIB
Siapkan Motor Baru Lagi
Suzuki Kian Bergairah
Rabu, 24/10/2018 - 10:45:09 WIB
Selamat dari Gempa Palu
Atlet Paralayang Singapura Tewas di India saat Beraksi
Selasa, 23/10/2018 - 14:31:38 WIB
Keputusan Nafa Urbach jadi Caleg, Ini Respon Zack Lee
Jumat, 05/10/2018 - 13:26:48 WIB
KPK: Wali Kota Pasuruan Dapat Jatah 10 Persen dari Proyek Rp 2,2 M
Sabtu, 04/03/2017 - 09:05:49 WIB
Tidak Ada di Hatchback Lain
Fitur Baru Hyundai i20 Sport
Senin, 22/10/2018 - 11:45:32 WIB
Bahaya Anak Terjebak Dalam Mobil Dengan Cuaca Panas
 
Hukum
Polri Kirim SPDP Kasus Kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung

Hukum - ant/mn - Senin, 21/09/2020 - 22:02:36 WIB
Dokumentasi-Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu (23/8/2020). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj]
Jakarta, Riausidik.com - Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan penyidik Bareskrim mengirimkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Agung terkait kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung.

"Mengirimkan SPDP ke Kejagung (hari ini)," kata Irjen Argo melalui siaran pers di Jakarta, Senin.

Dalam penyidikan kasus ini, pada hari ini penyidik akan memeriksa 12 saksi. Belasan saksi tersebut adalah para saksi yang sebelumnya juga pernah dimintai keterangan pada tahap penyelidikan.

"12 saksi ini merupakan bagian dari 131 saksi yang pernah dimintai keterangan pada tahap penyelidikan," tuturnya.

Pihaknya pun memastikan jika surat panggilan terhadap 12 saksi telah diterima para saksi.

"Pemeriksaan akan dilakukan di Gedung Bareskrim Polri. Pemeriksaan dijadwalkan dimulai pada pukul 13.00 WIB," kata Kadiv Humas Polri.
 
Dua belas saksi yang diperiksa adalah saksi yang ada di Gedung Utama Kejaksaan Agung saat kebakaran terjadi.

"(Saksi), baik yang berasal dari luar Kejaksaan (tukang) maupun yang berasal dari dalam Kejaksaan (seperti pramubakti dan cleaning service)," paparnya.

Kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung telah masuk ke tahap penyidikan usai ditemukannya dugaan tindak pidana.

Rangkaian proses pendalaman untuk menemukan tersangka pembakaran dalam penyidikan dimulai.

Tim gabungan telah menggelar gelar perkara yang dipimpin oleh Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo.

Dari hasil penyelidikan, Bareskrim Polri menyimpulkan bahwa sumber api bukan disebabkan adanya hubungan arus pendek listrik melainkan diduga karena open flame (nyala api terbuka).

Api berasal dari lantai 6 Ruang Rapat Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung, kemudian api dengan cepat menjalar ke ruangan dan lantai lain karena diduga terdapat cairan minyak yang mengandung senyawa hidrokarbon serta kondisi gedung yang hanya disekat oleh bahan yang mudah terbakar seperti gipsum, lantai parket, panel HPL dan bahan mudah terbakar lainnya.

Nantinya pelaku penyebab terjadinya kebakaran hebat di Gedung Utama Kejaksaan Agung yang terjadi pada Sabtu (22/8) malam itu bakal dijerat dengan Pasal 187 KUHP dan atau 188 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal kurungan penjara selama 15 tahun. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved