Kamis, 03 Desember 2020
  Prof Muhammad: Pentingnya Peranan Media Jelang Pilkada 2020 | DKPP Akan Periksa Anggota KPU Rokan Hilir | KPK Geledah Rumah Dinas Edhy Prabowo | Gubernur Riau Syamsuar Terkonfirmasi Terpapar Covid | Wagubri Ingatkan Untuk Tingkatkan Kewaspadaan | BKD: Tanggal 9 Desember Hari Libur Nasional
 
 
Rabu, 02/12/2020 - 22:58:38 WIB
Pada Acara Ngetren Media
Prof Muhammad: Pentingnya Peranan Media Jelang Pilkada 2020
Rabu, 02/12/2020 - 22:34:55 WIB
Diduga Terlibat Salah Satu Tim Sukses Pasangan Calon
DKPP Akan Periksa Anggota KPU Rokan Hilir
Rabu, 02/12/2020 - 22:08:35 WIB
KPK Geledah Rumah Dinas Edhy Prabowo
Rabu, 02/12/2020 - 21:58:40 WIB
Pejabat Riau Terpapar COVID-19 dari Klaster Dharma Wanita
Gubernur Riau Syamsuar Terkonfirmasi Terpapar Covid
Rabu, 02/12/2020 - 21:50:17 WIB
Jelang Perayaan Nataru
Wagubri Ingatkan Untuk Tingkatkan Kewaspadaan
Rabu, 02/12/2020 - 21:47:59 WIB
Hari Pemungutan Suara
BKD: Tanggal 9 Desember Hari Libur Nasional
Rabu, 02/12/2020 - 21:42:14 WIB
Satpol PP Pastikan Razia Prostitusi Terus Berlanjut
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Sabtu, 25/03/2017 - 20:00:28 WIB
Siapkan Motor Baru Lagi
Suzuki Kian Bergairah
Rabu, 24/10/2018 - 10:45:09 WIB
Selamat dari Gempa Palu
Atlet Paralayang Singapura Tewas di India saat Beraksi
Selasa, 23/10/2018 - 14:31:38 WIB
Keputusan Nafa Urbach jadi Caleg, Ini Respon Zack Lee
Jumat, 05/10/2018 - 13:26:48 WIB
KPK: Wali Kota Pasuruan Dapat Jatah 10 Persen dari Proyek Rp 2,2 M
Sabtu, 04/03/2017 - 09:05:49 WIB
Tidak Ada di Hatchback Lain
Fitur Baru Hyundai i20 Sport
Senin, 22/10/2018 - 11:45:32 WIB
Bahaya Anak Terjebak Dalam Mobil Dengan Cuaca Panas
 
Hukum
Tiga Penambang Emas Ilegal di Nagan Raya Ditetapkan sebagai Tesangka

Hukum - ant/mn - Senin, 26/10/2020 - 08:55:30 WIB
Polisi mengamankan satu unit alat berat di lokasi diduga penambangan emas ilegal di kawasan Desa Kila, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Jumat (23/10/2020) siang. (ANTARA/HO-Dok. Polres Nagan Raya)
Suka Makmue, Riausidik.com - Polres Nagan Raya, Aceh, menetapkan tiga pelaku penambangan emas diduga ilegal sebagai tersangka setelah pada Kamis (22/10) lalu ditangkap di kawasan Desa Kila, Kecamatan Seunagan Timur, kabupaten setempat.

“Yang kita tangkap empat orang, namun kemudian setelah dilakukan penyelidikan, tiga orang ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan satu orang lagi sebagai saksi,” kata Kapolres Nagan Raya, Aceh, AKBP Risno diwakili Kasat Reskrim AKP Fadillah Aditya Pratama SIK, Minggu.

Ada pun para tersangka yang kini sudah ditahan di Mapolres Nagan Raya, Aceh, tersebut masing-masing bernama Alimudin (47) diduga sebagai pemilik modal, warga Desa Uteun Pulo, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, kemudian Haflizar (48) selaku operator alat berat warga Desa Sawang Teubee, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat.

Kemudian satu tersangka lainnya yakni Samsul Bahri alias Si Te (42) diduga sebagai pemilik modal warga Desa Blang Lango, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya.

Dalam kasus ini, pihak kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya satu unit Ekskavator merk Hitachi warna oranye, satu lembar ambal penyaring warna hijau, penyaring, serta logam mulia jenis emas pasir lebih kurang sekitar lima gram.

Penangkapan terhadap para tersangka, kata dia, dilakukan polisi setelah mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya dugaan aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan Desa Kila, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

Polisi kemudian mendatangi lokasi dengan jarak tempuh ke tempat kejadian perkara sekitar tiga jam perjalanan menggunakan roda empat dan empat jam perjalanan dengan berjalan kaki.

Di lokasi, Polisi menemukan satu unit alat berat ekskavator di lokasi yang diduga sebagai tempat melakukan aktivitas pertambangan emas secara ilegal atau tanpa izin.

“Karena para pelaku tidak bisa menunjukkan izin apa pun, kemudian petugas mengamankan empat pelaku diduga sebagai pekerja tambang emas ilegal guna dibawa ke Mapolres Nagan Raya, untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” kata AKP Fadilah Aditya Pratama menambahkan.

Dalam perkara ini, polisi juga menjerat tiga tersangka dengan Pasal 158 UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba, dengan ancaman pidana paling lama sepuluh tahun dan denda paling banyak sebesar Rp10 miliar.

“Kita menduga para tersangka ini melakukan tindak pidana penambangan ilegal (illegal minning),” kata AKP Fadillah Aditya Pratama SIK menuturkan. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved