Sabtu, 06 Maret 2021
  Jaksa KPK Ungkap Pola Korupsi mantan Sekretaris MA Nurhadi | KPK panggil sembilan saksi kasus suap Wali Kota Dumai nonaktif | Bupati Kampar Pimpin Rapat Akhir Persiapan | Kampar Terima Penghargaan Pelayanan KB MKJP Terbaik Tingkat Provinsi Riau | DPC PWRI Dumai Bantu Warga Kurang Mampu | Gubernur Riau Lantik Kasmarni Jadi Bupati Bengkalis
 
 
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Sabtu, 25/03/2017 - 20:00:28 WIB
Siapkan Motor Baru Lagi
Suzuki Kian Bergairah
Rabu, 24/10/2018 - 10:45:09 WIB
Selamat dari Gempa Palu
Atlet Paralayang Singapura Tewas di India saat Beraksi
Selasa, 23/10/2018 - 14:31:38 WIB
Keputusan Nafa Urbach jadi Caleg, Ini Respon Zack Lee
Jumat, 05/10/2018 - 13:26:48 WIB
KPK: Wali Kota Pasuruan Dapat Jatah 10 Persen dari Proyek Rp 2,2 M
Sabtu, 04/03/2017 - 09:05:49 WIB
Tidak Ada di Hatchback Lain
Fitur Baru Hyundai i20 Sport
Senin, 22/10/2018 - 11:45:32 WIB
Bahaya Anak Terjebak Dalam Mobil Dengan Cuaca Panas
 
Hukum
Terpidana Korupsi di Aceh Kembalikan Uang Negara Rp500 Juta

Hukum - ant/mn - Rabu, 20/01/2021 - 09:40:27 WIB
Kejaksaan Negeri Aceh Jaya memperlihatkan uang Rp500 juta yang diserahkan keluarga terpidana korupsi, di Calang, Aceh Jaya, Selasa (19/1/2021). [ANTARA/HO]
Banda Aceh, Riausidik.com - Kejaksaan Negeri Aceh Jaya menerima uang kerugian negara Rp500 juta yang dikembalikan oleh terpidana korupsi pengadaan mebel sekolah di Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Jaya tahun anggaran 2016.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Jaya Candra Saptaji diwakili Kepala Seksi Pidana Khusus Yudhi Saputra, di Calang, ibu kota Kabupaten Aceh Jaya, Selasa, mengatakan terpidana korupsi yang mengembalikan kerugian negara itu, atas nama Faisal bin Kamaruzzaman.

"Uang Rp500 juta tersebut diantarkan langsung pihak keluarga terpidana ke Kejari Aceh Jaya Selasa, pukul 12.30 WIB. Pengembalian tersebut merupakan pelaksanaan putusan pengadilan," kata Yudhi Saputra.

Faisal bin Kamaruzzaman dihukum empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider enam bulan penjara. Selain pidana penjara, Faisal bin Kamaruzzaman juga dihukum membayar uang pengganti Rp1,946 miliar.

Apabila terpidana tidak membayar uang pengganti dalam waktu sebulan sesudah putusan pengadilan mempunyai kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut,

Dalam hal terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka dipidana dengan pidana penjara selama tiga tahun penjara,

"Hukuman tersebut berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI yang menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Banda Aceh dan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banda Aceh," kata Yudhi Saputra.

Yudhi Saputra mengatakan uang pengganti yang sudah dikumpulkan dari terpidana Faisal bin Kamaruzzaman mencapai Rp827,7 juta lebih dari total Rp1,946 miliar.

Rincian uang pengganti yang sudah dikumpulkan tersebut terdiri Rp500 juta yang diserahkan pihak keluarga, uang sitaan Rp40 juta, uang hasil lelang satu unit mobil Mitsubishi Pajero Sport Rp 287,7 juta.

"Sisa uang pengganti yang harus dibayarkan terpidana Rp1,118 miliar. Jika tidak melunasi, maka hukuman tambahan tiga tahun akan dikurangi dengan jumlah uang pengganti yang sudah dikembalikan," kata Yudhi Saputra pula. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved