Selasa, 13 April 2021
  Lima Arahan Presiden Jokowi untuk Penanganan Bencana di NTT dan NTB | Kepala BNPB: Kerja Sama Penanganan Bencana di NTT dan NTB Berjalan Maksimal | Pemerintah Siapkan Bantuan untuk Renovasi Rumah Warga Terdampak Banjir Bandang | KPK Panggil Mantan Dirut Sarana Jaya Yoory C Pinontoan | Bupati Kampar Launching Aplikasi Desa Digital | Bupati Dampingi Komisi VI DPR-RI Tinjau Pembangunan Infrastruktur Tol
 
 
Sabtu, 04/03/2017 - 09:13:32 WIB
Keunggulan Ford Fiesta ST
Kencang dan Bisa Matikan Satu Silinder
Sabtu, 25/03/2017 - 20:00:28 WIB
Siapkan Motor Baru Lagi
Suzuki Kian Bergairah
Rabu, 24/10/2018 - 10:45:09 WIB
Selamat dari Gempa Palu
Atlet Paralayang Singapura Tewas di India saat Beraksi
Selasa, 23/10/2018 - 14:31:38 WIB
Keputusan Nafa Urbach jadi Caleg, Ini Respon Zack Lee
Jumat, 05/10/2018 - 13:26:48 WIB
KPK: Wali Kota Pasuruan Dapat Jatah 10 Persen dari Proyek Rp 2,2 M
Sabtu, 04/03/2017 - 09:05:49 WIB
Tidak Ada di Hatchback Lain
Fitur Baru Hyundai i20 Sport
Senin, 22/10/2018 - 11:45:32 WIB
Bahaya Anak Terjebak Dalam Mobil Dengan Cuaca Panas
 
Rohul
Hadiri Apel Siaga Karhutla
Sekda Rohul Akan Libatkan Seluruh Stakeholder Cegah Karhutla

Rohul - Laporan: Dasopang - Jumat, 19/03/2021 - 09:45:40 WIB

Pekanbaru, Riausidik.com – Sebanyak 8 (delapan) Kabupaten/Kota di Provinsi Riau sudah terpantau titik hotspot dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dilahan seluas 657,61 hektar. Untuk mempertahankan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) tetap zero titik api, Pemkab Rohul akan melibatkan seluruh elemen dan stakeholder untuk mencegah terjadinya Karhutla di Rohul.

Harapan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Rokan Hulu (Rohul) H. Abdul Haris S.Sos M.Si saat di konfirmasi Media Center Diskominfo Rohul, usai menghadiri Apel Siaga Pencegahan Karhutla, di Halaman Kantor Gubernur Riau, Selasa (16/03/2021).

Sekda Rohul H. Abdul Haris S.Sos M.Si menghadiri Apel Siaga Pencegahan Karhutla ini mewakili Bupati Rohul H. Sukiman, Kemudian tampak juga dihadiri dua Staf Ahli BNPB yakni, Mayjen TNI (Purn) Amrin, kemudian Brigjen Pol (Purn) Hasanuddin,

Serta dihadiri Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi, Danrem 031/WB 031 WB Brigjen TNI M Syech Ismed, Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Jaja Subagja, Komandan Pangkalan Udara (Lanud) TNI Angkatan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru Marsma TNI Andi Kustoro, Bupati/Wako se Riau.

Sekda Abdul Haris mengatakan Pemkab Rohul akan komitmen melaksanakan 6 (enam) instruksi Presiden dan arahan Gubernur Riau untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan Karhutla didaerah masing-masing.

“Sesuai pesan dan arahan Pak Presiden dan Gubernur Riau untuk mencegah Karhutla, apalagi Karhutla sudah terjadi dibeberapa Kabupaten/Kota di Riau, kita tetap melaksanakan sesuai instruksi Presiden, bagaimana melakukan pemantauan sampai ke desa-desa, kemudian bagaimana cari solusi permanen untuk mencegah agar tidak terjadinya Karhutla di Rohul,” kata Sekda.



Untuk melaksanakan arahan Presiden dan Gubri, Sekda Abdul Haris menjelaskan Pemkab Rohul pada Kamis 18 Maret 2021 mendatang, akan melaksanakan Apel Siaga Pencegahan Karhutla tingkat Kabupaten Rohul bersama Forkompinda dan melibatkan seluruh elemen dan stakeholder, sebagai bentuk komitmen Pemkab mencegah agar tidak terjadinya Karhutla di Rohul.

“Pada pronsipnya kita akan menindaklanjuti di Rohul dengan melaksanakan Apel Kesiapsiagaan Pencegahan Karhutla, yang akan kita laksanakan Kamis 18 Maret 2021. Pada Apel tersebut kita hadirkan mulai dari Forkompinda, Camat dan Kepala Desa yang rawan Karhutla, kemudian melibatkan seluruh perusahaan perkebunan yang ada di Rohul, manggala agni dan masyarakat peduli api,” terang Abdul Haris.

Sekda mengaku, Kabupaten Rohul hingga saat ini masih 0 titik api. Ia menegaskan Pemkab akan berupaya mempertahankan Kabupaten Rohul agar tidak terjadi Karhutla seperti tahun 2020 lalu 0 titik api.

“Kita berharap tahun 2021 ini kita juga harus bisa mempertahankan 0 titik api, itu yang menjadi penekanan kita, tentunya dengan melibatkan seluruh elemen dan stakeholder ikut berperan dalam mencegah Karhutla, seperti Perusahaan-Perusahaan perkebunan di Rohul, turut menyediakan SDM, Peralatan dan upaya–upaya mitigasi sehingga tidak terjadi Karhutla di Rohul,” jelas Sekda.

Sebelumnya, Apel yang dipimpin langsung Gubernur Riau H. Syamsuar ini menegaskan Karhutla di wilayah Riau masih dapat dikendalikan. Hal ini berkat sinergi, upaya dan kerja keras dari seluruh pihak dalam melaksanakan tugas-tugas di lapangan.

“Saat ini berkat kerja keras seluruh pihak dan pemeritah, baik TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, Satpol PP, Masyarakat Peduli Api, dan dunia usaha, kebakaran hutan dan lahan masih dapat dikendalikan,” kata Syamsuar
Dikatakan Gubri, hingga saat ini, Karhutla di Riau telah terjadi di sejumlah kabupaten/kota. Meliputi Dumai, Bengkalis, Rokan Hilir, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, Meranti dan Siak.

“Sampai 12 Maret 2021, kebakaran hutan dan lahan telah mecapai seluas 657,61 hektar, dan 215 titik hotspot,” ujarnya.

Gubri pun mengajak pasukan yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) dan seluruh pihak untuk terus semangat dan bekerja maksimal dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Riau.

Pihaknya juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya, tetap semangat, tetap solid, jaga kesehatan dan keselamatan, baik perorangan maupun kelompok.

“Terimakasih atas segala dedikasi dan perjuangan seluruh personel dalam upaya pencegahan, pengendalian, kebakaran hutan dan lahan dalam mewujudkan langit Riau tetap biru dan Riau bebas asap 2021,” tutupnya.
Sementara itu, enam instruksi Presiden Jokowi meminta upaya pencegahan diprioritaskan melalui deteksi dini, monitoring area rawan titik panas dan patroli di lapangan.

Kedua, Presiden mengingkan infrastruktur pemantauan dan pengawasan harus sampai ketingkat bawah, katanya Babinsa, Babinkamtibmas dan Kepala Desa harus dilibatkan dalam penangan karhutla, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat juga diajak untuk memberikan edukasi terus-menerus kepada masyarakat.

Ketiga, Presiden menekankan bahwa semua pihak harus mencari soulusi yang permanen untuk menangani karhutla serta ia menegaskan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Keempat yakni penataan ekosistem gambut dalam kawasan hidrologi gambut harus terus dilanjutkan.

Kelima, Presiden menekankan pentingnya untuk tidak membiarkan api membesar.

Keenam, meminta agar langkah penegakan hukum dilakukan tanpa kompromi dan sanksi yang tegas baik administrasi, perdata maupun pidana sehingga ada efek jera. *** (MC/Kominfo/Adv)
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved