Rabu, 16 Juni 2021
  Menkumham: KUHP Warisan Belanda Banyak Menyimpang Asas Hukum Pidana | KBPP Polri Dukung Pembentukan Kampung Tangguh Narkoba | Kejagung: Nilai Aset Sitaan Asabri Capai Rp14 Triliun | Pemerintah Targetkan Satu Juta Vaksinasi Per Hari | Presiden: Terapkan di Kota/Kabupaten Lain | Perdana, Damkar Kampar Bentuk Pos Di Kampar Kiri Hilir
 
 
Selasa, 15/06/2021 - 09:27:17 WIB
Menkumham: KUHP Warisan Belanda Banyak Menyimpang Asas Hukum Pidana
Selasa, 15/06/2021 - 09:24:02 WIB
KBPP Polri Dukung Pembentukan Kampung Tangguh Narkoba
Selasa, 15/06/2021 - 09:20:34 WIB
Kejagung: Nilai Aset Sitaan Asabri Capai Rp14 Triliun
Selasa, 15/06/2021 - 09:07:37 WIB
Didukung TNI dan Polri
Pemerintah Targetkan Satu Juta Vaksinasi Per Hari
Selasa, 15/06/2021 - 09:03:39 WIB
Tinjau Vaksinasi Massal di Stadion Patriot Bekasi
Presiden: Terapkan di Kota/Kabupaten Lain
Selasa, 15/06/2021 - 08:26:00 WIB
Perdana, Damkar Kampar Bentuk Pos Di Kampar Kiri Hilir
Selasa, 15/06/2021 - 08:21:43 WIB
Pelaksanaan APBD tahun 2020
DPRD Kampar Terima Laporan PertanggungJawaban Bupati Kampar
 
Hukum
Tim Gabungan TNI AL Tangkap Kapal Pengangkut 13 Ton BBM Ilegal

Hukum - ant/op/mn - Selasa, 01/06/2021 - 09:07:48 WIB
Kapal kayu KM. Selat Perkasa diamankan di Mako Lanal TBK, Kepri, usai ditangkap angkut 13 ton BBM ilegal jenis HSD, Sabtu (29/5). (Foto/Lanal Tanjungbalai Karimun)
Karimun, Riausidik.com - Tim gabungan Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Tanjungbalai Karimun (TBK) dan Tim Satgas Gombolo-21.I Dispamsanal menangkap kapal kayu pengangkut 13 ton BBM ilegal jenis High Speed Diesel (HSD).

"Sabtu (29/5), tim gabungan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan BBM ilegal di perairan Tanjungbalai Karimun," kata Danlanal TBK Letkol Laut (P) Puji Basuki Hanla melalui siaran pers tertulis, Senin (31/5).

Dia mengatakan kapal kayu bernama KM. Selat Perkasa GT.6 itu dinahkodai sebanyak tiga orang ABK.

Kapal tersebut berasal dari Selat Panjang, Provinsi Riau tujuan Tanjungbalai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang diduga akan dijual eceran ke kapal-kapal kecil.

"Itu yang masih kita dalami. Sementara, untuk dokumen kapal lengkap, namun dokumen angkutan BBM tidak ada,‚ÄĚ ungkap Danlanal.

Danlanal menjelaskan penangkapan kapal tersebut berawal dari Tim F1QR Lanal TBK dan Tim Satgas Gombolo-21.I melaksanakan pengumpulan data di laut terkait kegiatan ilegal yang melintas di perairan Tanjungbalai Karimun.

Tak lama kemudian, tim melihat kapal kayu yang mencurigakan tengah melintas di perairan Pulau Tambelas dan langsung menginfokan kepada KAL Pelawan yang kemudian kapal kayu tersebut dilakukan penarikan.

“Setelah dilaksanakan pengecekan, kapal tersebut mengangkut BBM jenis HSD sejumlah 13 ton yang tidak dilengkapi dengan dokumen," jelas Danlanal.

Saat ini KM. Selat Perkasa sudah dibawa ke Mako Lanal TBK untuk dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved