Senin, 18 Oktober 2021
  Literasi Digital, Kabupaten Kuantan Singingi – Provinsi Riau | Disdik Pekanbaru Segera Perbaiki Gedung SD Negeri 118 yang Terbakar | Begini Wujud Kepedulian Pemprov Riau Kepada Pasien ODGJ | Resmi Tutup PON XX Papua 2021, Wapres Persembahkan Sebait Pantun | Dr. Elviriadi: Penerapan UU No 32 Tahun 1999 Terkesan Pukul Rata | Literasi Digital, Kabupaten Kampar – Provinsi Riau
 
 
Rabu, 13/10/2021 - 09:01:28 WIB
Literasi Digital, Kabupaten Kuantan Singingi – Provinsi Riau
Sabtu, 16/10/2021 - 08:16:06 WIB
Disdik Pekanbaru Segera Perbaiki Gedung SD Negeri 118 yang Terbakar
Sabtu, 16/10/2021 - 08:12:05 WIB
Begini Wujud Kepedulian Pemprov Riau Kepada Pasien ODGJ
Sabtu, 16/10/2021 - 08:10:23 WIB
Resmi Tutup PON XX Papua 2021, Wapres Persembahkan Sebait Pantun
Sabtu, 16/10/2021 - 08:04:18 WIB
Yayasan LBH Sahabat Keadilan Rokan Hulu Selenggarakan Penyuluhan Hukum
Dr. Elviriadi: Penerapan UU No 32 Tahun 1999 Terkesan Pukul Rata
Senin, 13/09/2021 - 13:00:15 WIB
Literasi Digital, Kabupaten Kampar – Provinsi Riau
Senin, 13/09/2021 - 09:01:23 WIB
Literasi Digital, Kabupaten Bengkalis – Provinsi Riau
Kamis, 29/07/2021 - 20:02:47 WIB
Kepada Mahasiswa Dalam Menghadapi Zaman
Presiden: Siapkan Pengetahuan dan Keterampilan yang Relevan
Kamis, 29/04/2021 - 22:27:28 WIB
KPK Konfirmasi Anak Nurdin Abdullah Soal Pembelian Aset oleh Ayahnya
Selasa, 03/08/2021 - 12:46:26 WIB
Dengan Beberapa Penyesuaian
Presiden Jokowi Perpanjang PPKM Level 4
Kamis, 29/07/2021 - 20:25:01 WIB
Ke Rutan Bandarlampung
KPK Eksekusi Dua Mantan Pejabat Lampung Selatan
Kamis, 29/07/2021 - 20:28:34 WIB
Kejar Agar Level PPKM Turun
Kapolri Sigit Ingatkan Komunitas Pasar Patuhi Prokes
Rabu, 05/05/2021 - 14:07:29 WIB
BNN Ungkap Tiga Sindikat Narkoba Internasional, Sita 581,31 Kg Sabu
Rabu, 05/05/2021 - 14:13:47 WIB
Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK yang Tuai Polemik
 
Hukum
Kendalikan Narkoba
Lapas Mataram Dipasang Alat Sadap

Hukum - ant/mn - Senin, 04/10/2021 - 22:26:17 WIB
Kalapas Kelas IIA Mataram Ketut Akbar Herry Achjar dalam giat pemberian alat sadap di Lapas Kelas IIA Mataram, Kuripan, Lombok Barat, Senin (4/10/2021). [ANTARA/Dhimas B.P]
Mataram, Riausidik.com - Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat memasang alat sadap dan pelacak sinyal komunikasi di Lapas Kelas IIA Mataram, Kuripan, Kabupaten Lombok Barat.

Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf di Mataram, Senin, mengatakan bahwa pemasangan alat ini bagian dari komitmen bersama dalam pemberantasan narkoba di areal Lapas Kelas IIA Mataram.

Usai penyerahan alat sadap dan pelacak sinyal komunikasi di Lapas Kelas IIA Mataram, Helmi mengemukakan bahwa hal ini merupakan wujud nyata sinergitas dan koordinasi antara Lapas Kelas IIA Mataram Kanwil Kemenkumham NTB dan Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB.

"Sekaligus ini menjadi komitmen bersama dalam mewujudkan program Lapas Bersih dari Narkoba dan Handphone (Lapas Bersinar)," katanya.

Secara teknis, menurut dia, alat ini akan menjadi indikator pergerakan kepolisian dan pihak lapas dalam mendeteksi indikasi keterlibatan atau pengendalian peredaran narkoba dari dalam lapas.

Senada dengan Dirresnarkoba Polda NTB, Kalapas Kelas IIA Mataram Ketut Akbar Herry Achjar menegaskan bahwa hal ini merupakan wujud dari komitmen bersama dalam upaya pemberantasan peredaran narkoba.

Untuk ke depannya, Akbar melihat alat ini akan efektif menekan keterlibatan narapidana ataupun petugas dalam peredaran kasus narkoba.

Hal itu pun dia sampaikan setelah melihat catatan kepolisian dalam kurun waktu 2 tahun terakhir yang mengungkap adanya keterlibatan narapidana lapas dalam peredaran narkoba.

Dengan ini, Akbar berharap alat ini mampu menjadi bagian dari pemberian efek jera kepada para warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Mataram dan petugas untuk tidak lagi terlibat dalam peredaran narkoba.

"Jadi, bukan hanya efek jera kepada warga binaan, melainkan juga sebagai sebuah peringatan bagi para petugas kami bahwa Lapas Kelas IIA Mataram tidak main-main dalam upaya pemberantasan narkoba," ucapnya.

Dalam pengoperasian alat ini, pihak lapas akan berkoordinasi dengan Ditresnarkoba Polda NTB. Adapun teknisnya, kata dia, operator yang melakukan pemantauan langsung ini berasal dari Polda NTB.

"Jadi, terhubung langsung ke Polda NTB. Nantinya, kami hanya menunggu informasi dari Polda NTB. Kalau ada temuan, Polda NTB yang akan kabarkan, dan kami yang tindak lanjuti di lapas," ujarnya. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved