Sabtu, 29 Januari 2022
  Satgas BLBI Sita Aset Obligor Senilai Rp15,11 Triliun | KPK Amankan Rp140 Juta dari OTT Hakim Pengadilan Negeri Surabaya Itong | Presiden Jokowi: Transisi Energi Perlu Dukungan dan Kontribusi dari Negara Maju | Bupati Kampar Komitmen Siap Sukseskan Program Sekolah Penggerak | Gubri Minta Kepala OPD Pemprov Riau Inventaris dan Benahi Aset Bermasalah | Gubernur Riau Lantik Pejabat Fungsional Ahli Utama
 
 
Senin, 21/09/2020 - 21:38:12 WIB
Dengan Penegakan Disiplin dan Sanksi Hukum Covid-19
KPU: Pilkada Tetap Dilangsungkan 9 Desember 2020
Senin, 24/02/2020 - 13:14:16 WIB
Dua TPS di Riau Tidak Terdata di Google Map
Rabu, 18/03/2020 - 09:52:22 WIB
Sesuai Jadwal
Menko Polhukam Pastikan Pelaksanaan Pilkada Tetap Berjalan
Sabtu, 15/02/2020 - 10:05:33 WIB
AHY Beri Sinyal Usung Kader di Pilkada Riau
Jumat, 11/09/2020 - 21:03:09 WIB
PSI minta KPU hapus larangan iklan kampanye pilkada di Medsos
Rabu, 05/05/2021 - 13:59:28 WIB
Presiden Jokowi: Rencana Kerja Pemerintah 2022 Usung Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural
Selasa, 01/06/2021 - 09:04:43 WIB
Pertamina Akan Rekrut Seluruh Pekerja Blok Rokan
 
Siak
Literasi Digital, Kabupaten Siak – Provinsi Riau

Siak - Rls/mn - Jumat, 15/10/2021 - 09:01:24 WIB

Siak, Riausidik.com - Bapak Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain KECAKAPAN DIGITAL, KEAMANAN DIGITAL, ETIKA DIGITAL dan BUDAYA DIGITAL.

Sebagai Keynote Speaker adalah Gubernur Provinsi Riau yaitu, Drs. H. Syamsuar, M.Si., yang memberikan sambutan pembuka dan dukungan penuh untuk Literasi Digital Kominfo 2021.

Webinar membahas tentang MELAWAN PELECEHAN SEKSUAL DI DUNIA DIGITAL oleh para narasumber yang mempunyai kompetensi di bidang masing-masing serta seorang influencer yang akan ikut berpartisipasi.

Persoalan pelecehan seksual di ruang digital dan dunia nyata masih banyak terjadi. Menurut Indah Wenerda, sebagai Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan, menjelaskan saat ini internet bisa dijangkau semua lapisan masyarakat mulai dari gender, usia, bahkan profesi. Di sosial media ada konten yang paling sering dibagikan seperti gambar, opini, status tentang kegiatan yang sedang dilakukan, tautan artikel, sesuatu yang disukai, dan memperbarui status tentang yang dirasakan.

Dari semua hal tersebut kerap terjadi tindakan pelecehan seksual yang tidak memandang gender dan umur, bahkan anak kecil bisa menjadi korban. Pelecehan seksual terjadi segala macam bentuk perilaku yang berkonotasi atau mengarah kepada hal-hal seksual yang dilakukan secara sepihak dan tidak diharapkan oleh orang yang menjadi sasaran sehingga menimbulkan reaksi negatif seperti malu, marah, benci, tersinggung, dan sebagainya pada diri individu yang menjadi korban pelecehan seksual tersebut.

Kasus kekerasan seksual didunia Siber yang terjadi secara significan di masa Pandemi diakibatkan oleh peralihan aktivitas dalam jaringan baik dunia pekerjaan maupun pendidikan.

Berdasarkan pelaporan yang diterima oleh Komnas Perempuan, terdapat berbagai jenis kekerasan seksusal di dunia Siber seperti pelecehan seksusal, perdagangan manusia, peretasan, layanan pornografi, ancaman distribusi foto atau video pribadi untuk balas dendam, pencemaran nama baik, pemalsuan identitas serta menguntit korban. Oleh karena itu kita harus berhati-hati, jangan sembarangan berbagi data pribadi kita, dan berhati-hati juga terhadap orang yang baru kenal di dunia digital. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved