Sabtu, 29 Januari 2022
  Satgas BLBI Sita Aset Obligor Senilai Rp15,11 Triliun | KPK Amankan Rp140 Juta dari OTT Hakim Pengadilan Negeri Surabaya Itong | Presiden Jokowi: Transisi Energi Perlu Dukungan dan Kontribusi dari Negara Maju | Bupati Kampar Komitmen Siap Sukseskan Program Sekolah Penggerak | Gubri Minta Kepala OPD Pemprov Riau Inventaris dan Benahi Aset Bermasalah | Gubernur Riau Lantik Pejabat Fungsional Ahli Utama
 
 
Senin, 21/09/2020 - 21:38:12 WIB
Dengan Penegakan Disiplin dan Sanksi Hukum Covid-19
KPU: Pilkada Tetap Dilangsungkan 9 Desember 2020
Senin, 24/02/2020 - 13:14:16 WIB
Dua TPS di Riau Tidak Terdata di Google Map
Rabu, 18/03/2020 - 09:52:22 WIB
Sesuai Jadwal
Menko Polhukam Pastikan Pelaksanaan Pilkada Tetap Berjalan
Sabtu, 15/02/2020 - 10:05:33 WIB
AHY Beri Sinyal Usung Kader di Pilkada Riau
Jumat, 11/09/2020 - 21:03:09 WIB
PSI minta KPU hapus larangan iklan kampanye pilkada di Medsos
Rabu, 05/05/2021 - 13:59:28 WIB
Presiden Jokowi: Rencana Kerja Pemerintah 2022 Usung Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural
Selasa, 01/06/2021 - 09:04:43 WIB
Pertamina Akan Rekrut Seluruh Pekerja Blok Rokan
 
Pekanbaru
Kadis PUPR Pekanbaru Koordinasi dengan Pengembang Bahas IPAL

Pekanbaru - kom/mn - Rabu, 27/10/2021 - 14:03:13 WIB
Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Indra Pomi Nasution.
Pekanbaru, Riausidik.com - Jalan rusak akibat galian proyek Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) masih banyak yang belum diperbaiki. Akibatnya, lokasi di sekita proyek IPAL rawan kecelakaan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution saat dikonfirmasi, mengaku prihatin banyaknya kejadian kecelakaan di jalan rusak yang terdampak galian IPAL.

"Percepatan rekondisi itu sudah dilakukan, namun kendalanya tanah kita rapuh. Memang kita juga prihatin ya, banyak kecelakaan di ruas itu," kata Indra, Selasa (26/10).

Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru telah membentuk LMU (local management unit) yang meliputi Bappeda, PUPR, Perkim, dan BPKAD Pekanbaru. LMU ini merupakan wadah OPD daerah tersebut untuk membahas hal-hal terkait IPAL.

"Di wadah ini, kita membahas problem berkaitan IPAL, termasuk percepatan rekondisi (memperbaiki kondisi jalan yang rusak, red) jalan. Kita juga komunikasi dengan pihak IPAL secara intens dalam wadah ini," jelasnya.

Indra menyebut, pihak IPAL berupaya melakukan percepatan. Namun, dengan alasan struktur tanah tidak stabil, diperlukan waktu lebih lama menunggu untuk pengaspalan. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved