Rabu, 01 Desember 2021
  KPK Limpahkan Berkas Perkara Azis Syamsuddin ke Pengadilan Tipikor | Gubri Hadiri Penyerahan DIPA dan Daftar Alokasi TKDD Tahun 2022 Oleh Presiden RI | Sekdaprov: Keterbukaan Informasi Publik Sangat Penting Wujudkan Good Governance | Wakil Ketua DPRD Riau Poti Minta BPK Riau Turun Audit Lapangan | Sozifao Hia Segera Serahterimakah 1 Unit Ambulance kepada Warga | Mabes Polri Kirimkan Bantuan Helikopter Atasi Pembalakan Liar Riau
 
 
Selasa, 30/11/2021 - 10:36:50 WIB
KPK Limpahkan Berkas Perkara Azis Syamsuddin ke Pengadilan Tipikor
Selasa, 30/11/2021 - 10:12:28 WIB
Didampingi Sekdaprov. Riau
Gubri Hadiri Penyerahan DIPA dan Daftar Alokasi TKDD Tahun 2022 Oleh Presiden RI
Selasa, 30/11/2021 - 10:00:29 WIB
SF Haryanto Hadiri KI Riau Award 2021
Sekdaprov: Keterbukaan Informasi Publik Sangat Penting Wujudkan Good Governance
Selasa, 30/11/2021 - 09:46:47 WIB
Jawab Konfrimasi Dua Proyek Mahato-Manggala
Wakil Ketua DPRD Riau Poti Minta BPK Riau Turun Audit Lapangan
Jumat, 26/11/2021 - 09:41:41 WIB
Wajudkan Aspirasi Masyarakat di Dapil-nya
Sozifao Hia Segera Serahterimakah 1 Unit Ambulance kepada Warga
Kamis, 25/11/2021 - 11:45:50 WIB
Mabes Polri Kirimkan Bantuan Helikopter Atasi Pembalakan Liar Riau
Kamis, 25/11/2021 - 11:41:37 WIB
Kapolri Perintahkan Jajaran Fokus Cegah Lonjakan COVID-19 di Akhir Tahun
Senin, 24/02/2020 - 13:14:16 WIB
Dua TPS di Riau Tidak Terdata di Google Map
Senin, 21/09/2020 - 21:38:12 WIB
Dengan Penegakan Disiplin dan Sanksi Hukum Covid-19
KPU: Pilkada Tetap Dilangsungkan 9 Desember 2020
Rabu, 18/03/2020 - 09:52:22 WIB
Sesuai Jadwal
Menko Polhukam Pastikan Pelaksanaan Pilkada Tetap Berjalan
Sabtu, 15/02/2020 - 10:05:33 WIB
AHY Beri Sinyal Usung Kader di Pilkada Riau
Jumat, 11/09/2020 - 21:03:09 WIB
PSI minta KPU hapus larangan iklan kampanye pilkada di Medsos
Rabu, 05/05/2021 - 13:59:28 WIB
Presiden Jokowi: Rencana Kerja Pemerintah 2022 Usung Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural
Jumat, 23/08/2019 - 13:16:50 WIB
Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019
Indonesia Sisakan Empat Wakil di Perempat Final
 
Pemprov Riau
Dari Dokumen dan Hasil Investigasi Tim
Lsm Minggu Depan Laporkan 2 Proyek, Dalu-dalu-Mahato ke Polda Riau

Pemprov Riau - Laporan: Tim - Kamis, 25/11/2021 - 11:03:46 WIB
Inilah Proyek jalan dan papan plang, Pembangunan Jalan Dalu dalu - Mahato serta berstek. [dok.Tim/rsc]
Pekanbaru, Riausidik.com - Berawal dari dokumen yang dikantongi dan hasil Investigasi Tim terhadap dua paket proyek yakni Pembangunan Jalan Dalu dalu - Mahato dan Pembangunan Jalan Mahato - Simpang Manggala, melalui DInas PUPR Provinsi Riau Tahun 2021 itu, dari sejumlah dugaan penyimpangan, Lsm Gerhana memutuskan melaporkannya ke Polda Riau.

"Ya, benar, Senin atau Selasa minggu depan 2 proyek diatas kita laporkan ke Polda Riau dalam hal ini Reskrimsus," kata Ir. Tommy FM, S.Kom. SH. selaku Ketua Harian DPN-GERHANA (Dewan Pimpinan Nasional - Gerakan Himpunan Anak Nusantara) kepada Riausidik.com, Rabu (24/11/21) sore, disalah satu tempat di Pekanbaru.

Tommy menjelaskan, ada sejumlah item pekerjaan yang wajib dipatuhi pihak rekanan. "Sesuai yang tertuang didalam dokumen kontrak kerja, ada 5 item pekerjaan inti antara lain; 1. pekerjaan timbunan Pilihan dari sumber galian, tebal 33 - 37 Cm, kemudian 2. Lapis Pondasi Agregat Kelas S, tebal 18,5 - 21,5 Cm, 3. selanjutnya Lapis Pondasi Agregat B, tebal 13 - 17 Cm, 4. Lean Concrete (beton kurus) tebal 10 Cm dan 5. Perkerasan Beton Semen (Rigid Pavement) tebal 30 Cm," beber Tommy.

Gambar Proyek

Dibeberkannya, seperti pekerjaan timbunan pilihan dari sumber galian, wajib ketebalan 33 - 37 Cm, namun dilapangan ditemukan 20-25 cm, kemudian pekerjaan Lapis Pondasi Agregat Kelas S, wajib ketebalan 18,5 - 21,5 Cm dilokasi ditemukan Tim hanya14-16 cm, selanjutnya pada Lapis Pondasi Agregat B, wajib ketebalan 13 - 17 Cm, dilokasi ditemukan hanya 10 cm. tidak saja itu dalam proses pemadatan juga tidak melewati tahapan pemadatan sebagaimana yang diisyaratkan, bebernya.

Tommy kemudian beralasan melaporkan dua proyek tersebut di Polda Riau adanya dugaan kuat penyunatan volume setia item pekerjaan. "Item pekerjaan inti diatas dari item 1-3 ketebalan masing-masing tidak terpenuhi (disunat). Jikapun terpenuhi, itu hanya dibeberapa titik saja dan karena belum melewati standar pemadatan sebagaimana yang diisyaratkan," tegas Tommy.

Gambar Proyek

Langkah lain Tommy selanjutnya untuk menghindari kerugian negara semakain besar akan melayangkan surat. "Kita segera surati Gubernur Riau H Syamsuar dan pihak BPK RI Perwakilan Riau meminta segera distop pekerjaan serta audit lapangan. Ini guna menghindari kerugian negara semakain besar," tegas Tommy

Ditambahkan praktisi hukum ini menyebutkan, pada tahap pembayaran termen ada item pekerjaan yang terabaikan namun tetap dilakukan pembayaran. "Khususnya pada Item pekerjaan inti diatas dari item 1-3, spesifikasi materialnya dan tingkat kepadatan serta ketebalan yang tidak memenuhi, dana termen kok begitu mulus dicairkan, ini ada apa,,?," tanya Tommy heran.

Selain 5 item pekerjaan rekanan diatas, ada beberpa lagi yang diwajibkan antara lain, pekerjaan Untuk parit beton kedalaman bersih 1.00 mtr, lebar bersih 1.00 mtr, Skor Parit, panjang 70 Cm, 15x15 Cm, jarak skor parit 4 mtr, Beton K-175.

Gambar Proyek

Diberitahukan, 2 (dua) proyek dibawah pimpinan Kadis PUPR Provinsi Riau M Taufiq O.H dan Kasi Jalan oleh Teza Darsa, yakni paket;  Pembangunan Jalan Dalu dalu - Mahato, dimenangkan oleh CV. Morin Maju Jaya, memiliki NPWP : 92.253.674.3-216.000, dengan nilai kontrak Rp. 11.639.895.163,- bernomor kontrak : 620/SPHS-PUPRPKPP/BM-DDM/109/2021, mendapat konsultan pengawas dari CV. Labora Karya. Proyek ini mendapat masa pelaksana 150 hari kalender dan pemeliharaan 180 hari kalender.

Paket yang kedua yakni pakte proyek Pembangunan Jalan Mahato - Simpang Manggala, dimenangkan oleh CV. Almughni Jaya, memiliki NPWP 02.174.832.2-219.000, dengan nilai kontrak Rp. 5.171.437.455,-,.

Gambar Proyek

Ironisnya, surat konfirmasi Riausidik.com bernomor; 092.K/M-CIBER-Lsm/Red-RSC/XI/2021, tertanggal 15 November 2021, Materi Konfirmasi antara lain;
1. Kedua proyek tersebut diatas, pertanggal 10 November 2021 sudah berapa persen progres fisik,?
2. Kedua proyek tersebut diatas, pertanggal 10 November 2021 sudah berapa persen pencairan dana,?
3. Item pekerjaan antara lain; 1. Timbunan Pilihan dari sumber galian, tebal 33 - 37 Cm, 2. Lapis Pondasi Agregat Kelas S, tebal 18,5 - 21,5 Cm, 3. Lapis Pondasi Agregat B, tebal 13 - 17 Cm, 4. Lean Concrete (beton kurus) tebal 10 Cm, 5. Perkerasan Beton Semen (Rigid Pavement) tebal 30 Cm.,.. Apakah benar-benar dilaksanakan sesuai kontrak,?
4. Pemadatan setiap item pekerjaan diatas diduga kuat tidak mengikuti standar, apakah ini dibenarkan,?
5. Masing-masing item pekerjaan diatas apakah sudah dilakukan pembayaran seratus persen,?
6. Menyikapi beberapa temuan Tim terhadap dua proyek tersebut diatas, LSM DPN GERHANA (Dewan Pimpinan Nasional - Gerakan Himpunan Anak Nusantara) dalam waktu dekat akan menyurati Reskrimsus Polda Riau serta Gubernur Riau untuk dihentikan untuk sementara pekerjaan, apa tanggapan bapak,,?

Namun sangat disayangkan hingga turunnya berita Dinas PUPR Riau seakan bungkam tidak merespon sama sekali. Memicu dugaan pihak Lsm Gerhana hingga melaporkannya ke Polda Riau semakin kuat. ***

Editor: Wenny
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved