Sabtu, 03 Desember 2022
  KPK periksa eks Bupati Kuansing dalami aliran uang pengurusan HGU | Kemenkumham Kalteng Raih Penghargaan Kinerja Terbaik III Nasional | Kemenkumham Kalteng Raih Penghargaan Kinerja Terbaik III Nasional | Presiden Berikan Bantuan kepada Para Pengungsi Terdampak Gempa Bumi di Cianjur | Presiden Tinjau Langsung Episentrum Gempa Cianjur | Pemko Pekanbaru Targetkan Partisipasi Pemilih Meningkat
 
 
Senin, 21/09/2020 - 21:38:12 WIB
Dengan Penegakan Disiplin dan Sanksi Hukum Covid-19
KPU: Pilkada Tetap Dilangsungkan 9 Desember 2020
Senin, 24/02/2020 - 13:14:16 WIB
Dua TPS di Riau Tidak Terdata di Google Map
Rabu, 18/03/2020 - 09:52:22 WIB
Sesuai Jadwal
Menko Polhukam Pastikan Pelaksanaan Pilkada Tetap Berjalan
Jumat, 11/09/2020 - 21:03:09 WIB
PSI minta KPU hapus larangan iklan kampanye pilkada di Medsos
Rabu, 05/05/2021 - 13:59:28 WIB
Presiden Jokowi: Rencana Kerja Pemerintah 2022 Usung Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural
Selasa, 01/06/2021 - 09:04:43 WIB
Pertamina Akan Rekrut Seluruh Pekerja Blok Rokan
Kamis, 29/04/2021 - 22:24:02 WIB
Erick Thohir Targetkan 10 BUMN Melantai di Bursa Hingga 2023
 
Pemprov Riau
Pemulihan Ekonomi Tahun 2021
Riau Memiliki Daya Tarik Investasi Nomor 1 di Sumatera

Pemprov Riau - mc/mn - Kamis, 25/11/2021 - 11:31:34 WIB

Pekanbaru, Riausidik.com - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Riau, Decymus mengungkapkan, bahwa dalam pemulihan ekonomi Tahun 2021, Provinsi Riau menjadi provinsi yang memiliki daya tarik investasi nomor satu se - Sumatera.

"Para investor sudah lama melihat besarnya potensi Riau dari sumber daya alamnya, kondisi pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung di manfaatkan oleh investor untuk  meraup potensi keuntungan," imbuhnya, di Pekanbaru, Rabu (24/11/2021).

Ia menjelaskan, Provinsi Riau menjadi provinsi yang mempunyai daya tarik investasi nomor satu se Sumatera baik dalam bentuk PMA (Penanaman Modal Asing) maupun PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri).

"Dengan begitu, iklim investasi diharapkan ini kedepannya terus membaik dan didukung oleh implementasi Operations Support System (OSS)," jelasnya.

Selain itu, ia melanjutkan bahwasanya tentang inklusi ekonomi melalui digitalisasi ini pertumbuhan ekonomi yang pesat harus merata pada setiap aspek di Riau.

"Selain menipis kesenjangan sosial masyarakat, inklusi ekonomi bermanfaat bagi fleksibilitas para pelaku ekonomi dalam beradaptasi terhadap Kondisi yang penuh ketidakpastian," lanjutnya.

Berdasarkan hasil survei Bank Dunia, melihatkan setidaknya 92 juta individu telah mendapatkan keuntungan dari program inklusi keuangan dari berbagai negara di dunia.

Terangnya, tingkat kemiskinan di Riau yang relatif rendah, belum diimbangi dengan inklusi ekonomi yang cenderung stagnan (lambat).

"Salah satu tolak ukur dari inklusi ekonomi ini ialah indeks perluasan akses dan kesempatan pada pilar ini Riau berada di papan tengah. Peringkat Riau berada dibawah Lampung Aceh dan Sumbar walaupun masih lebih tinggi dari rata-rata Sumatera dan nasional," tutupnya. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved