Minggu, 02 Oktober 2022
  Menteri Yasonna H Laoly Akan Meletakan Batu Pertama BNKP Kota Pekanbaru | KPK Nyatakan Tak Benar Anies Baswedan Tersangka Kasus Formula E | Presiden Jokowi Tinjau Penyerahan Motor di Kodim 1503/Tual | Presiden Akan Bagikan Bansos hingga Bertemu Peternak Kerbau | Ini Strategi Pemerintah Dorong Ketahanan Pangan untuk Hadapi Dinamika Global | Pemcam Binawidya Siap Sukseskan Vaksinasi Merdeka
 
 
Sabtu, 24/09/2022 - 09:07:33 WIB
Bersama Ephorus BNKP
Menteri Yasonna H Laoly Akan Meletakan Batu Pertama BNKP Kota Pekanbaru
Kamis, 15/09/2022 - 07:00:05 WIB
KPK Nyatakan Tak Benar Anies Baswedan Tersangka Kasus Formula E
Kamis, 15/09/2022 - 06:52:51 WIB
Bersama Menhan Prabowo
Presiden Jokowi Tinjau Penyerahan Motor di Kodim 1503/Tual
Kamis, 15/09/2022 - 06:45:14 WIB
Hari Kedua di Provinsi Maluku
Presiden Akan Bagikan Bansos hingga Bertemu Peternak Kerbau
Kamis, 15/09/2022 - 06:37:52 WIB
Ini Strategi Pemerintah Dorong Ketahanan Pangan untuk Hadapi Dinamika Global
Kamis, 15/09/2022 - 06:32:24 WIB
Pemcam Binawidya Siap Sukseskan Vaksinasi Merdeka
Kamis, 15/09/2022 - 06:26:10 WIB
Pj Wali Kota Pekanbaru Akan Panggil Lagi Kontraktor IPAL
Senin, 21/09/2020 - 21:38:12 WIB
Dengan Penegakan Disiplin dan Sanksi Hukum Covid-19
KPU: Pilkada Tetap Dilangsungkan 9 Desember 2020
Senin, 24/02/2020 - 13:14:16 WIB
Dua TPS di Riau Tidak Terdata di Google Map
Rabu, 18/03/2020 - 09:52:22 WIB
Sesuai Jadwal
Menko Polhukam Pastikan Pelaksanaan Pilkada Tetap Berjalan
Jumat, 11/09/2020 - 21:03:09 WIB
PSI minta KPU hapus larangan iklan kampanye pilkada di Medsos
Rabu, 05/05/2021 - 13:59:28 WIB
Presiden Jokowi: Rencana Kerja Pemerintah 2022 Usung Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural
Selasa, 01/06/2021 - 09:04:43 WIB
Pertamina Akan Rekrut Seluruh Pekerja Blok Rokan
Kamis, 29/04/2021 - 22:24:02 WIB
Erick Thohir Targetkan 10 BUMN Melantai di Bursa Hingga 2023
 
Hukum
Mahfud Sebut Kasus Penembakan Antar Anggota Propam Banyak Kejanggalan

Hukum - ant/mn - Kamis, 14/07/2022 - 07:50:34 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. [nt]
Jakarta, Riausidik.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebutkan kasus penembakan antaranggota Propam di kediaman Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo banyak kejanggalan.
 
"Kasus itu memang tak bisa dibiarkan mengalir begitu saja karena banyak kejanggalan yang muncul pada penanganan maupun penjelasan Polri sendiri yang tidak jelas hubungan antara sebab dan akibat setiap rantai peristiwanya," kata Mahfud dikutip dalam akun Instagramnya @mohmahfudmd yang dipantau di Jakarta, Rabu (13/7/2022).
 
Menurut dia, kredibilitas Polri dan pemerintah menjadi taruhan dalam kasus ini.
 
"Dalam lebih dari setahun terakhir, Polri selalu mendapat penilaian atau persepsi positif yang tinggi dari publik, sesuai dengan hasil berbagai lembaga survei," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.
 
Menurut dia, kinerja positif pemerintah dikontribusi secara signifikan oleh bidang politik dan keamanan serta penegakan hukum.
 
"Sebagai Ketua Kompolnas, saya sudah berpesan kepada Sekretaris Kompolnas Benny J. Mamoto untuk aktif menelisik kasus ini guna membantu Polri membuat perkara menjadi terang," kata Mahfud.
 
Mahfud mendukung langkah Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dengan membentuk tim investigasi kasus penembakan Brigadir J dalam baku tembak di rumah Kadiv Propam Polri tersebut.
 
"Kemenko Polhukam akan mengawalnya. Perkembangannya bagus juga karena selain membentuk tim, Kapolri juga sudah mengumumkan untuk menggandeng Kompolnas dan Komnas HAM guna mengungkap secara terang kasus ini," kata Mahfud yang saat ini berada di Madinah usai melaksanakan ibadah haji.
 
Peristiwa penembakan antaranggota Polri terjadi di rumah Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo di kompleks Polri Duren Tiga No. 46 kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (8/7) pukul 17.00 WIB.
 
Penembakan terjadi antara Nopryansah Yosua Hutabarat (Brigadie J), ajudan drive caraka (ADV) istri Kadiv Propam Polri, dan Bharada E, ADV Kadiv Propam Polri. Kejadian tersebut mengakibatkan Brigjen Nopryansah tewas tertembak dengan tujuh lubang peluru di tubuhnya.
 
Adapun peristiwa itu dilatarbelakangi oleh pelecehan dan penodongan pistol yang dialami oleh istri Kadiv Propam Polri, Putri Ferdy Sambo. ***
 
 
HOME | ZONARiaU | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF | INDEX
PROFIL | OPINI | PERDA | UNDANG-UNDANG | REDAKSI
Copyright 2011-2014 PT. Elis Pratama Media, All Rights Reserved